Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

8 Tips Menghadapi Fenomena Ngiring bagi Umat Hindu di Bali dari Guru Mangku Hipno

I Putu Suyatra • Rabu, 10 April 2024 | 15:21 WIB

Guru Mangku Hipno
Guru Mangku Hipno

DENPASAR, BALI EXPRESS - Fenomena Ngiring, di mana seseorang diyakini dirasuki oleh roh dewa atau leluhur, kembali menjadi perbincangan hangat bagi Umat Hindu di Bali.

Banyak orang mengaku Ngiring, dan tak jarang dikaitkan dengan berbagai kejadian, baik positif maupun negatif.

Guru Mangku Hipno, seorang praktisi spiritual dan pakar hipnosis, memberikan beberapa tips untuk menghadapi fenomena Ngiring:

1. Pastikan Sumber Informasi yang Valid:

Tanyakan kepada orang yang mengatakan Anda Ngiring darimana mereka mendapatkan informasi tersebut.

Pastikan mereka memiliki pengetahuan dan kredibilitas yang cukup untuk menentukan apakah Anda benar-benar Ngiring.

Baca Juga: Fenomena Ngiring di Bali: Antara Kepercayaan dan Realitas

2. Pertimbangkan Manfaat Ngiring:

Pikirkan apakah Ngiring dapat menyelesaikan problem-problem yang Anda alami. Jika jawabannya ya, maka pertimbangkan untuk Ngiring.

3. Siapkan Diri:

Sebelum memutuskan untuk Ngiring, pastikan Anda siap untuk berbagi. Orang yang Ngiring harus memiliki sifat memberi, baik dalam bentuk harta, pengetahuan, maupun keahlian.

4. Kenali Sasuhunan yang Anda Iring:

Jika Anda diminta Ngiring oleh seseorang yang mengatasnamakan sasuhunan, tanyakan nama sasuhunan tersebut dan bagaimana cara memujanya.

Baca Juga: Leluhur bagi Umat Hindu di Bali: Dihormati Saat Hidup dan Diabadikan dalam Memori serta Hindari Kepongor

Lakukan kontemplasi untuk mengetahui latar belakang sasuhunan.

5. Pastikan Kesucian Diri:

Orang yang Ngiring harus memiliki kesucian hati dan pikiran. Jika Anda masih suka melakukan maksiat dan belum fokus untuk memperbaiki diri, maka Anda belum siap untuk Ngiring.

6. Hindari Ngiring dengan Motif Salah:

Jangan Ngiring dengan motif untuk mencari keuntungan pribadi, ketenaran, atau kekuatan sakti.

Ngiring harus dilakukan dengan niat yang tulus untuk meningkatkan spiritualitas dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Baca Juga: Membangun Rumah Umat Hindu di Bali: Dari Turus Lumbung hingga Merajan

7. Pahami Sifat Ngiring:

Ada tiga sifat Ngiring: tamasika (tamak), rajasika (sombong), dan sattwika (bijaksana, rendah hati, suka menolong). Pastikan Anda Ngiring dengan sifat sattwika.

8. Konsultasikan dengan Ahli:

Jika Anda masih ragu atau tidak yakin tentang fenomena Ngiring, konsultasikan dengan orang yang ahli di bidang spiritual atau medis.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, Anda dapat menghadapi fenomena Ngiring dengan lebih bijak dan terhindar dari penipuan atau kesalahpahaman. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #fenomena #ngiring #hindu