Uniknya Pura Sari di Desa Selat Pandan Banten di Buleleng Bali: Bebatuan, Mesaha, dan Pantangan Genta
I Putu Mardika• Senin, 22 April 2024 | 15:48 WIB
Pura Sari di Desa Selat Pandan Banten, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali yang tergolong unik (ist)
BULELENG, BALI EXPRESS - Pura Sari yang terletak di Desa Selat Pandan Banten, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, menyimpan keunikan tersendiri. Berdiri kokoh selama ratusan tahun, salah satu tempat suci unik umat Hindu setempat ini hanya terdiri dari bebatuan (bebaturan) dan memiliki sejumlah pantangan menarik.
Sejarah dan Keasrian Pura Sari
Keberadaan Pura Sari erat kaitannya dengan sejarah Desa Selat itu sendiri. Hal ini terlihat dari pemujaan pada palinggih bebaturan di areal utama pura.
Pura ini masih terjaga keasriannya dengan pepohonan yang rindang, menciptakan suasana sejuk dan penuh vibrasi spiritual.
Bebaturan dan Keyakinan Masyarakat
Pemangku Pura Sari, Jro Mangku Payu Putranegara, menjelaskan bahwa meskipun hanya berbentuk bebaturan sederhana, masyarakat yang mengayomi Pura Sari meyakini kesucian luar biasa pura ini.
Pengembangan dan Mandala Pura
Awalnya, Pura Sari hanya memiliki satu mandala (areal). Namun, beberapa tahun lalu, dibangun penyengker untuk membatasi kawasan suci pura dengan kawasan umum.
Saat ini, pura ini memiliki tiga mandala:
Nista Mandala (Jaba Sisi): Halaman parkir kendaraan dan terdapat palinggih pakendel.
Madya Mandala (Jaba Tengah): Terdapat bale wantilan dan bale pegongan untuk kegiatan masyarakat dalam mempersiapkan upacara dan upakara.
Utama Mandala (Jeroan): Terdapat bangunan suci berbentuk bebaturan.
Sejarah Bebaturan dan Pantangan Mengubah Bentuk
Disebutkan bahwa Pura Sari telah dibangun sejak masa prasejarah megalitikum, di mana tempat pemujaannya masih berupa tumpukan batu (bebaturan).
"Konon, pernah ada keluarga yang mencoba menggunakan genta di rumahnya dan mengalami malapetaka, di mana anggota keluarga mereka meninggal satu per satu," ungkap Jro Mangku Payu.
Kepercayaan ini semakin memperkuat larangan penggunaan genta di wilayah desa, termasuk di Pura Sari.
Genta yang dimiliki oleh keluarga sebagai warisan pun tidak boleh digunakan untuk pemujaan.
Pura Sari sebagai Bukti Tradisi Bali Mula
Sebagai salah satu desa Bali Mula, masyarakat Desa Selat Pandan meyakini bahwa melanggar pantangan di Pura Sari akan membawa musibah bagi desa.
Keunikan dan tradisi Pura Sari menjadi bukti kekayaan budaya dan spiritual Bali yang patut dilestarikan. ***