Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Proses Ngukup Tirta: Mengungkap Kearifan Leluhur Umat Hindu di Bali dalam Memastikan Kehigienisan dan Kualitas Air Suci

I Putu Suyatra • Selasa, 16 April 2024 | 20:59 WIB

 

Ngukup Tirta adalah cara untuk membuat Air Suci bagi umat Hindu di Bali tetap higienis
Ngukup Tirta adalah cara untuk membuat Air Suci bagi umat Hindu di Bali tetap higienis

DENPASAR, BALI EXPRESS - Tirta atau air suci memiliki peran sentral dalam praktik keagamaan umat Hindu di Bali, menjadi bagian integral dari setiap yadnya dan persembahyangan sehari-hari di rumah.

Namun, penggunaan Tirta tidak sebanyak yang diharapkan oleh banyak umat, terutama disebabkan oleh kendala waktu dan praktisitas.

Dalam warisan ilmu pengetahuan yang luas dari leluhur Bali, diperhatikan juga aspek kesehatan dalam setiap ibadah.

Salah satu praktik yang dikenal sebagai Ngukup adalah contoh konkret dari pemikiran ini.

Ngukup merupakan proses untuk memastikan kehigienisan air suci (Tirta) dengan menggunakan bahan-bahan alami.

Seorang Dosen di UHN I Gusti Bagus Sugriwa yang mengajar di Program Studi S3 Ilmu Agama, Sri Putri Purnama Wati, telah menggali lebih dalam tentang proses Ngukup.

Dia menjelaskan bahwa tujuan dari Ngukup adalah untuk menghasilkan air suci yang aman diminum setelah persembahyangan, serta dapat digunakan berulang kali dengan kualitas yang tetap terjaga.

"Sangat penting untuk memastikan keberadaan Tirta yang tidak hanya suci secara spiritual, tetapi juga higienis secara fisik. Ngukup adalah langkah konkret dalam menjaga kesehatan umat," kata Sri Putri Purnama Wati.

Dalam proses Ngukup, bahan-bahan sederhana seperti periuk tanah dan berbagai jenis kayu digunakan. Meskipun beberapa jenis kayu yang tradisional sulit untuk ditemukan, namun ada penyesuaian yang dapat dilakukan.

"Kami memahami kesulitan dalam mendapatkan beberapa jenis kayu tertentu, sehingga penyesuaian dapat dilakukan tanpa mengurangi esensi dari proses Ngukup itu sendiri," tambahnya.

Proses berlanjut dengan pembakaran kayu hingga menghasilkan asap, yang kemudian digunakan untuk mengasapi periuk yang berisi air.

Asap tersebut, yang mengandung unsur klorin, berperan dalam menjaga kebersihan dan kualitas Tirta.

Sri Putri Purnama Wati menekankan bahwa sumber air yang digunakan dalam proses Ngukup haruslah bersih dan tidak tercemar, idealnya berasal dari mata air yang alami dan tidak terkontaminasi.

"Kualitas air yang digunakan dalam Ngukup memengaruhi kualitas Tirta yang dihasilkan. Oleh karena itu, pemilihan sumber air yang tepat sangatlah penting," jelasnya.

Dengan menjaga tradisi Ngukup, umat Hindu di Bali tidak hanya melestarikan warisan budaya mereka, tetapi juga memastikan praktik keagamaan mereka berjalan dengan aman dan higienis.

Ini merupakan salah satu contoh bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan dengan kebutuhan praktis modern, menciptakan harmoni antara tradisi dan inovasi dalam praktik keagamaan.

Proses Ngukup:

  1. Persiapan:
    • Dua periuk tanah, satu diisi air bersih.
    • 12 jenis kayu, termasuk Kayu Dadab, Gaharu, Cendana, Cempaka, Sandat, Pule, dan Nangka.
  2. Pembakaran Kayu:
    • Kayu dibakar hingga mengepulkan asap.
  3. Pengasapan Periuk:
    • Bagian dalam periuk kosong diasapi dengan asap kayu.
  4. Memasukkan Air:
    • Air dari periuk berisi dimasukkan ke periuk yang diasapi.
  5. Manfaat Ngukup:
    • Membunuh bakteri dan mikroorganisme dalam air.
    • Menjaga Tirta tetap suci dan aman untuk diminum.
    • Melindungi Tirta dari lumut dan nyamuk.
    • Memberikan aroma khas pada Tirta.

Bahan-bahan Ngukup:

Manfaat Ngukup:

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#air suci #bali #hindu #tradisi #Tirta #ngukup