Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Metode Ringan untuk Mengatasi Fenomena Karasukan dan Karauhan

I Putu Suyatra • Sabtu, 23 Maret 2024 | 19:52 WIB
ilustrasi
ilustrasi

BALI EXPRESS - Dalam upayanya untuk membantu masyarakat menghadapi fenomena karasukan dengan lebih efektif, Guru Mangku Hipno memberikan pandangan yang jelas.

Dia menekankan bahwa tidak semua permintaan dari individu yang tengah mengalami karasukan harus dipenuhi secara langsung.

Lebih lanjut, dia menyoroti pentingnya menghentikan pola permintaan yang berlebihan tersebut.

Menurut Guru Mangku Hipno, ada beberapa metode sederhana yang bisa digunakan untuk menyadarkan individu yang sedang mengalami karasukan.

Pertama, menjelaskan bahwa tubuh manusia terdiri dari unsur-unsur tertentu, di antaranya unsur api, air, dan angin.

Saat seseorang mengalami karasukan, unsur api dalam tubuhnya cenderung meningkat, dan untuk menyeimbangkannya, perlu dilakukan pendinginan dengan air.

"Dalam hal ini, menyiramkan air agak dingin dan melakukan pijatan pada bagian tubuh sebelah kanan menuju ke arah bawah dapat membantu menyadarkan individu tersebut," ujar Guru Mangku Hipno.

Selain itu, jika karasukan tersebut disebabkan oleh tingginya unsur angin dalam tubuh, beliau menyarankan untuk melakukan pijatan pada tulang belakang dan memberikan tekanan pada bagian tengkuk.

Bagi mereka yang mengalami penyakit psikosomatis, yang umumnya disebabkan oleh tingginya unsur air dalam tubuh, Guru Mangku Hipno menyarankan penggunaan media seperti dupa atau pasepan, serta melakukan pijatan pada bagian tubuh sebelah kiri menuju ke arah bawah.

Selain metode fisik, Guru Mangku Hipno juga menyinggung tentang penggunaan mantra, dengan menyarankan penggunaan mantram Gayatri sebagai salah satu cara yang sederhana untuk mengembalikan kesadaran individu yang tengah mengalami karasukan.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa dalam mengatasi fenomena karasukan, penting untuk melibatkan individu yang memiliki otoritas atau status yang lebih tinggi, seperti pamangku atau orang tua, untuk menyadarkan individu yang tengah mengalami karasukan.

"Yang paling penting adalah menenangkan individu tersebut, karena fenomena karauhan, kerasukan, dan penyakit kejiwaan memiliki kesamaan. Selain itu, unsur air atau api juga perlu diperhatikan," tambah Guru Mangku Hipno.

Berikut beberapa cara sederhana untuk menyadarkan orang kerasukan:

1. Orang Karasukan:

  • Siram dengan air agak dingin.
  • Urut tubuh bagian kanan mengarah ke bawah.

2. Orang Karauhan:

  • Urut tulang belakang dan tekan tulang menonjol di tengkuk.
  • Mohon tirtha kepada Ida Bhatara dan berikan kepada orang yang kerasukan.

3. Orang Psikosomatis:

  • Gunakan media dupa, pasepan, atau benda hangat.
  • Urut tubuh bagian kiri mengarah ke bawah.

Tips lain:

  • Gunakan mantra Gayatri untuk mengembalikan kesadaran.
  • Tenangkan orang yang kerasukan, suruh duduk, atur nafas, dan melemaskan diri.
  • Orang yang menyadarkan harus memiliki strata lebih tinggi dari orang yang kerasukan.
  • Tingkatkan sraddha (keyakinan) dan bhakti (kesetiaan) kepada Tuhan.

Hindari:

  • Menuruti semua permintaan orang yang kerasukan.
  • Memancing-mancing orang yang kerasukan.

Guru Mangku Hipno juga mengingatkan masyarakat untuk lebih cerdas menanggapi fenomena karauhan dan kerasukan.

Beliau mengimbau agar masyarakat senantiasa meningkatkan sraddha dan bhakti kepada Tuhan melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan yang berlandaskan ajaran Dharma.

Memahami cara menyadarkan orang kerasukan dapat membantu situasi dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Ramalan Ala Ayuning untuk Hari Ini, Sabtu 23 Maret 2024: Mengenai Kala dan Tanda-Tanda Dewasa, Nomor 4 untuk Suami Istri

Penting untuk tetap tenang dan mengikuti tips yang diberikan oleh Guru Mangku Hipno.

 
Editor : I Putu Suyatra
#tips #fenomena #kerasukan #kerauhan