KARANGASEM, BALI EXPRESS - Kawasan Pura Agung Besakih, Kompleks pura Hindu terbesar yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang Kabupaten Karangasem, Bali tidak hanya menawarkan konsep luhuring ambal ambal yang terkenal.
Tetapi juga menyajikan pengalaman unik melalui konsep Soring Ambal Ambal yang kaya akan makna dan spiritualitas.
Informasi ini menjadi panduan berharga bagi umat Hindu yang ingin menikmati momen persembahyangan yang mendalam.
Dalam kompleksnya, Pura Agung Besakih terdiri dari 1 Pura Pusat, yaitu Pura Penataran Agung Besakih, dan 18 Pura pendamping, termasuk Pura Basukian dan 17 Pura lainnya.
Secara horizontal, kompleks Pura Besakih menghadap ke arah Padma Bhuwana, menciptakan atmosfer spiritual yang memikat.
Soring Ambal Ambal, yang merupakan lapisan bawah kompleks Pura Besakih, menawarkan sebelas destinasi yang kaya akan sejarah dan makna spiritual.
Dipimpin oleh Pemangku Pura Besakih, Jro Mangku Widiartha, menjelaskan tentang pura-pura yang termasuk dalam Soring Ambal Ambal memberikan wawasan yang mendalam tentang warisan budaya dan kepercayaan masyarakat Hindu.
Destinasi seperti Pura Pasimpangan, Pura Manik Mas, hingga Pura Merajan Salonding, membawa pengunjung dalam perjalanan spiritual yang mendalam.
"Pura Merajan Kanginan adalah Pura Keluarga milik Ida Manik Angkeran yang mengabdikan seluruh hidupnya kepada Bhatara di Pura Besakih," ungkap Widiartha.
Setiap pura memiliki cerita dan kepercayaan tersendiri, seperti Pura Dalem Puri yang dihubungkan dengan ritual kuburan dan roh leluhur.
"Di Pura Dalem Puri ini juga dilaksanakan Ngusaba Lina atau Ngusaba Pitra saat Sasih Kepitu," tambahnya.
Pura-pura seperti Pura Ulun Kulkul dan Pura Merajan Selonding menawarkan pengalaman unik dengan arsitektur dan budaya yang khas.
"Pura Gua ini berasal dari nama sebuah gua di belakang pura tersebut," jelasnya.
Sedangkan Pura Banua, yang dipercayai sebagai tempat tinggal Dewi Sri, mengundang pengunjung untuk merasakan keajaiban alam dan spiritual.
"Pura Banua menjadi salah satu bagian dari Soring Ambal Ambal," pungkasnya.
Melalui Soring Ambal Ambal, Pura Besakih tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga mempertahankan warisan budaya yang kaya dan menarik.
Setiap pura memiliki nilai dan makna yang dalam, menciptakan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung yang mencari kedamaian dan pemahaman spiritual.
Dengan begitu, Pura Besakih terus menjadi destinasi utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kekayaan spiritual Bali.
1. Pura Pasimpangan:
- Fungsi: Dipercaya sebagai tempat persinggahan arca para Dewa yang terbuat dari kayu cendana sebelum dan sesudah upacara mekiyis di Pura Batu Klotok.
2. Pura Manik Mas:
- Keunikan: Pintu masuknya menghadap ke Selatan, dikelilingi tembok penyengker, dan terbagi atas dua halaman.
- Bangunan: Panggunggan, Gedong Simpen (tempat menyimpan perlengkapan upacara)
Baca Juga: Porosan: Jiwa Persembahan Umat Hindu Bali dengan Makna Tri Murti dan Tri Premana
3. Pura Bangun Sakti:
- Keunikan: Dihubungkan dengan legenda Manik Angkeran yang dihidupkan kembali oleh Dewa Siwa.
4. Pura Merajan Salonding:
- Fungsi: Pura persembahyangan keluarga dan tempat menyimpan seperangkat gambelan (intrumen musik Bali) dari bahan perunggu.
5. Pura Gua Raja (Pura Goa):
- Keunikan: Dipercaya sebagai tempat bersemayamnya Naga Wasuki, sosok ular ilahi.
- Bangunan: Piyasan Pepelik (tempat sesaji) dan gua yang dianggap sebagai tahta Naga Wasuki.
6. Pura Rambut Sadana:
- Informasi lebih lanjut: Sedikit informasi yang tersedia mengenai Pura Rambut Sadana.
7. Pura Basukian:
- Fungsi: Diyakini sebagai tahta Bhatara Naga Wasuki.
8. Pura Dalem Puri:
- Fungsi: Umumnya dihubungkan dengan kuburan dan roh leluhur.
- Bangunan: Gedong yang merupakan pelinggih Bhatari Giri Putri, sakti Dewa Siwa.
- Upacara: Ngusaba Lina atau Ngusaba Pitra saat Sasih Kepitu (bulan ke-7 dalam kalender Bali) dan ramai dikunjungi saat Ida Bhatara Turun Kabeh (manifestasi turunnya Dewa ke dunia).
9. Pura Janggala (Pura Hyang Haluh):
- Keunikan: Disebut juga Pura Jenggala, dihubungkan dengan kerajaan Jenggala di Jawa Timur.
- Bangunan: Bebaturan (tempat sesaji) dengan batu besar yang disucikan, Gedong Cungkub (pelinggih Ida Ratu Ayu).
Baca Juga: Tradisi Unik di Bali: Menjadi Krama Desa Trunyan harus Melalui Tahapan Ritual Ini, Bisa Naik Pangkat
10. Pura Banua:
- Fungsi: Diyakini sebagai tahta Dewi Sri, lambang kesuburan.
- Bangunan: Bale Lumbung Nini (tempat sesaji untuk Bhatari Sri).
11. Pura Mrajan Kanginan:
- Fungsi: Pura keluarga milik Ida Manik Angkeran yang mengabdikan diri pada pura Besakih.