Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Taman Sari Swagina di Denpasar Bali: Ada Pohon Angker yang Diyakini Dihuni Tiga Naga, Dari Pura Petani Menjadi Pusat Spiritual Semua Kalangan

I Putu Suyatra • Minggu, 5 Mei 2024 | 17:34 WIB

Pura Taman Sari Swagina, sebuah pura Hindu Bali yang menyimpan sejarah panjang dan makna spiritual mendalam.
Pura Taman Sari Swagina, sebuah pura Hindu Bali yang menyimpan sejarah panjang dan makna spiritual mendalam.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Di tengah hiruk pikuk Kota Denpasar, Bali, berdiri megah Pura Taman Sari Swagina, sebuah pura Hindu yang menyimpan sejarah panjang dan makna spiritual mendalam.

Pura ini terletak di sebelah selatan Gedung Gelanggang Olahraga (GOR) Ngurah Rai, menjadi saksi bisu perkembangan kawasan tersebut.

Awal Mula Pura Pangulun Sawah

Pura Taman Sari Swagina, yang dulunya dikenal sebagai Pura Pangulun Sawah, merupakan tempat pemujaan bagi para petani di kawasan Kreneng, Denpasar.

Baca Juga: Pura Dalem Watugunung: Sering Didatangi Tokoh Politik dan Balian

Seiring perkembangan zaman, alih fungsi lahan dan berkurangnya jumlah petani di daerah tersebut, menyebabkan Pura Pangulun Sawah mengalami perubahan.

Perubahan Nama dan Makna Baru

Mangku Ida Bagus Gede Arsandi, pemangku Pura Taman Sari Swagina, menjelaskan bahwa nama pura diubah karena berkurangnya jumlah pangempon (pengurus) yang berasal dari kalangan petani.

Hal ini mendorong penuntun (pemindahan) Palinggih Ida Bhatari Sri, Dewa Kesuburan, ke Pura Pangulun Sawah di Jalan Nangka, Denpasar.

Baca Juga: Pura Dalem Watugunung, Pura Unik Hindu di Bali: Pemedek Disarankan Jangan Tergesa-gesa

Perubahan nama menjadi Pura Taman Sari Swagina melambangkan makna baru. "Taman Sari" berarti telaga yang mengelilingi pura, meskipun secara fisik tidak ada telaga di sekitarnya.

Telaga kecil di jeroan pura menjadi simbol Taman Sari.

Sedangkan "Swagina" berarti siapa saja boleh melakukan pemujaan di pura ini, tanpa memandang profesi.

Pura yang Akomodatif dan Penuh Makna

Pura Taman Sari Swagina memiliki beberapa pelinggih penting, seperti Palinggih Padmasari (tempat pemujaan Ida Sang Hyang Widhi), Palinggih Ida Bhatara Rambut Sedana (Dewa Uang), Palinggih Paruman (tempat singgah para Dewa), dan Palinggih Ida Bhatara Dalem Ped (Ida Bhatara Dalem Ped yang berada di Nusa Penida).

Di sisi barat terdapat pohon Beringin besar yang konon dihuni ular.

Goa di bawah pohon Beringin dipercaya memiliki ujung di lapangan sepak bola GOR Ngurah Rai dan dihuni tiga Naga: Naga Anantaboga (penguasa Bumi), Naga Basuki (penguasa tumbuhan), dan Naga Taksaka (penguasa udara).

Pujawali dan Kepercayaan Masyarakat:

Pujawali di Pura Taman Sari Swagina dilaksanakan setiap Purnama Sasih Jiyesta. Pura ini menjadi tujuan spiritual bagi banyak orang, terutama guru, murid, pegawai pemerintahan, dan atlet.

Baca Juga: Menjelajahi Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi di Jembrana: Simpan Sejarah Erat dengan Hindu di Bali dan Panduan Lengkap

Kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan spiritual pura ini mendorong banyak siswa dan atlet untuk memohon restu sebelum bertanding.

"Pura ini diyakini dapat memberikan restu kemenangan," jelas Mangku Arsandi.

Pengempon dan Peran Penting Pura:

Hingga saat ini, Pura Taman Sari Swagina diempon oleh tujuh banjar, termasuk Banjar Kreneng Kelod, Banjar Mertanadi, dan Banjar Merta Rauh Kaja.

Keunikannya, asrama Brimob juga turut mengempon pura ini.

Pura Taman Sari Swagina menjadi bukti nyata tentang adaptasi budaya dan spiritualitas masyarakat Bali.

Baca Juga: Pemugaran dan Renovasi Pura Tanah Lot Tidak Mempengaruhi Pengalaman Wisatawan di Bali

Dari pura yang dulunya hanya dikunjungi para petani, kini menjadi pusat spiritual bagi semua kalangan, mencerminkan toleransi dan inklusivitas budaya Bali. *** 

 

Photo
Photo
motor hancur akibat kecelakaan
motor hancur akibat kecelakaan
Editor : I Putu Suyatra
#sawah #bali #naga #pujawali #pura taman sari swaguna #atlet #hindu #Makna simbolis #brimob #sejarah pura