Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ingin Jadi Pandita Hindu? Lontar Tutur Gong Besi Ungkap Rahasia Sulinggih: Terpenting Pahami Konsep Panca Geni

I Putu Mardika • Selasa, 9 April 2024 | 16:47 WIB
SULINGGIH: Ida Pandita saat ngelokapalasraya.  Namun untuk menjadi sulinggih Hindu harus paham ajaran dalam lontar Tutur Gong Besi.
SULINGGIH: Ida Pandita saat ngelokapalasraya. Namun untuk menjadi sulinggih Hindu harus paham ajaran dalam lontar Tutur Gong Besi.

BALI EXPRESS - Peran sulinggih begitu vital dalam meningkatkan sradha bakti umat Hindu. Sasana sulinggih sebagai orang yang disucikan, menjadi panutan bagi semua orang.

Rupanya ajaran terkait kepanditaan diulas dalam berbagai lontar, salah satunya lontar Tutur Gong Besi.

Lontar Tutur Gong Besi memuat ajaran terkait kepanditaan, pengetahuan apa yang patuh diketahui dan dikuasai oleh seorang pandita dalam menjalankan tugasnya.

Pengetahuan ini  wajib dipelajari oleh seseorang yang hendak medwijati.

Lontar ini juga menegaskan bahwa menjadi seorang pandita atau sulinggih senantiasa harus berusaha meningkatkan kualitas diri.

Tujuannya agar mampu menguasai pengetahuan-pengetahuan sekala dan niskala dalam menjalankan swadharma.

Dosen Fakultas Brahmawidya, UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Hari Harsananda dalam Jurnal Kamaya menerangkan,  Lontar Tutur Gong Besi memiliki ajaran tentang Dalem Kawi yang mulia dan rahasia.

Bahkan seorang pandita dikatakan belum sempurna apabila belum mengetahui ajaran ini.

Dalam Lontar Tutur Gong Besi juga diungkap tentang keberadaan Panca Geni atau lima api di dalam badan yang wajib diketahui oleh seorang pandita.

Sebab ajaran ini akan digunakan pada saat proses mepuja yaitu saat Dagdig Karana.

 “Api-api tersebut akan dinyalakan dengan Jnana sehingga dapat membakar segala kekotoran, mala, leteh, serta segala hal-hal buruk yang terdapat di dalam tubuh. Sehingga dibakar habis sehingga menyisakan badan yang bersih dan suci,” paparnya.

Baca Juga: Ulang Tahun Ke-50, Dek Ulik Persembahkan “Uyang Paling” untuk Widi Widiana

Oleh karena itu, sambungnya, seorang pandita harus senantiasa mengasah kemampuan spiritualnya agar dapat meningkatkan kualitas dirinya.

Lontar Tutur Gong Besi juga menguraikan bahwa seorang pandita membutuhkan kesiapan yang matang serta pengetahuan tentang ajaran agama.

“Beliau juga wajib mengetahui hakekat hidup sebagai manusia, mampu membedakan hal-hal yang bersifat duniawi (sekala) yang menyebabkan keterikatan pada maya,” paparnya.

Menjadi sulinggih merupakan hal yang tentu tidak mudah untuk dijalankan.

Beraneka macam sadhana wajib dilaksanakan karena tujuan dari kehidupan seorang pandita adalah mengayomi dan melayani umatnya. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#pandita #lontar #sulinggih #tutur gong besi #hindu #panca geni