Pura Goa Peteng Alam Tunjung Mekar: Tempat Mohon Petunjuk Kesembuhan, Berada di Jalur Bandara Ngurah Rai - Pura Uluwatu
I Putu Suyatra• Sabtu, 6 April 2024 | 22:32 WIB
Terletak di Desa Pakraman Kutuh, Jimbaran, Pura Goa Peteng Alam Tunjung Mekar menawarkan pengalaman spiritual unik di tengah alam.
BALI EXPRESS - Di tengah kesibukan jalur Bandara Ngurah Rai menuju Pura Uluwatu, tersembunyi sebuah permata spiritual yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas, yaitu Pura Goa Peteng Alam Tunjung Mekar. Terutama bagi umat Hindu di Bali.
Lokasinya yang tersembunyi dan akses yang menantang memang membuatnya tidak begitu dikenal.
Namun, bagi yang berani menjelajah, pengalaman yang menakjubkan menanti di balik setiap langkah.
Pura ini terletak di Desa Pakraman Kutuh, di antara hiruk-pikuk jalan utama dan dekat dengan Hotel Ayaha.
Namun, untuk mencapai ke sana, petualangan dimulai dari jalan setapak sepanjang 1,5 kilometer yang terbuat dari batu kapur.
Meski menantang, perjalanan itu sendiri adalah bagian dari keindahan pengalaman menuju keagungan pura ini.
Setelah menaklukkan jalanan berbatu, pengunjung akan dihadapkan pada pintu gerbang pura yang tersembunyi di balik goa.
Suasananya yang hampir magis, mirip dengan Pura Goa Giri Putri di Nusa Penida, menyambut para pengunjung.
Di luar pintu goa, terdapat sebuah pohon beringin besar yang diyakini sebagai rambut Bhatara yang melinggih di Pura Goa Peteng, namun siapa yang bersemayam di dalam pura itu tetap menjadi misteri.
Di dalam pura, tersembunyi dua goa yang menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam.
Goa ke arah utara memiliki kedalaman 250 meter, sementara yang ke arah selatan mencapai 300 meter.
Goa yang mengarah ke selatan memiliki dua sumber air, yang dipercayai sebagai simbol perpaduan laki-laki dan perempuan.
Meskipun bukan untuk ritual melukat, sumber air itu sering dimohon sebagai tirta suci.
Namun, untuk ritual melukat, pengunjung harus memasuki goa yang mengarah ke utara.
Menuruni puluhan anak tangga, mereka akan disambut oleh kelelawar yang diyakini sebagai penjaga setia Goa Peteng.
Tetesan air dari dinding goa mengiringi langkah-langkah mereka, menciptakan suasana yang memukau.
Di dalam goa, selain kelelawar, juga terdapat ular phyton yang diyakini sebagai penjaga pura.
Tidak hanya pengalaman spiritual, Pura Goa Peteng juga menyuguhkan keindahan alam dan batuan sakral yang mengagumkan.
Batu-batu di sekitarnya diyakini memiliki bentuk yang unik dan memiliki makna mistis bagi masyarakat setempat.
Pengunjung juga akan menemui ritual panglukatan yang dilakukan dengan penuh khidmat, mengikuti perhitungan pawukon yang jatuh pada Redite Wuku Madangkungan.
Meskipun bukan hari piodalan, Pura Goa Peteng tetap ramai dikunjungi oleh masyarakat setempat.
Beberapa di antaranya adalah para sulinggih atau pedanda yang datang untuk tujuan spiritual.
Melukat, memohon tirta untuk upacara keagamaan, atau bahkan pengobatan, menjadi alasan bagi mereka yang mengunjungi pura ini.
Pemangku Pura Goa Peteng Alam Tunjung Mekar, I Ketut Kecuh, menyambut setiap pengunjung dengan hangat.
Meskipun tidak ada aturan khusus, pengunjung diingatkan untuk menjaga etika dan menghormati kekudusan tempat tersebut.
"Salah satunya adalah larangan untuk buang air kecil sembarangan, karena diyakini dapat mengganggu energi spiritual," ungkapnya.
Menelusuri jejak spiritual di Pura Goa Peteng Alam Tunjung Mekar adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Dari keindahan alam hingga kesakralan tempat ini, setiap detil menawarkan pesona yang memikat.
Bagi yang berani menjelajah dan menghormati aturan, pintu gerbang spiritual ini terbuka lebar untuk dijelajahi.
Keunikan Pura Goa Peteng:
Terletak di dalam goa dengan dua lorong: utara (250 meter) dan selatan (300 meter).
Goa selatan memiliki dua sumber air simbol purusa dan pradana (laki-laki dan perempuan).
Goa utara digunakan untuk melukat dengan puluhan anak tangga dan kelelawar yang menyambut.
Dihuni oleh ular phyton, kelelawar, dan bebatuan unik dengan makna sakral.
Air di goa memiliki rasa setengah tawar dan setengah asin karena letaknya di pinggir laut.
Upacara Melukat:
Dimulai dengan menghaturkan canang di pererepan suci pemangku.
Matur piuning di pura.
Melukat di goa utara dengan menghaturkan canang dan mengucap keinginan.
Memohon tirta dan bija sebagai penutup.
Piodalan:
Dilaksanakan berdasarkan perhitungan pawukon, jatuh pada Redite Wuku Madangkungan.
Diselenggarakan oleh keluarga besar I Ketut Kecuh.
Pengunjung:
Banyak yang datang untuk melukat, memohon tirta, dan pengobatan.
Dipercaya memberikan petunjuk untuk kesembuhan.
Aturan dan Etika:
Tidak ada pantangan khusus, cukup tidak cuntaka.
Disarankan membawa pejati.
Dilarang kencing atau buang air kecil saat melukat.
Jangan usil dan hormati benda-benda sakral di pura.
Pura Goa Peteng Alam Tunjung Mekar merupakan destinasi spiritual unik dan tempat melukat di Jimbaran dengan pesona tersembunyi dan aura mistis.
Pengalaman melukat di goa dengan airnya yang unik dan suasana alamnya yang tenang memberikan pengalaman spiritual yang tak terlupakan. ***