Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

HEBATNYA LELUHUR HINDU DI BALI: Pura Blanjong, Saksi Bisu Kemenangan Raja Sri Kesari Warmadewa di Sanur Kauh

I Putu Mardika • Kamis, 2 Mei 2024 | 18:07 WIB

Pura Blanjong Sanur, salah satu pura Hindu bersejarah di wilayah Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali.
Pura Blanjong Sanur, salah satu pura Hindu bersejarah di wilayah Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pura Blanjong di Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, bukan hanya pura biasa. Pura kuno ini memiliki nilai sejarah tinggi dalam perkembangan Agama Hindu di Pulau Dewata.

Pura Bersejarah dengan Prasasti Kuno

Pura Blanjong merupakan pura umum yang diempon oleh Desa Pakraman Renon, Cramcam, dan Sukawati.

"Piodalan di pura ini jatuh setiap 210 hari (6 bulan) sekali, tepatnya pada hari Soma Pahing Wuku Langkir," ungkap Mangku Made Mawa, 60, pemangku Pura Blanjong.

Baca Juga: PURA UNIK HINDU BALI: Pura Kebo Edan, Bukti Kuat Jejak Tantrayana di Pulau Dewata

Keberadaan Pura Blanjong tidak lepas dari Prasasti Blanjong yang berangka tahun 913 Masehi.

Prasasti ini menyebutkan bahwa tempat ini merupakan lokasi untuk memperingati kemenangan Raja Sri Kesari Warmadewa melawan musuh-musuhnya.

Pura Jayastambha Kemenangan

Pura Blanjong ditetapkan sebagai situs cagar budaya oleh pemerintah karena nilai sejarahnya.

Prasasti Blanjong sebagai tugu kemenangan (jayastambha/jayacina) pada masa Bali Kuno yang diproklamirkan oleh Raja Adipatih Sri Kesari Warmadewa atas kemenangannya.

Baca Juga: Pemugaran dan Renovasi Pura Tanah Lot Tidak Mempengaruhi Pengalaman Wisatawan di Bali

Cerita Legenda dan Ritual Piodalan

Pura Blanjong juga memiliki cerita legenda tentang I Renggan dan I Renggin yang membuat perahu (jung/jong) I Renggan pecah (terbelah) dan sisa pasukannya menetap di pesisir pantai Blanjong.

Di sana mereka membangun tempat suci pemujaan yang kini menjadi Pura Blanjong.

Upacara piodalan di Pura Blanjong memiliki cara dan waktu yang berbeda-beda.

Pemendakan Ida Bhatara pertama dilakukan oleh kelompok masyarakat Sukawati, kemudian Cramcam, dan terakhir Desa Renon.

Cagar Budaya

Pura Blanjong dianggap sebagai situs cagar budaya yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 dan telah ditetapkan sebagai salah satu situs cagar budaya di Bali.

Dengan struktur dwi mandala yang khas dari zaman Bali Kuno, Pura Blanjong terdiri dari jaba sisi (nista mandala), halaman terbuka, dan jeroan (utama mandala), sesuai dengan pola pembangunan pura kuno dari zaman Dinasti Warmadewa di Bali.

Pura Blanjong: Destinasi Wisata Budaya dan Religi

Pura Blanjong bukan hanya tempat suci bagi umat Hindu, tetapi juga destinasi wisata budaya dan religi yang menarik untuk dikunjungi.

Baca Juga: Braak..! Pohon Santan Tumbang Timpa 3 Mobil di Parkir Pura Petitenget

Keindahan pura, nilai sejarahnya, dan ritual piodalan yang unik menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mempelajari budaya dan tradisi Bali. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #cagar budaya #Pura Blanjong #arca #hindu #denpasar #wisata #budaya #destinasi #religi