Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Batur Sari di Tabanan: Jejak Sejarah Hindu Bali yang Terabadikan sebagai Cagar Budaya Nasional

I Dewa Gede Rastana • Minggu, 21 April 2024 | 16:24 WIB
Keberadaan sejumlah pura kuno di Tabanan, Bali telah mengukuhkan statusnya sebagai warisan budaya Hindu yang patut dilestarikan. Salah satunya adalah Pura Batur Sari yang terletak di Kecamatan Penebel
Keberadaan sejumlah pura kuno di Tabanan, Bali telah mengukuhkan statusnya sebagai warisan budaya Hindu yang patut dilestarikan. Salah satunya adalah Pura Batur Sari yang terletak di Kecamatan Penebel

TABANAN, BALI EXPRESS - Keberadaan sejumlah pura kuno di Tabanan, Bali telah mengukuhkan statusnya sebagai warisan budaya Hindu yang patut dilestarikan. Salah satunya adalah Pura Batur Sari yang terletak di Kecamatan Penebel, Tabanan.

Pura Batur Sari, yang telah menjadi bagian dari Cagar Budaya Nasional sejak tahun 1992, adalah salah satu dari banyak pura yang memberikan warna dan kekayaan sejarah bagi Tabanan.

Meskipun belum ditemukan prasasti atau catatan tertulis yang menggarisbawahi asal-usulnya, cerita turun temurun menyebutkan bahwa Pura Batur Sari bermula dari kedatangan Dang Hyang Rsi Markandeya, yang meletakkan dasar-dasar keberadaannya di lokasi tersebut.

Dalam penelitian yang dilakukan, Pura Batur Sari menghadirkan lebih dari 50 arca yang terpelihara dengan baik.

Tata letak arca-arca tersebut telah dijaga sejak zaman dahulu, menciptakan aura autentik yang memikat bagi para pengunjung.

Diantara palinggih-palinggih yang ada, terdapat berbagai perwujudan spiritual dan simbol-simbol kepercayaan.

Rustika, Juru Sumbu Pura Batur Sari, menjelaskan bahwa keberadaan pura ini menjadi saksi bisu dari perjalanan sejarah dan kepercayaan masyarakat Bali.

"Pura Batur Sari menjadi tempat untuk menghaturkan sembah bakti, sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan," ungkapnya.

Selain keindahan arsitektur dan spiritualitasnya, Pura Batur Sari juga menjadi pusat kegiatan keagamaan dan budaya bagi masyarakat sekitar.

Setiap tahunnya, ribuan pemedek dan pejabat dari berbagai daerah berkunjung ke pura ini untuk melaksanakan ritual keagamaan dan berpartisipasi dalam upacara-upacara tradisional.

Meskipun tradisi tertentu seperti Perang Sambuk telah meredup dalam beberapa dekade terakhir, Pura Batur Sari tetap menjadi pusat kehidupan spiritual dan budaya bagi masyarakat setempat.

Melalui upaya pelestariannya sebagai Cagar Budaya Nasional, Pura Batur Sari terus memancarkan pesona dan nilai-nilai luhur bagi generasi masa kini dan mendatang.

Pura Batur Sari dihiasi dengan 50 arca yang antik dan tertata rapi, mencerminkan keunikan dan nilai artistik yang tinggi. Arca-arca ini terbagi menjadi beberapa palinggih, yaitu:
  • Palinggih Pokok Batur Sari
  • Palinggih Macan Gading
  • Palinggih Macan Selem
  • Palinggih Basukian
  • Padmasana Pangastawan Linggih Ida Sang Hyang Widhi Wasa
  • Palinggih Pasimpangan Teratai Bang
  • Palinggih Luhur Batukaru
  • Palinggih Luhur Pucak Petali
  • Palinggih Pasimpangan Tanah Lot
  • Palinggih Pura Rambut Siwi
  • Meru Tumpang Lima Linggih Pasimpangan Tamblingan
  • Pasimpangan Sri Rambut Sedana
  • Persimpangan Luhur Pucak Kedaton
  • Meru Tumpang Pitu linggih Ida Betara Puseh
  • Bale Paruman Batur Sari
  • Bale Paruman Puseh

Baca Juga: Tari Pendet Lanang, Sebuah Warisan Budaya yang Tidak Diperkenankan Dipentaskan di Luar Upacara Dewa Yadnya Hindu Bali

Keunikan dan Makna Spiritual

Pura Batur Sari memiliki beberapa keunikan yang menjadikannya istimewa, seperti:

  • Palinggih Pokok: Di sini terdapat arca Dewa Siwa, Dewa Ganesha, dan Lingga Yoni yang melambangkan kemakmuran dan kesuburan.
  • Palinggih Pasimpangan Macan Gading: Terdapat arca batu berbentuk persegi delapan dan Lingga, melambangkan kekuatan dan kestabilan.
  • Palinggih Pasimpangan Macan Selem: Terdapat arca Lingga dan berbagai arca lainnya, melambangkan keharmonisan dan keseimbangan.
  • Jajar Kemiri: Sejumlah palinggih yang berkaitan mengelilingi pura, termasuk Palinggih Ki Dukuh Sakti, Palinggih Pasar Agung, Palinggih Jero Made dan Jero Nyoman, serta Palinggih Pecalang Agung.

Pura Batur Sari dipercaya oleh umat Hindu untuk menghaturkan sembah bakti dan memohon kemakmuran, kesuburan, serta perlindungan.

Pura ini juga menjadi tempat berkumpul bagi masyarakat Desa Pakraman Pumahan untuk melakukan ritual keagamaan dan mempererat rasa persaudaraan.

Pura Batur Sari: Destinasi Wisata Budaya yang Menarik

Keindahan dan keunikan Pura Batur Sari menjadikannya destinasi wisata budaya yang menarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Pengunjung dapat merasakan atmosfer spiritual yang kental dan mempelajari sejarah serta budaya Bali yang kaya.

Tips Berkunjung ke Pura Batur Sari:

  • Kenakan pakaian yang sopan dan rapi saat mengunjungi pura.
  • Bawalah selendang atau kain untuk menutupi bahu dan lutut.
  • Bersikaplah sopan dan hormat saat berada di dalam pura.
  • Jangan menyentuh atau mengambil benda-benda di pura tanpa izin.
  • Mintalah izin kepada pemuka agama setempat jika ingin mengambil foto atau video di dalam pura.

Baca Juga: Makna dan Tujuan Nyakapin Karang: Ritual Penyatuan Pekarangan Tanah bagi Umat Hindu di Bali

Pura Batur Sari adalah bukti nyata kekayaan budaya dan spiritual Bali. Kunjungi pura ini untuk merasakan keindahan, keunikan, dan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. *** 

 

Editor : I Putu Suyatra
#nasional #bali #cagar #arca #hindu #pura #budaya #BATUR SARI #tabanan