DENPASAR, BALI EXPRESS - Pura Blanjong di Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, Bali, bukan hanya pura Hindu biasa. Keunikan bangunan sucinya, nilai sejarahnya yang tinggi, dan peninggalan arkeologi menjadikannya destinasi wisata budaya dan religi yang menarik.
Menelusuri Prasasti Blanjong
Salah satu daya tarik utama Pura Blanjong adalah Prasasti Blanjong.
Prasasti ini dipahatkan pada tugu batu setinggi 177 cm dengan diameter 62 cm. Bentuk bagian atasnya menyerupai bunga teratai.
"Prasasti ini memiliki teks yang dipahatkan pada dua sisi, yaitu sisi barat dengan 6 baris aksara, dan sisi tenggara dengan 13 baris aksara," jelas Mangku Made Mawa, pemangku Pura Blanjong.
Teks pada sisi barat menggunakan aksara Pre-negari dan bahasa Sansekerta serta Bali Kuno.
Sedangkan teks pada sisi tenggara menggunakan aksara Bali Kuno dan bahasa Sansekerta.
Prasasti Blanjong menceritakan tentang kemenangan Raja Sri Kesari Warmadewa melawan musuh-musuhnya di Gurun dan Swal pada tahun 913 Masehi.
Baca Juga: PURA UNIK HINDU BALI: Pura Kebo Edan, Bukti Kuat Jejak Tantrayana di Pulau Dewata
Prasasti ini menjadi bukti sejarah penting perkembangan kerajaan di Bali Kuno.
Keindahan Arca Ganesha dan Nandini
Selain Prasasti Blanjong, Pura Blanjong juga memiliki beberapa arca yang indah, seperti Arca Ganesha dan Arca Nandini.
Arca Ganesha, dewa ilmu pengetahuan dan penolak bala, digambarkan berhidung panjang dan terbuat dari batu padas.
Arca Nandini, kendaraan Dewa Siwa, digambarkan sebagai seekor lembu putih. Sayangnya, kondisi arca ini sudah tidak utuh karena faktor usia.
Lingga Yoni: Simbol Kesuburan dan Keharmonisan
Di Pura Blanjong, terdapat pula Lingga Yoni yang terbuat dari batu.
"Lingga Yoni dijadikan sebagai sarana pemujaan untuk memohon berkah dan keberuntungan," ungkap Mangku Made Mawa.
Lingga Yoni merupakan simbol Dewa Siwa dan Dewi Parwati, melambangkan kesuburan dan keharmonisan dalam kehidupan.
Lingga Yoni di Pura Blanjong dahulu digunakan untuk ritual keagamaan.
Baca Juga: Pura Kebo Edan, Jejak Aliran Tantrayana bagi Hindu Bali Sejak Abad ke-13: Sejarah dan Fakta Menarik
Keberadaannya menjadi pengingat penting tentang tradisi dan kepercayaan masyarakat Hindu di Bali. ***