Naga Banda: Simbol Keterikatan dan Penuntun Menuju Kebebasan dalam Upacara Ngaben Umat Hindu Bali
I Putu Suyatra• Minggu, 14 April 2024 | 22:28 WIB
NAGA BANDA : Palebon mantan Bupati Klungkung yang juga tokoh Puri Klungkung Tjokorda Gde Agung, Januari 2021, menggunakan Naga Banda. I Made Mertawan/Bali Express.
BALI EXPRESS - Naga Banda, sebuah sarana penting dalam upacara Ngaben di Bali, terutama bagi keluarga puri, keturunan raja, dan pandita Buddha di Desa Budakeling, Karangasem.
Simbol Keterikatan:
Naga Banda, dengan wujudnya yang menyerupai ular naga raksasa yang mengerikan, melambangkan keterikatan manusia pada hawa nafsu dan sifat keduniawian.
Filosofi Naga Banda:
Dosen Filsafat Hindu Putu Ariyasa Darmawan menjelaskan filosofi di balik Naga Banda.
Menurutnya, dalam Lontar Tattwa Bhatara Astapaka disebutkan, Naga Banda merepresentasikan alat pengikat keduniawian, seperti harta benda, indriya, dan keinginan yang timbul dari kebodohan.
Pembebasan Atma:
Upacara Ngaben dengan Naga Banda bertujuan untuk melepaskan atma dari keterikatan tersebut, mencapai kebebasan dan bersatu kembali dengan Sang Hyang Parama Atma.
Penuntun Menuju Surga atau Moksa:
Naga Banda berperan sebagai penuntun Sang Hyang Atma menuju surga atau moksa, sekaligus menjadi penebusan dosa melalui Pitra Yadnya.
Analogi Naga dan Bumi:
Secara filosofis, Naga Banda dianalogikan dengan tiga naga yang melilit bumi: Anantabhoga (tanah), Basuki (air), dan Taksaka (udara). Ini melambangkan unsur bhuana agung yang mengikat bumi dan manusia.
Dalam bhuwana alit (mikrokosmos), tubuh manusia diikat oleh Tri Bhoga (makanan, perlengkapan hidup, dan kesenangan hidup) dan Tri Guna (Satwam, Rajas, dan Tamas).
Upacara Askara dan Pralina:
Untuk membebaskan atma dari keterikatan, dilakukan upacara askara (penyucian roh) dan penggunaan tirta pangentas (air suci) yang memisahkan Panca Mahabhuta dengan purusa.
Kesimpulan:
Naga Banda dalam upacara Ngaben merupakan simbol yang kaya makna. Naga Banda merepresentasikan keterikatan manusia pada duniawi, proses penyucian dan pelepasan atma, serta penuntunan atma menuju kebahagiaan abadi. ***