BALI EXPRESS - Dalam budaya Bali, ilmu hitam atau black magic telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakatnya.
Meskipun telah memasuki era milenial dengan gaya hidup modern, penggunaan kebijaksanaan lokal ini masih tetap ada, bahkan bagi beberapa kalangan, praktik ini masih berlanjut.
Gangguan yang disebabkan oleh ilmu hitam atau black magic tidak hanya berdampak pada orang dewasa, tetapi juga dapat mengganggu anak anak, mulai dari balita hingga anak anak usia dini.
Bagaimana mengenali ciri-ciri anak kecil yang terkena gangguan black magic ini?
Menurut Budayawan Bali, I Gusti Agung Ngurah Harta, dalam budaya Bali sebenarnya tidak dikenal istilah black magic. Yang dikenal adalah kejeniusan lokal, yang terbagi dalam beberapa aspek.
Aspek tersebut di antaranya pengeleakan, ilmu pengiwa, dan ilmu pengobatan.
Sedangkan black magic dan ilmu hitam adalah istilah yang diserap oleh budaya lokal untuk merujuk pada hal-hal negatif.
Menurut Ngurah Harta, anak kecil yang terkena serangan ilmu hitam ini mungkin tidak menunjukkan ciri-ciri yang sama.
Meski demikian, ada beberapa tanda yang dapat diamati. Di antaranya, anak-anak mungkin akan menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan kebiasaannya, seperti menangis tanpa alasan yang jelas atau bertingkah laku yang tidak wajar.
Untuk anak-anak yang lebih besar, mereka mungkin akan menunjukkan ciri-ciri yang lebih spesifik seperti memiliki karakter buruk dan cenderung menjadi nakal.
Hal ini merupakan tujuan dari penggunaan black magic, yaitu untuk menyulitkan orang tua dari anak tersebut.
Untuk mengatasi serangan black magic pada anak kecil, diperlukan upaya-upaya khusus seperti melakukan ritual pengelukatan di pemerajan dengan menggunakan sarana tertentu dan memohon kesembuhan kepada para leluhur dan Ida Sang Hyang Widhi.
Untuk mencegah serangan black magic, dianjurkan untuk memperkuat keimanan dengan bersembahyang dan memohon keselamatan, serta menjauhi perbuatan jahat kepada orang lain.
Dengan memahami ciri-ciri dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat melindungi anak-anak dari gangguan black magic yang mungkin terjadi.
Ciri-ciri Anak Terkena Ilmu Hitam:
1. Balita: Menangis tanpa alasan, ngambek tanpa alasan, bertingkah laku tidak wajar.
2. Bayi: Merasa tidak nyaman di malam hari, menangis tanpa sebab, orang tua lalai mengurus ari-ari/banten kumara.
3. Usia Sekolah: Memiliki karakter buruk, menjadi nakal.
Cara Memastikan dan Mengatasi:
1. Memerlukan penerawangan aura oleh budayawan/orang suci untuk memastikan.
2. Pengobatan: ritual pengelukatan di pura menggunakan sarana kelapa gading dan memohon kesembuhan.
Pencegahan:
Memperkuat keimanan dengan sembahyang dan memohon keselamatan. Tidak berbuat jahat kepada orang lain.
Fakta Lain:
Serangan ilmu hitam pada anak bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti dendam, sakit hati, atau usaha untuk mencelakai orang tua.
Pengobatan ilmu hitam pada anak biasanya dilakukan oleh ahlinya atau orang suci yang memiliki ilmu khusus.
Pencegahan terbaik dari ilmu hitam adalah dengan menjaga diri dan keluarga dengan selalu berbuat baik dan berpikiran positif. (*)
Editor : Nyoman Suarna