Makna Simbol Cicak dalam Hindu Bali: Lebih dari Sekadar Hewan
I Putu Suyatra• Minggu, 24 Maret 2024 | 00:33 WIB
Cicak
BALI EXPRESS - Cicak, hewan yang familiar di rumah-rumah, memiliki makna religius dalam Hindu Bali. Di balik kepercayaan gaibnya, terdapat makna simbolis dan filosofis yang mendalam.
Cicak dan Aksara Bali
Kadek Sumadiarta, S.Sos.H., M.Fil.H., menjelaskan bahwa "Cecek" (Cicak dalam Bahasa Bali) merupakan salah satu pangangge tengenan dalam aksara Bali.
Kehadirannya pada kata tertentu menghasilkan suara "ng", seperti pada kata "saranga" yang menjadi "sarang".
Suara "ng" sering dijumpai dalam mantra, seperti "Om" menjadi "Ong", dan Sa Ba Ta A I Na Ma Si Wa Ya menjadi Sang Bang Tang Ing Nang Mang Sing Wang Yang.
Penambahan "ng" diyakini sebagai proses pembangkitan energi aksara atau mantra.
“Berbagai pendapat pun muncul mengenai suara “ng” tersebut. Ada yang mengatakan bahwa penambahan “ng” adalah prosesi pembangkitan energi aksara atau mantra,” kata dia.
Cecek dan Simbol Tri Murthi
Pendapat lain mengatakan bahwa Cecek sama dengan aksara amsa yang terdiri dari ardhacandra (bulan sabit), windu (matahari), dan nadha (bintang).
Ketiganya melambangkan Tri Murthi (Brahma, Wisnu, Siwa) sebagai penggerak Tri Kona (Utpatti, Sthiti, dan Pralina).
Simbol Cecek, dalam pandangan ini, mewakili Tuhan.
Masyarakat Bali lebih familiar dengan simbol binatang Cicak, sedangkan makna di baliknya hanya dipahami oleh mereka yang mendalami ajaran Hindu.
Mencari Kebenaran dan Menjadi Insan Cerdas
Keberagaman pendapat tentang Cicak menunjukkan bahwa ajaran Hindu memberikan kesempatan kepada umatnya untuk menggali kebenaran.
Umat Hindu didorong untuk belajar dan menjadi insan cerdas agar terbebas dari kebodohan.
Kesimpulan
Simbol Cicak dalam Hindu bukan sekadar kepercayaan gaib, tetapi memiliki makna religius, filosofis, dan mendorong umat untuk terus belajar dan memahami ajaran Hindu. ***