BALI EXPRESS - Di balik gemerlapnya kawasan wisata Jimbaran, Bali, terdapat sebuah pura Hindu yang menawan dan penuh misteri, yaitu Pura Goa Peteng Alam Tunjung Mekar. Terletak di Desa Adat Kutuh, pura ini menawarkan pengalaman spiritual yang unik dan tak terlupakan.
Dibangun dengan penuh makna, nama Pura ini memiliki arti mendalam. 'Goa' yang berarti goa, 'Peteng' yang bermakna gelap, 'Alam' yang melambangkan proses alam, dan 'Tunjung Mekar' yang menggambarkan harapan layaknya bunga yang mekar indah.
Keberadaannya telah menghiasi Jimbaran sejak bertahun-tahun yang lalu, menjadi bagian tak terpisahkan dari warisan budaya Bali.
Berlokasi di Jalan Goa Peteng, dekat Ayana Hotel, atau tepatnya di wilayah Desa Adat Kutuh, Pura ini menghadirkan pengalaman spiritual yang mendalam bagi para pengunjung.
Namun, akses menuju ke sana memang bukan perkara mudah.
Jalur berbatu kapur membuat perjalanan menuju Pura ini menantang, namun sebanding dengan keindahan yang akan ditemui di sana.
Perjalanan sepanjang 1,5 km melewati jalan berbatu kapur akan memimpin wisatawan menuju mulut goa tempat Pura berdiri.
Meski tanggal pasti pendirian Pura ini tidak diketahui, namun keberadaannya telah terpatri kuat dalam sejarah Jimbaran.
"Sudah ada sejak lama, saya mendapatkannya dalam keadaan seperti ini dan saya hanya melanjutkannya," ungkap Pemangku Pura Goa Peteng Alam Tunjung Mekar, I Ketut Kecuh, dalam wawancara pada Jumat (20/11/2016).
Awalnya, Pura ini hanya terdiri dari satu palinggih di mulut goa yang memiliki sumber air alami.
Dahulu, masyarakat lokal mengandalkan sumber air tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Pada masa lalu, warga menggunakan obor untuk menembus kegelapan goa menuju sumber air tersebut.
Namun, kini penggunaannya telah berubah.
Goa ini tidak lagi hanya menjadi sumber air, melainkan telah dijadikan tempat melukat atau penyucian diri bagi para pengunjung yang mencari kedamaian spiritual di tengah hiruk pikuk kehidupan modern.
Di balik gemerlapnya kawasan wisata Jimbaran, terdapat sebuah pura Hindu yang menawan dan penuh misteri, yaitu Pura Goa Peteng Alam Tunjung Mekar.
Terletak di Desa Adat Kutuh, pura ini menawarkan pengalaman spiritual yang unik dan tak terlupakan.
Baca Juga: Bunga Ratna bagi Umat Hindu di Bali: Mitologi, Simbol Keindahan, Kesucian, dan Penolak Bala
Asal Usul dan Makna Nama:
- Pura Goa Peteng: "Goa" berarti gua, "Peteng" berarti gelap.
- Alam: Terbentuk melalui proses alam.
- Tunjung Mekar: Bunga teratai yang mekar, melambangkan harapan dan kesucian.
Lokasi dan Akses:
- Terletak di Jalan Goa Peteng, dekat Ayana Hotel.
- Jalur menuju pura cukup menantang dengan jalan batu kapur.
- Jarak sekitar 1,5 km dari jalan utama.
Sejarah dan Keunikan:
- Berdiri sejak puluhan tahun lalu.
- Awalnya hanya satu palinggih di mulut gua dengan sumber air.
- Dulu, airnya digunakan untuk keperluan sehari-hari.
- Kini, gua menjadi tempat melukat atau penyucian diri.
- Pengunjung harus menggunakan obor untuk menjelajahi gua.
Daya Tarik Pura Goa Peteng:
- Suasana gua yang gelap dan mistis.
- Sumber air suci yang menyegarkan.
- Relief dan ornamen yang indah di dalam gua.
- Pengalaman spiritual yang unik dan tak terlupakan.
Tips Berkunjung:
- Gunakan pakaian yang sopan dan nyaman.
- Bawalah obor atau senter untuk penerangan di dalam gua.
- Berhati-hatilah saat menjelajahi gua karena medannya licin.
- Jagalah kesucian dan keasrian pura.