Upacara Usaba Emping di Desa Adat Karangsari: Tradisi Hindu Bali Menimbang Tumpeng yang Penuh Makna
I Putu Mardika• Sabtu, 20 April 2024 | 04:26 WIB
Tradisi Hindu Bali, nimbang tumpeng di Karangasem.
BALI EXPRESS - Desa Adat Karangsari, Duda Utara, Karangasem, Bali, menyelenggarakan Upacara Usaba Emping setiap Purnama Sasih Kasa di Pura Puseh. Salah satu keunikan tradisi Hindu Bali, ini adalah prosesi menimbang tumpeng yang dilakukan oleh Jero Desa 43.
Tokoh adat Karangsari, Wayan Gejer mengatakan ada bebeapa kriteria tumpeng yang wajib dikeluarkan oleh Jero Desa 43.
Tumpeng yang dipersembahkan memiliki kriteria khusus:
Pembuatan nasi tumpeng melibatkan semua Karma Desa Majeng yang wajib ngayah.
Mereka menyediakan berbagai sarana upacara, termasuk nasi tumpeng, kue emping, kue uli, kelapa, janur, dan lainnya.
“Nasi tumpeng merupakan simbol parwata atau gunung yang diyakini sangat suci dan mulia, oleh karena itulah nasi tumpeng yang akan dipersembahkan, dibuat oleh orang-orang yang suci, bersih jasmani dan Rohani,” kata Wayan Gejer.
Syarat-syarat saat membuat nasi tumpeng:
Kondisi fisik harus fit dan tidak boleh sakit
Tidak boleh dibuat oleh orang cacat fisik
Tidak boleh dikerjakan oleh orang yang sedang menstruasi
Tidak boleh sambil marah-marah
Tidak boleh diganggu
Tidak boleh sambil mengerjakan pekerjaan lain
Proses pembuatan nasi tumpeng menggunakan alat-alat tradisional:
Memilih beras berkualitas baik (1-2 kg)
Mencuci beras sampai bersih
Merendam beras dengan air bersih selama 1-2 jam
Mengukus beras selama 1 jam
Mengaronkan nasi (mengangkat dari kukusan, menyiram dengan air panas, mengaduk, dan menunggu air kering)
Mengukus kembali nasi aronan selama 30 menit
Menumbuk nasi matang sampai halus dengan minyak kelapa
Memasukkan nasi halus ke dalam cetakan bambu dan daun aren yang sudah disiapkan
Membentuk nasi menjadi tumpeng yang cantik, rapi, dan simetris
Penyerahan tumpeng dilakukan pada pagi hari oleh 43 Jero Istri Desa Majeng. Mereka membawa tumpeng, kue emping, dan kue uli ke Bale Agung untuk diserahkan sambil berdoa.
Tumpeng, kue emping, dan kue uli ditimbang oleh Saye atau Jero Saye untuk memastikan takarannya sesuai.