Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Asal Usul Genta: Legenda dan Maknanya dalam Kebudayaan Hindu Bali

I Putu Suyatra • Rabu, 27 Maret 2024 | 18:08 WIB

Genta
Genta

BALI EXPRESS - Menurut legenda yang dikenal, riwayat atau sejarah Genta yang dikenal umat Hindu di Bali, bermula dari sebuah cerita yang berakar di pegunungan Himalaya, India.

"Suara keroncongan sapi diyakini memiliki kekuatan untuk mengantarkan permohonan para penggembala kepada dewa-dewa," kata seorang pemangku atau pemuka agama Hindu di Bali, Mangku I Wayan Satra, saat diwawancarai oleh Bali Express (Jawa Pos Group) pada Selasa (10/11/2016).

Namun, apakah hal ini juga berlaku di Bali?

Menurut Mangku Satra, kepercayaan serupa terdapat di Bali.

Dia menjelaskan bahwa Genta berasal dari keyakinan bahwa suara keroncongan sapi ini memiliki kemampuan untuk menghubungkan manusia dengan para dewa.

"Hal inilah yang menyebabkan keroncongan sapi itu lalu disucikan dan diberi nama genta sebagai alat untuk menghubungkan umat manusia di India dengan Ida Sanghyang Widhi," katanya.

Cerita mengenai Genta di Bali hampir serupa dengan yang terjadi di India.

"Keroncongan yang suci itu kemudian dinamakan Genta dan diwariskan secara turun-temurun kepada sisyanya," tutur Mangku Satra.

Secara religius, Genta dipandang sebagai senjata Dewa Iswara yang berada di arah timur.

"Hanya mereka yang sudah disucikan secara niskala oleh pendeta yang diizinkan menggunakan Genta," tambahnya.

Dalam setiap upacara yadnya, suara Genta memiliki makna spiritual yang dalam.

Mangku Satra menjelaskan bahwa Genta sebenarnya adalah stana Ida Sanghyang Widhi.

"Dalam kepercayaan Hindu, bunyi Genta merupakan tanda bahwa Sanghyang Widhi hadir di tengah-tengah umat," katanya.

Kuat lemahnya getaran spiritual Genta tergantung pada kesucian dan kekuatan batin orang yang memainkannya.

"Dalam Lontar Kusumadewa disebutkan, saat melaksanakan tugas, pemangku patut menggunakan Genta," kata Mangku Satra.

Karena itu, bunyi Genta adalah perwujudan ‘bayu’, ucapan mantram sebagai perwujudan ‘sabda’, dan konsentrasi pikiran sebagai perwujudan ‘idep’ dari konsep ‘Tri-guna’ yaitu hakikat anugerah Ida Sanghyang Widhi Wasa kepada manusia."

Menurut Lontar Prakempa, bunyi dan suara memiliki hubungan erat dengan unsur-unsur alam dan membentuk lingkaran yang disebut pangider bhuana.

Fungsi Genta dalam Ritual Keagamaan

Genta sering digunakan dalam berbagai ritual keagamaan Hindu di Bali, seperti:

  • Upacara yadnya: Genta dibunyikan untuk mengiringi pujastawa dan menandakan bahwa Ida Sanghyang Widhi sedang berada di tengah-tengah umat.
  • Meditasi: Bunyi genta membantu meningkatkan konsentrasi dan menenangkan pikiran.
  • Pengusiran roh jahat: Genta dibunyikan untuk mengusir roh jahat dan membersihkan tempat suci.

Simbolisme Genta

Genta memiliki banyak simbolisme dalam budaya Hindu Bali.

Bunyinya diyakini mewakili suara alam semesta dan getaran spiritual yang menghubungkan manusia dengan Ida Sanghyang Widhi.

Genta juga melambangkan kesucian, kekuatan, dan kebijaksanaan. Bentuknya yang bundar melambangkan kesempurnaan dan keabadian.

Baca Juga: Gambelan Gambang: Kesenian Sakral yang Mewarnai Tradisi Berbagai Upacara Hindu di Bali, Meski dalam Lontar untuk Sarwa Prateka

 

Dengan demikian, Genta bukan hanya sebuah alat musik, tetapi juga memiliki makna dan kekuatan spiritual yang mendalam dalam kebudayaan Hindu, baik di India maupun di Bali. ***
 
 
Editor : I Putu Suyatra
#india #Genta #bali #sapi #asal usul #hindu #himalaya #sejarah #keroncong