BALI EXPRESS - Bali, yang terkenal dengan julukan "Pulau Seribu Pura," menyimpan rahasia spiritual yang mendalam di balik keindahan alamnya.
Pura, sebagai tempat suci bagi umat Hindu, memiliki peran yang tak terbantahkan dalam memelihara tradisi dan kepercayaan lokal.
Di antara ribuan pura yang tersebar di pulau ini, Pura Dalem menonjol dengan kekuatan magisnya yang melibatkan urusan kanuragan dan ilmu Pangleakan.
Menyimpan sejarah dan kearifan nenek moyang, Pura Dalem menjadi pusat kegiatan rohani yang kaya akan simbolisme dan filosofi.
Namun, apa yang membuatnya begitu istimewa adalah perannya dalam konsep Kahyangan Tiga, di mana keberadaannya erat terkait dengan Pura Desa, Puseh, dan tentu saja, Dalem.
Konsep Tri Murti mewakili kekuatan penciptaan, pemeliharaan, dan peleburan, menciptakan harmoni dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, keunikan Pura Dalem tak berhenti di situ. Di Bali, terdapat dua jenis Pura Dalem: yang terkait dengan Kahyangan Tiga dan yang tidak.
Yang terakhir ini seringkali menjadi bagian dari sejarah penguasa pada masa lampau, menambah nuansa mistis dan kisah yang menggugah imajinasi.
Ahli spiritual Bali, Jro Mangku Dr. Made Subagia, mengungkapkan bahwa keberadaan Pura Dalem, Prajapati, dan Setra adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam konsep purusa lan pradana, menciptakan keseimbangan energi positif dan negatif.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perpaduan dua kekuatan tersebut tidak hanya menjadi lambang kehidupan, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi praktisi ajaran pangliakan atau pangleakan.
Dalam kepercayaan mereka, saat dua unsur yang berbeda menyatu, akan tercipta penciptaan yang baru, menciptakan keharmonisan dan kedamaian di dunia.
Pura Dalem juga memiliki hubungan yang erat dengan tempat khusus seperti setra atau kuburan, di mana energi Siwa-Durga yang disatukan menciptakan tempat pemujaan yang angker namun penuh kekuatan.
Menurut Jro Mangku Subagia, keberadaan Pura Dalem cenderung di selatan desa adat atau desa pakraman, merujuk pada kepercayaan Siwa Brahma Prajapati.
Dengan demikian, Pura Dalem tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi titik sentral bagi pemahaman akan keharmonisan alam semesta dan keberagaman kepercayaan di Bali.
"Melalui ritual dan praktik spiritual, masyarakat Hindu di Bali memperkuat hubungan mereka dengan alam dan tradisi nenek moyang mereka, menciptakan warisan budaya yang kaya dan memikat bagi dunia," ungkapnya.
Bagaimana dengan Pura Dalem Puri di Besakih?
Pura Dalem Puri memiliki perbedaan dengan Pura Dalem kahyangan, sehingga lokasinya tidak berdekatan dengan setra dan Prajapati.
Menurutnya, Pura Dalem Puri adalah versi paling mendasar dari Pura Dalem Kahyangan Tiga, yang dapat ditemukan di setiap desa pakraman di Bali.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa upacara nuntun dewa pitara ke pura pemujaan keluarga, yang sering disebut merajan, tidak harus dilakukan di Dalem Puri. Hal tersebut bukanlah suatu keharusan.
Dia menjelaskan bahwa Pura Dalem Puri Besakih adalah jenis pura yang memiliki kekuatan magis religius dari Dewa Siwa yang dikenal sebagai Uma Dewi atau Dewi Durga.
Hal ini menjadikan pintu masuk Pura Dalem Puri menghadap langsung ke pintu masuk Pura Penataran Agung Besakih yang berbentuk Candi Bentar.
Mereka yang menganut Siwa Siddhanta di Bali cenderung percaya bahwa roh orang yang meninggal disimbolkan menuju alam gaib yang dikenal sebagai Para Loka.
Roh yang baik diyakini disambut dan diterima di Pura Dalem Puri sebagai simbol Sorga.
Secara umum, Pura Dalem dikategorikan menjadi dua jenis:
1. Pura Dalem Kahyangan Tiga:
- Menjadi bagian integral dari Pura Kahyangan Tiga, yang terdiri dari Pura Desa, Puseh, dan Dalem.
- Memiliki hubungan erat dengan setra (kuburan) dan Pura Prajapati, melambangkan kesatuan Purusa (Siwa Brahma Prajapati) dan Pradana (Ida Hyang Bhatari Durga).
- Setra menjadi tempat penyatuan energi Siwa Ludra dan Durga Berawi, menciptakan keseimbangan dan kedamaian.
- Di sinilah para pengamal ajaran pangliakan atau pangleakan mencari waktu tepat untuk pemujaan dan mendapatkan anugerah kekuatan Siwa-Durga.
2. Pura Dalem dan Sejarah Penguasa
- Keberadaan Pura Dalem yang bukan bagian dari Kahyangan Tiga banyak berkaitan dengan sejarah penguasa di masa lampau.
- Gelar "Dalem" merupakan gelar bagi bangsawan yang umumnya berasal dari Jawa.
- Trah Dalem, keturunan raja-raja tersebut, umumnya menganut ajaran Siwa. Pada masa itu, dua ajaran utama di Nusantara adalah Siwa dan Buddha.
- Pura Dalem menjadi saksi bisu perjalanan sejarah dan tradisi di Bali. Keberagaman jenisnya mencerminkan kompleksitas budaya dan kepercayaan masyarakat Hindu di Pulau Dewata.