Bunga Ratna bagi Umat Hindu di Bali: Mitologi, Simbol Keindahan, Kesucian, dan Penolak Bala
I Putu Suyatra• Selasa, 2 April 2024 | 22:09 WIB
Bunga Ratna menjadi salah satu sarana penting bagi Umat Hindu di Bali.
BALI EXPRESS – Bunga merupakan salah satu bagian tumbuhan yang indah. Bagi umat Hindu di Bali, bunga memiliki makna lebih dari sekadar hiasan.
Bunga ratna, khususnya, memiliki mitologi yang menarik dan menjadikannya salah satu sarana penting dalam persembahan.
Mitologi Bunga Ratna: Kisah Cantik yang Mendebarkan
Tahukah Anda bahwa di balik penggunaan bunga ratna terdapat sebuah mitos yang menakjubkan?
Dalam kitab Adi Parwa, terungkap bahwa bunga ratna memiliki kisah asal muasal yang mengagumkan, melibatkan bidadari cantik bernama Nilotama.
Nilotama diciptakan oleh Dewa Wiswakarma dengan tujuan menggoda dua raksasa yang tengah bertapa, yaitu Sunda dan Upasunda, yang berusaha menguasai kahyangan.
Kedua raksasa ini bertapa dengan sangat tekun, sehingga para dewa merasa khawatir atas kemungkinan mereka berhasil.
Untuk mengatasi masalah ini, Dewa Brahma meminta bantuan Dewa Wiswakarma untuk menciptakan seorang bidadari cantik yang mampu menggoyahkan tapa kedua raksasa tersebut.
Singkat cerita, Dewa Wiswakarma menciptakan bidadari yang menakjubkan dengan menggunakan bunga ratna dan biji wijen.
Dewi ini memiliki kecantikan yang luar biasa dan mampu memikat siapa pun yang memandangnya.
Bahkan, Dewa Brahma dan Dewa Indra pun terpesona oleh kecantikannya, hingga menciptakan mata tambahan agar bisa memandanginya dari segala arah.
Nilotama kemudian diutus untuk menggoyahkan tapa Sunda dan Upasunda.
Kecantikannya membuat Sunda terpikat dan meninggalkan tapanya demi mendapatkan cintanya.
Hal yang sama terjadi pada Upasunda, yang juga jatuh hati pada Nilotama dan meninggalkan tapanya untuk mengejar sang bidadari.
Namun, perselisihan antara Sunda dan Upasunda tak dapat dihindari.
Keduanya bertempur habis-habisan karena memperebutkan Nilotama, dan akhirnya keduanya tewas dalam pertarungan tersebut.
Keberhasilan Nilotama mendapatkan penghargaan dari para dewa, dan masyarakat dipersilakan untuk menggunakan bunga ratna dalam persembahan mereka.
Selain sebagai simbol keindahan, bunga ratna juga dipercaya memiliki energi gaib yang dapat melindungi umat dari kekuatan jahat.
Dengan demikian, bunga ratna bukan hanya menjadi persembahan, tetapi juga menjadi sarana penolak bala yang sangat dihargai.
Bunga Ratna dalam Persembahan
Bunga ratna yang umumnya berwarna ungu dan berbentuk bulat, dipersembahkan oleh umat Hindu di Bali saat hari suci.
Berbeda dengan bunga lain yang dirangkai, bunga ratna beserta tangkai dan daunnya diletakkan di bawah canang.
Bunga ratna melambangkan keindahan, kesucian, dan dipercaya memancarkan energi gaib untuk melindungi umat.
Oleh karena itu, bunga ratna juga dijadikan sarana penolak bala atau penangkal kekuatan jahat.
Pesan Melestarikan Alam
Lebih luas, bunga menurut Dr. Drs. Ketut Sumadi, M.Par, akademisi UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Denpasar, melambangkan kesuburan dan lestarinya lingkungan.
Bunga memberikan pesan kepada umat untuk menjaga lingkungan tetap asri dan indah, terutama di era pembangunan seperti sekarang.
Bunga ratna memiliki makna penting bagi umat Hindu di Bali.