Pura Dalem Solo, Pura Hindu Bali yang Unik: Menelusuri Jejak Sejarah Ida Ratu Sakti dan Misteri di Badung
I Putu Suyatra• Kamis, 4 April 2024 | 19:55 WIB
Pura Dalem Solo, sebuah pura Hindu unik yang terletak di Desa Sedang, Abiansemal, Badung, Bali
BADUNG, BALI EXPRESS - Pura Dalem Solo, sebuah pura Hindu unik yang terletak di Desa Sedang, Abiansemal, Badung, Bali, menyimpan banyak misteri dan sejarah menarik.
Pura ini bukan hanya cagar budaya, tetapi juga diyakini sebagai salah satu stana Ida Ratu Sakti, sosok yang dikisahkan dalam Lontar Tattwa Catur Bhumi.
Asal-usul Ida Ratu Sakti dan Perjalanannya ke Bali
Lontar Tattwa Catur Bhumi menceritakan kisah Ida Ratu Sakti, keturunan dari Majalangu/Majapahit, bersama permaisurinya Ida Ratu Ayu Mas Macaling.
Beliau mendalami tattwa kadyatmikan dan rajin melaksanakan Yoga Samadhi.
Dikisahkan pula bahwa Ida Ratu Sakti dan Ida Ratu Ayu Mas Macaling memiliki kesaktian, termasuk aji wegig.
Setelah sekian lama, Ida Ratu Sakti berkeinginan untuk pergi ke Pulau Bali karena mendapat petunjuk bahwa banyak tempat suci di Bali yang cocok untuk beryoga.
Ida Ratu Ayu Mas Macaling tidak diizinkan ikut dan diminta untuk tetap tinggal di puri.
Ida Ratu Sakti kemudian menuju Bali dan mendirikan pasraman di Munduk Guling.
Beliau terus melakukan perjalanan dan mencari tempat suci, hingga akhirnya tiba di Pallawa Gambira (Klungkung) dan hutan yang ramai binatangnya.
Di sana, banyak arya yang mengabdi kepada Beliau, termasuk Arya Sentong, Jelantik, Wang Bang, dan keturunan Dukuh Jumpungan.
Tempat-tempat yang Dikunjungi Ida Ratu Sakti di Bali
Perjalanan Ida Ratu Sakti di Bali membawa Beliau ke berbagai tempat, termasuk:
Tinjak Menjangan: Beliau melaksanakan Yoga Samadhi di atas batu berbentuk gepeng.
Bendung: Arya Sentong menemukan bambu kuning dan mendapat keris, kemudian namanya diganti menjadi I Gusti Ngurah Pacung.
Keraton/Kedaton: Ki Bandesa menemukan tempat seperti puri dan mendapat petunjuk untuk pergi dari sana.
Pura Paruman: Beliau membangun pura dari batu yang digunakan sebagai tempat tinggal.
Pura Pusering Tasik: Beliau bertapa di atas batu yang menutup sumur.
Jemeng, Pinge, Tuwa: Beliau beristirahat dan beryoga di tempat yang ditumbuhi cempaka putih.
Sarwa Nadi, Tegeh, Angsri, Gunung Lebah, Penataran, Pucak Asah: Beliau mendirikan permandian Beji Tamansari dan memiliki batu untuk membersihkan diri yang disebut Batu Saliwah.
Alas Bun: Beliau membantu penduduk mengatasi hama dan wabah.
Pura Dalem Solo: Peninggalan Sejarah dan Spiritual
Pura Dalem Solo diyakini sebagai salah satu tempat yang didirikan oleh Ida Ratu Sakti.
Pura ini memiliki banyak palinggih unik, termasuk palinggih Ratu Subandar yang berhias keramik kuno dan meru tumpang lima.
Palinggih utamanya berupa candi yang merujuk kepada Candika, salah satu gelar Dewi Durga.
"Namun yang distanakan di dalamnya tentunya juga Dewa Siwa, karena keduanya tidak bisa dilepaskan," kata I Nyoman Sukada, Pengalihaksara Lontar Tattwa Catur Bhumi.