Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Saat Menstruasi, Wanita Dianjurkan Ucapkan Mantra Ini setelah Mandi: Penjelasan Cuntaka dan Kesucian Diri dalam Hindu Bali

I Putu Suyatra • Minggu, 14 April 2024 | 21:25 WIB

 

ilustrasi menstruasi
ilustrasi menstruasi

BALI EXPRESS - Cuntaka, sebuah konsep dalam agama Hindu di Bali, merujuk pada keadaan kotor secara jasmani maupun rohani yang dialami seseorang akibat peristiwa tertentu, seperti kematian anggota keluarga, kelahiran anak, menstruasi, dan sebagainya.

Pada masa cuntaka, umat Hindu umumnya dilarang memasuki pura atau tempat suci.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana dengan pengucapan mantra atau sembahyang secara pribadi?

Sira Mpu Dharma Agni Yoga Sogata, seorang pemuka agama Hindu, menjelaskan bahwa berdasarkan Catur Weda, tidak ada larangan untuk mengucapkan mantra, termasuk bagi mereka yang sedang cuntaka.

Baca Juga: Mantra Om: Pusat Keberagaman Spiritual Hindu

Menstruasi, contohnya, merupakan proses alami yang dialami perempuan.

Justru, kata beliau, saat menstruasi, perempuan dianjurkan untuk mengucapkan mantra Omkara setelah mandi.

"Dengan pengucapan Omkara, Tuhan akan menyucikan dan memberikan kesembuhan bagi yang sakit," terangnya.

Cuntaka dan Kepercayaan Tradisional:

Cuntaka erat kaitannya dengan kepercayaan tradisional Bali.

Di masa lampau, orang-orang yang melihat perempuan menstruasi, kematian, atau anak kecil, dilarang untuk sembahyang.

Baca Juga: Rahasia Tersembunyi di Kaki Gunung Lempuyang Bali: Ada Mata Air Masam yang Memiliki Berbagai Khasiat

Kurangnya pemahaman yang benar mendorong mereka untuk mengikuti tradisi ini.

Namun, bagi mereka yang memahami ajaran agama dengan baik, tidak ada pantangan untuk sembahyang saat cuntaka.

Mantra sebagai Penyucian:

Mantra, justru, memiliki peran penting dalam menyucikan diri bagi mereka yang sedang cuntaka.

Yang terpenting adalah fokus dan tidak terganggu oleh keadaan yang dialami.

Misalnya, perempuan yang menstruasi tidak merasa terganggu dengan keadaannya dan dengan ketulusan bersujud serta mengucapkan mantra Omkara atau mantra lainnya.

Tuhan di Dalam Diri:

Sira Mpu mengutip Bhagawan Shri Satya Sai Baba yang mengatakan bahwa di zaman Kali Yuga ini, manusia cenderung mencari Tuhan di luar diri, padahal Tuhan ada di dalam diri setiap manusia.

"Oleh karena itu, lebih baik perbanyak penyucian diri karena Tuhan berada dalam diri kita dalam wujud Atman. Inilah konteks Brahman Atman Aikyam. Sesungguhnya Brahman adalah Atman itu sendiri," tegas beliau.

Kesimpulan:

Cuntaka merupakan tradisi Hindu di Bali yang perlu dipahami dengan benar.

Pengucapan mantra dan sembahyang secara pribadi tidak dilarang, bahkan dianjurkan, karena mantra memiliki peran penting dalam menyucikan diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan.

Baca Juga: Rahasia Spiritual Dua Jenis Pura Dalem bagi Umat Hindu di Bali: Kaitannya dengan Pura Dalem Puri di Besakih

Yang terpenting adalah fokus dan ketulusan dalam melakukan ibadah, dengan keyakinan bahwa Tuhan ada di dalam diri setiap manusia. ***

Editor : I Putu Suyatra
#bali #menstruasi #Cuntaka #hindu #mantra