Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Menjelajahi Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi di Jembrana: Simpan Sejarah Erat dengan Hindu di Bali dan Panduan Lengkap

I Putu Mardika • Sabtu, 4 Mei 2024 | 15:13 WIB
Pura Rambut Siwi di Desa Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana sebagai stana dari Dang Hyang Dwijendra (ist)
Pura Rambut Siwi di Desa Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo, Jembrana sebagai stana dari Dang Hyang Dwijendra (ist)

BALI EXPRESS - Pura Rambut Siwi Sebuah pura suci Hindu di Jembrana, Bali, yang memancarkan aura spiritualitas dan menyimpan sejarah erat dengan Pendeta Dang Hyang Dwijendra.

Pura Rambut Siwi, salah satu dari Pura Dang Kahyangan di Bali, memegang peran penting dalam tradisi dan sejarah Bali.

Pura ini memiliki ikatan yang kuat dengan sejarah Pendeta Dang Hyang Dwijendra, yang konon memengaruhi penamaannya.

Lokasi pura yang berada di pinggir jalan Denpasar Gilimanuk, Desa Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, mudah dijangkau.

Berdiri megah menghadap Laut Samudera Hindia, memberikan suasana spiritual yang mendalam.

Klian Pengempon Pura Rambut Siwi, I Gusti Made Sedana, menjelaskan bahwa sebagai Dang Kahyangan Jagat, pura ini kerap dikunjungi pemedek untuk bersembahyang.

Kedekatan pura ini dengan Pendeta Suci Dang Hyang Dwijendra tergambar dalam sejarahnya.

Menurut Babad Dwijendra Tattwa, Dang Hyang Dwijendra melakukan perjalanan dari Jawa Timur ke Bali dan menjadi purohita di kerajaan Gelgel pada masa pemerintahan raja Waturenggong.

Setelah mengembara, ia tiba di Jembrana dan bertemu dengan penjaga pura yang meminta bantuannya.

Sang pendeta menerima permintaan itu dan memberikan sehelai rambutnya untuk dipuja di pura tersebut.

Dokumen kuno mencatat peristiwa itu sebagai awal mula penamaan pura ini.

Pura Rambut Siwi terbagi atas tiga mandala dengan luas sekitar 3 hektar, menyediakan ruang untuk sembilan pura dalam satu kawasan.

Strukturnya yang megah, dengan relief yang kaya dan candi bentar, menjadikannya tempat yang indah secara arsitektur dan spiritual.

Palinggih utama di pura ini adalah meru tingkat tiga di bagian Timur Jeroan, tempat pemujaan Bhatara Sakti Wahu Rawuh atau stana dari Dang Hyang Dwijendra.

"Selain itu, terdapat juga tempat pemujaan untuk Hyang Widhi Wasa seperti Padmasana dan Catu," ungkap I Gusti Made Sedana.

Pura Rambut Siwi tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga situs bersejarah yang menyimpan kisah-kisah spiritual yang dalam.

Keindahannya tidak hanya terlihat dari arsitektur bangunannya, tetapi juga dari makna-makna yang tersimpan dalam setiap detailnya.

Keunikan:

  • Dang Kahyangan Jagat: Pura Rambut Siwi termasuk dalam pura Dang Kahyangan Jagat yang dihormati di Bali.
  • Hubungan dengan Dang Hyang Dwijendra: Konon, pura ini menyimpan sehelai rambut Dang Hyang Dwijendra yang dihormati.
  • Pemandangan Laut: Pura ini terletak di tepi pantai dengan pemandangan Laut Samudera Hindia yang menakjubkan.
  • Struktur Pura: Terdiri dari tiga mandala dengan sembilan pura di dalamnya, termasuk Pura Penataran, Pura Goa Dasar, dan Pura Luhur Rambut Siwi.
  • Palinggih Utama: Meru tingkat tiga yang megah, tempat pemujaan Bhatara Sakti Wahu Rawuh (Dang Hyang Dwijendra).
  • Suasana Spiritual: Suasana tenang dan damai, cocok untuk meditasi dan kontemplasi.

Kegiatan:

  • Persembahyangan: Pura Rambut Siwi ramai dikunjungi pemedek untuk melakukan persembahyangan.
  • Menjelajahi Pura: Pengunjung dapat menjelajahi kompleks pura dan mempelajari sejarahnya.
  • Menikmati Pemandangan: Pemandangan laut yang indah dapat dinikmati dari pura ini.
  • Meditasi: Suasana tenang dan damai pura ini ideal untuk meditasi dan kontemplasi.
 
Editor : I Putu Suyatra
#bali #PURA RAMBUT SIWI #hindu #dang hyang dwijendra #jembrana