Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bukan Barong Ket, Wujud Tapakan di Pura Luhur Pucak Kembar Beda, Begini Asal Usulnya

I Putu Mardika • Rabu, 27 Maret 2024 | 20:56 WIB
TAPAKAN: Wujud tapakan di Pura Luhur Pucak kembar memang beda. Bukan berupa barong ket, karena memiliki asal-usul berbeda.
TAPAKAN: Wujud tapakan di Pura Luhur Pucak kembar memang beda. Bukan berupa barong ket, karena memiliki asal-usul berbeda.

BALI EXPRESS - Pura Luhur Pucak Kembar yang terletak di Desa Adat Pacung, Kecamatan Baturiti, Tabanan tergolong unik.

Pasalnya, umumnya tapakan berupa barong ket. Tapi di pura ini, tapakan berwujud Dewata Nawa Sanga.

Bendesa Adat Pacung, Made Kariawan memaparkan, tapakan Nawa Sangga yang terdapat di Pura Luhur Pucak Kembar terdiri dari sembilan tokoh pewayangan, di antaranya Rahwana, Sangut, Delem dengan pajenengan berupa gada, pecut dan bajra.

Sedangkan enam Wre (kera) dengan pajenengan terbuat dari rotan yang bertalian dengan cerita Ramayana.

Dari berbagai sumber disebutkan bahwa asal usul dari pembuatan tapakan Nawa Sangga Pura Luhur Pucak Kembar,  di Desa Adat Pacung, Kecamatan Baturiti, Tabanan berawal dari Krama Subak Poyan/Peneng yang membuat bendungan.

Dalam proses pembuatan bendungan tersebut, krama subak yang beranggotakan 200 kepala keluarga tersebut mengalami kegagalan.

Maka dari itu krama subak Poyan/Peneng memutuskan untuk menghadap (tangkil) kepada I Gusti Agung Nyoman Gede di Puri Perean.

Tujuannya memohon agar I Gusti Agung Nyoman Gede berkenan datang ke tempat pembuatan bendungan.

Akhirnya I Gusti Agung Nyoman Gede dan Krama Subak Poyan/Peneng menuju tempat pembuatan bendungan dengan membawa perbekalan secukupnya.

Namun sebelum memulai pekerjaan membuat bendungan, I Gusti Agung Nyoman Gede) memohon ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi agar pekerjaan pembuatan bendungan berhasil.

Dari doa tersebut terdengar sabda atau wangsit yang isinya agar Ida Bhatara Pucak Rsi, Ida Bhatara Terate Bang, dan Ida Bhatara Beratan dibuatkan tapakan Nawa Sangga.

Baca Juga: Mau Libur Lebaran di Bali? Cek Tiket Masuk Objek Wisata Berikut Tips bagi Pengunjung

“Konon dari petunjuk beliau, jika berkeinginan pembuatan bendungan berhasil dengan baik maka harus membuat (nangiang) Tapakan Nawa Sangga yang distanakan di Pura Luhur Pucak Kembar,” paparnya.

Editor : Nyoman Suarna
#asal usul #Pura Luhur Pucak Kembar #Tapakan #barong