Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengungkap Keunikan Tata Rias Tari Baris Poleng Katekok Jago di Desa Tegal Darmasaba Bali: Simbolisme Kapur Putih Sarat Makna

I Putu Mardika • Senin, 15 April 2024 | 18:00 WIB
TATA RIAS: Tari Baris Katekok Jago di Desa Tegal Darmasaba Bali mengenakan busana dan tata rias serba poleng disertai tanda gecek dari kapur putih.
TATA RIAS: Tari Baris Katekok Jago di Desa Tegal Darmasaba Bali mengenakan busana dan tata rias serba poleng disertai tanda gecek dari kapur putih.

BALI EXPRESS - Ada sejumlah busana dan tata rias yang digunakan para penari saat pentas yang merupakan ciri khas dari Tari Baris Poleng Ketekok Jago di Desa Tegal Darmasaba, Bali.

Tari Baris Poleng Ketekok Jago mengenakan celana panjang loreng strip hitam putih melingkar di bagian bawah pergelangan kaki sampai di atas lutut (poleng rwa bhineda).

Selain itu juga memakai baju loreng strip melingkar di lengan (poleng rwa bhineda). Namun tidak jarang penari Baris Poleng Katekok Jago menggunakan kain poleng sudamala untuk baju maupun celananya.

Penari juga menggunakan kain kancut putih seperti pakaian tarian baris pada umumnya.

Penari juga menggunakan saput loreng (poleng sudamala) yang di bagian pinggirannya dihiasi eled atau hiasan tepi terbelah di bagian depan.

Penari juga mengenakan senjata keris sebagai simbolis purusa.

Layaknya tari baris, penari memakai gelungan (makhota) berbentuk segitiga di bagian belakang, sementara di atasnya memakai kojong loreng (poleng sudamala) serta dihiasi dengan bunga.

Berbagai varian kain tenun lelawasan digantung melingkar di leher yang disebut awiran.

Selanjutnya menggunakan selembar kain menutupi pundak (angkeb pala), yang pada bagian dramatisasinya dipakai sebagai representasi sayap burung.

Kemudian penari mengenakan bunga dilengkapi daun gegirang di telinga.

Tidak kalah pentingnya adalah sarana tombak yang bagian tangkainya dipontang (dihiasi) warna poleng rwa bhineda.

Baca Juga: Mengenal Jenis dan Fungsi Klakat: Simbol Makna Mendalam dalam Upacara Hindu di Bali

Uniknya, di bagian kening penari diolesi kapur putih sebagai hiasan make-up.

Kapur putih tersebut dipercayai sebagai simbol perlindungan bagi penari.

“Olesan kapur putih tersebut sebagai simbol karakter orang tua yang rambutnya telah berubah menjadi putih. Warna putih juga merupakan refleksi warna dari timur,” paparnya.

Dapat dikatakan bahwa tata rias wajah Baris Poleng Katekok Jago berkaitan dengan bentuk bulu dari burung.

Tiga tanda gecek dari kapur putih yang dipasang di antara alis kiri dan kanan serta di samping luar kedua alis merupakan simbol keseimbangan. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#bali #katekok jago #Desa Tegal Darmasaba #baris poleng #kapur #tata rias #putih #tari