Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mantra "Om": Pusat Keberagaman Spiritual Hindu

I Putu Suyatra • Minggu, 14 April 2024 | 21:13 WIB

Aksara "OM"
Aksara "OM"

BALI EXPRESS - Mantra "Om" merupakan elemen sentral dalam praktik spiritual Hindu, diucapkan dengan penuh penghormatan dalam sembahyang dan meditasi. Dominasinya dalam ruang bhakti umat Hindu di Bali, dikenal sebagai Ongkara, mencerminkan makna dan fungsinya yang mendalam.

Sira Mpu Dharma Agni Yoga Sogata, seorang pemuka agama Hindu dari Griya Taman Giri Candra Batubulan, Gianyar, Bali, memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya "Om" dalam kehidupan spiritual.

Fungsi dan Keunikan "Om":

Baca Juga: Mengapa Mantra Om Mendominasi Ruang Bhakti Umat Hindu?

Keberagaman Mantra:

Meskipun "Om" memiliki peran sentral, mengapa masih terdapat banyak mantra lain?

Sira Mpu menjelaskan bahwa manusia memiliki keinginan dan tujuan yang beragam.

"Para pendeta dan jro mangku memiliki kewajiban untuk menghafal berbagai mantra sesuai dengan pemahaman mereka," ungkapnya.

Omkara: Sumber Segala Mantra:

Semua mantra pada akhirnya bermuara pada "Omkara".

Bagi mereka yang mampu menghafal mantra lain dengan benar, pengucapannya harus dilakukan dengan penuh penghormatan dan kepatuhan pada tata cara yang benar.

Baca Juga: Tajen di Bali: Sejarah dan Makna Ritual Hindu Pertarungan Ayam dalam Upacara Yadnya

Perbedaan Mantra, Sloka, dan Saa:

Sira Mpu juga menjelaskan perbedaan antara mantra, sloka, dan saa dalam konteks Hindu Bali.

Mantra berasal dari Catur Weda dan dimulai dengan "Om".

Sloka memiliki hukum pengucapan sesuai bahasa Sanskerta.

Sаа berbahasa Kawi atau Jawa Kuna, dan juga bahasa Bali.

Bhakti sebagai Kunci:

Sira Mpu menekankan pentingnya bhakti, atau pengabdian yang tulus, dalam pengucapan mantra.

Bhakti yang tinggi diyakini dapat memaksimalkan manfaat mantra.

Baca Juga: Tajen di Bali: Sejarah dan Makna Ritual Hindu Pertarungan Ayam dalam Upacara Yadnya

Fungsi Lain "Om":

Mantra "Om" memiliki banyak fungsi, termasuk pengendalian, perlindungan, dan mendekatkan diri dengan Paramaatman.

Selain itu, pengucapan "Om" dapat digabungkan dengan pranayama untuk menjaga kesehatan fisik dan jiwa.

Teknik Pengucapan dan Meditasi:

Sira Mpu memberikan panduan untuk menguasai teknik pengucapan "Om" yang tepat, pernafasan yang baik, dan meditasi.

Baca Juga: Tradisi Unik Membuat Lubang di Desa Adat Glagahlinggah Bali: Alasannya Bikin Kagum

Ongkara di Bali:

Di Bali, terdapat berbagai jenis "Ongkara" dengan berbagai fungsi, seperti Ongkara Gni, Ongkara Sabdha, Ongkara Amritha, Ongkara Pasah, dan Ongkara Adu-mukha. Ongkara biasanya digunakan dalam rarajahan.

Perdebatan Omkara vs Ongkara:

Beberapa pihak masih mendebatkan penggunaan "Omkara" dan "Ongkara".

Belakangan ini, "Omkara" lebih populer diucapkan oleh umat, namun dalam rarajahan tentunya tetap menggunakan "Ongkara".

Kesimpulan:

Dominasi "Om" atau "Ongkara" dalam ruang bhakti umat Hindu mencerminkan perannya sebagai pusat spiritualitas Hindu.

Mantra suci ini memiliki makna dan fungsi yang mendalam, dan penggunaannya harus dilakukan dengan penuh penghormatan dan keyakinan. ***

Baca Juga: Di Balik Keindahan Arsitektur Bali: Ini Rahasia yang Disembunyikan

Editor : I Putu Suyatra
#om #sloka #aksara suci #Panca Maha Bhuta #hindu #mantra #Weda