Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menelusuri Jejak Sejarah dan Keunikan Pura Erjeruk di Sukawati: Ada Kaitannya dengan Tokoh Hindu Bali Dhang Hyang Nirartha

I Putu Suyatra • Rabu, 24 April 2024 | 20:43 WIB
Pura Erjeruk, salah satu tempat suci unik Hindu Bali yang terletak di Banjar Gelumpang, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali
Pura Erjeruk, salah satu tempat suci unik Hindu Bali yang terletak di Banjar Gelumpang, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali

BALI EXPRESS - Pura Erjeruk, salah satu tempat suci unik Hindu Bali yang terletak di Banjar Gelumpang, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, diduga telah berdiri sejak abad ke-10 Masehi.

Meskipun ada perdebatan mengenai apakah pura ini termasuk dalam kategori Pura Sad Kahyangan atau Pura Dang Kahyangan, keberadaannya sebagai salah satu tempat suci yang penting tidak diragukan lagi.

Diketahui bahwa Pura Erjeruk didirikan oleh Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh atau Dang Hyang Niratha pada sekitar abad ke-10 Masehi, menjadikannya salah satu pura tertua di Bali.

Ciri fisik bangunan pura ini, seperti palinggih yang mirip dengan yang ada di Pura Kehen, Bangli, memperkuat keberadaannya sebagai situs bersejarah yang penting.

Menurut Ida Bagus Made Putra Adnyana, pemangku Pura Erjeruk, nama "Erjeruk" berasal dari perjalanan Dhang Hyang Nirartha dan para pengikutnya melalui hutan angker Payangan.

Saat istirahat, Dhang Hyang Nirartha menggunakan buah jeruk Linglang untuk menyembuhkan dan menghidupkan pengikutnya yang tewas.

"Sebagai tanda terima kasih, Dhang Hyang Nirartha mendirikan sebuah palinggih yang diberi nama Erjeruk," ungkapnya.

Pura Erjeruk, yang disebut dalam lontar Dewa Purana Bangsul sebagai salah satu dari enam Pura Sad Kahyangan, juga dikenal sebagai Pura Dang Kahyangan karena pernah menjadi tempat tinggal sementara Danghyang Nirartha.

Struktur pura ini terdiri dari tiga bagian utama: halaman jeroan, jaba tengah, dan halaman jaba sisi.

Pura Erjeruk juga dikenal sebagai tempat suci bagi para petani. Subak Gede Sukawati, yang terdiri dari 13 subak, memelihara pura ini.

Setiap tahun, umat Hindu dari sekitar Sukawati berkumpul di Pura Erjeruk untuk memohon kesuburan tanah dan tanaman mereka.

Piodalan di Pura Erjeruk dilaksanakan setiap enam bulan sekali dan jatuh pada Rabu Kliwon Wuku Pahang.

Namun, setiap tahun, piodalan tersebut dilakukan dengan banten yang lebih besar.

Selain itu, pura ini juga menjadi tempat pelaksanaan upacara Nangluk Merana, yang bertujuan untuk mengendalikan hama yang mengganggu pertanian.

Pura Erjeruk merupakan warisan bersejarah yang penting bagi masyarakat Bali, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai simbol kesuburan dan kesejahteraan bagi petani setempat.

 

Sejarah dan Keunikan Pura Erjeruk:

1.  Pura Sad Kahyangan atau Dang Kahyangan?

Ada beberapa versi tentang klasifikasi Pura Erjeruk.

Ada yang menyebutnya sebagai Pura Sad Kahyangan (enam pura besar di Bali), namun ada pula yang menggolongkannya sebagai Dang Kahyangan karena pernah menjadi petilasan Dang Hyang Nirartha.

2.  Legenda Pohon Kampuak

Konon, pohon kampuak besar di jeroan pura ini adalah tongkat Dang Hyang Nirartha yang ditancapkan sebelum meninggalkan tempat suci ini.

3.  Pura Dang Kahyangan

Keberadaan Manjangan Saluwang sebagai pemujaan Mpu Kuturan dan Meru Tumpang Tiga untuk Dang Hyang Nirartha menandakan peran Pura Erjeruk sebagai media pendidikan kerohanian umat, menjadikannya Pura Dang Kahyangan.

4.  Pura Subak

Bagi masyarakat Sukawati dan sekitarnya, Pura Erjeruk dikenal sebagai pura subak, tempat suci bagi para petani.

Baca Juga: Pura Gede Batur: Simpan Misteri, Tempat Nunas Tamba dan Sejarah Penting untuk Para Pejuang Kemerdekaan di Bali

Pura ini diyakini mampu memberikan kesuburan tanah dan tanaman, serta hasil panen yang melimpah.

Struktur dan Keunikan Arsitektur:

  • Tri Mandala: Pura Erjeruk terbagi menjadi tiga bagian: jeroan (utamaning mandala), jaba tengah (madyaning mandala), dan halaman jaba sisi (nistaning mandala).
  • Palinggih Gedong: Di Madya Mandala terdapat Palinggih Gedong, stana Ratu Gede atau 'orang besar' yang pernah berkuasa di Bali. Konon, palinggih ini sebagai stana roh suci Dalem Waturenggong.
  • 26 Palinggih: Di bagian utama jeroan pura terdapat 26 palinggih, termasuk Meru tumpang lima (pelinggih pokok) sebagai stana Ida Batara Putra Jaya dan Meru tumpang tiga palinggih Dang Hyang Nirartha.

Upacara dan Tradisi:

  • Piodalan: Piodalan di Pura Erjeruk dilaksanakan setiap enam bulan sekali pada Rabu Kliwon Wuku Pahang.
  • Upacara Nangluk Merana: Upacara ini dilaksanakan setiap Sasih Kaenem untuk membangkitkan Ratu Gede Nusa dan mengendalikan hama pertanian.
  • Gelang Keselamatan: Setelah Upacara Nangluk Merana, masyarakat Sukawati akan diberikan gelang sebagai tanda memohon keselamatan.

Pura Erjeruk: Destinasi Wisata Budaya dan Spiritual:

Lebih dari sekadar pura kuno, Pura Erjeruk menawarkan pengalaman wisata budaya dan spiritual yang mendalam.

Baca Juga: Prosesi Pementasan Baris Memedi di Jatiluwih Diawali Matur Piuning ke Penguasa Kuburan: Tradisi Ngaluhur dalam Budaya Hindu Bali

Pengunjung dapat merasakan atmosfer spiritual yang kental, belajar tentang sejarah dan tradisi Bali, serta menyaksikan keunikan arsitekturnya.

Informasi Tambahan:

  • Lokasi: Banjar Gelumpang, Desa Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar
  • Klasifikasi: Pura Sad Kahyangan/Dang Kahyangan
  • Keunikan: Legenda pohon kampuak, Manjangan Saluwang, Meru Tumpang Tiga, Pura Subak
  • Upacara: Piodalan, Nangluk Merana
  • Fasilitas: Pura, taman, dan pemandangan indah

***

 
 
Editor : I Putu Suyatra
#bali #pura dang kahyangan #gianyar #Dang Hyang Nirartha #hindu #sejarah #sukawati #tradisi #PURA SAD KAHYANGAN #Subak #PURA ERJERUK