Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menggali Kebijaksanaan Seksualitas dalam Ajaran Hindu: Rahasia Kesejahteraan dan Kebahagiaan Berdasarkan Lontar Rahasya Sanggama

I Putu Suyatra • Rabu, 27 Maret 2024 | 20:30 WIB
ilustrasi
ilustrasi

DENPASAR, BALI EXPRESS - Dalam ajaran Hindu, seksualitas diilustrasikan sebagai esensi kehidupan melalui simbol lingga dan yoni.

Salah satu sumber kearifan kuno, Lontar Rahasia Senggama, membongkar pesona seksualitas dengan penuh misteri.

Bagaimana seks menjadi kegiatan yang memenuhi?

Secara etimologis, kata "seks" berasal dari bahasa Latin "sexus", yang kemudian berkembang menjadi "sexe" dalam bahasa Prancis.

Istilah ini pertama kali muncul dalam teks bahasa Inggris pada periode 1150-1500 M.

Menurut IG Agung Jaya Suryawan S.Ag, M.Ag, seorang Dosen Filsafat di UHN I Gustsi Bagus Sugriwa Denpasar, "sexe" sebenarnya memiliki arti "pemisah".

Istilah ini digunakan untuk memisahkan bentuk kelamin pria dan wanita. Konsep seks lebih luas, mencakup alat kelamin, gairah, libido, dan aktivitas seksual secara umum.

Suryawan menjelaskan bahwa dalam berbagai sumber seperti kitab Saramuscaya dan Kama Sutra, terdapat pandangan yang berbeda mengenai seks.

Meskipun dalam beberapa ajaran seks dianggap negatif, seperti yang diutarakan dalam kitab Saramuscaya, namun dalam Kama Sutra, seks dipandang sebagai sesuatu yang suci dan agung.

"Dalam kitab Saramuscaya, Bhagawan Wararucci memandang seks sebagai hal yang negatif. Nafsu dikatakan sebagai landasan dari hubungan seksual, dan nafsu adalah bagian yang lekat dengan dosa," ungkapnya.

"Namun, hal bertentangan justru muncul dalam kitab Kama Sutra. Dalam kitab Kamasutra, Bhagawan Vatsyayana menggambarkan hubungan seksual adalah sebuah hubungan yang agung dan suci," jelasnya.

"Bahkan, gerakan gerakan seksual yang digambarkan setara dengan gerakan yoga," urainya.

Dalam Lontar Rahasya Sanggama, terdapat tiga jenis gerakan seks atau senggama: Angguliprawesa (dengan menggunakan jari), Purusaprawea (dengan menggunakan alat kelamin), dan Jihwaprawesa (dengan menggunakan lidah).

Suryawan menekankan bahwa banyak sumber ajaran agama Hindu seperti Kamasutra, Rahasya Sanggama, dan Manawa Dharmasastra yang membahas seksualitas.

Dalam Manawa Dharmasastra, seks dianggap sebagai hubungan sakral yang harus dijalani dengan aturan tertentu, termasuk upacara pernikahan dan larangan melakukan hubungan seks saat istri menstruasi.

Suryawan juga menyoroti pentingnya memilih waktu yang tepat untuk berhubungan seks, sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam Lontar Rahasya Sanggama.

Dia menegaskan bahwa melakukan hubungan seks pada waktu yang tepat membawa dampak positif terhadap keturunan yang dihasilkan.

Terkait dengan praktik seksual, Suryawan menyarankan beberapa hal seperti mandi dan membersihkan diri sebelum berhubungan intim, serta menghaturkan sembah sujud agar diberi keturunan yang baik.

Musik yang menenangkan dan aroma terapi juga dapat menciptakan suasana yang lebih rileks dan tenang.

"Seks sehat dilakukan tiga kali dalam seminggu. Sedangkan seks yang bahagia itu, dilakukan tujuh kali seminggu. Tergantung kemampuan masing – masing pasangan,” ujarnya sembari tertawa.

Poin-poin Penting Seksualitas dalam Ajaran Hindu:

  1. Simbolisme dalam Agama Hindu: Hubungan seksual dalam agama Hindu disimbolkan sebagai sumber kehidupan melalui representasi lingga dan yoni, yang menjadi pusat pemahaman mendalam akan esensi seksualitas.

  2. Keberagaman Lontar tentang Seks: Berbagai lontar kuno, termasuk Lontar Rahasia Senggama, menyediakan wawasan mendalam tentang seksualitas dan misterinya, memperkaya pemahaman akan hubungan intim.

  3. Asal Usul Kata "Seks": Secara etimologis, kata "seks" berasal dari bahasa Latin "sexus", yang berkembang menjadi "sexe" dalam bahasa Prancis, kemudian menjadi bagian dari teks bahasa Inggris pada periode 1150-1500 M.

  4. Arti Seks dalam Kehidupan: Seks memiliki makna yang luas, mencakup tidak hanya aspek fisik dan biologis, tetapi juga psikis dan sosial dari perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

  5. Pandangan Beragam dalam Ajaran Hindu: Dalam ajaran Hindu, terdapat pandangan beragam tentang seks. Meskipun beberapa menganggapnya negatif, seperti dalam kitab Saramuscaya, namun kitab Kama Sutra memandangnya sebagai hubungan yang agung dan suci.

  6. Jenis-Jenis Gerakan Seksual: Dalam Lontar Rahasya Sanggama, dijelaskan tiga jenis gerakan seks atau senggama, yakni Angguliprawesa, Purusaprawea, dan Jihwaprawesa, yang memperkaya pemahaman akan variasi dalam hubungan intim.

  7. Pentingnya Aturan dalam Seks: Ajaran seperti Manawa Dharmasastra menekankan pentingnya aturan dan pantangan dalam melakukan hubungan seksual, termasuk upacara pernikahan dan larangan saat istri sedang menstruasi.

  8. Waktu yang Tepat untuk Seks: Dijelaskan bahwa hubungan seks yang baik adalah yang dilakukan pada waktu yang tepat, mengikuti prinsip-prinsip tertentu yang menjamin kesejahteraan dan kelahiran yang baik.

  9. Tip Praktis untuk Seks yang Berkualitas: Disarankan untuk melakukan beberapa persiapan sebelum berhubungan intim, seperti mandi, memberikan sembah sujud, dan menciptakan suasana yang tenang dengan musik dan aroma terapi.

  10. Definisi Seks Sehat: Seks sehat dan bahagia adalah bagian penting dari kehidupan, dengan rekomendasi tiga kali seminggu untuk seks sehat, sementara seks yang membawa kebahagiaan dapat dilakukan tujuh kali seminggu, sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pasangan.

 

 
 
 
Editor : I Putu Suyatra
#bali #lontar #seks #hindu #Rahasya Sanggama #seksualitas