BALI EXPRESS - Ngarorasin atau ngerorasin, sebuah tradisi Hindu Bali yang sarat makna, memiliki keterkaitan dengan kisah Panca Pandawa dalam epos Mahabharata.
Saat mereka mengalami pengasingan selama 12 tahun di hutan, mereka dihadapkan pada berbagai kesulitan dan penderitaan.
Pengalaman mereka ini menjadi penunjang filosofis dilaksanakannya Ngarorasin, yaitu 12 hari setelah Ngaben.
Makna Filosofis Ngarorasin
Ngarorasin tidak hanya menandai batas waktu sasebelan atau cuntaka (kotoran niskala) di perumahan dan keluarga, tetapi juga mengandung makna yang lebih dalam.
Upacara ini melambangkan kegigihan dan kemampuan manusia untuk melepas ikatan duniawi dan menghadapi rintangan dalam hidup, seperti yang ditunjukkan oleh Panca Pandawa.
Pengalaman Panca Pandawa
Pengasingan Panca Pandawa selama 12 tahun merupakan periode penuh ujian dan penderitaan.
"Mereka harus hidup di hutan, jauh dari keluarga dan kemewahan," ungkap Ida Pedanda Gde Manara Putra Kekeran.
"Namun, mereka tidak menyerah dan terus berjuang untuk mencapai tujuan mereka," jelasnya.
Keterkaitan dengan Ngarorasin
Kisah Panca Pandawa menjadi inspirasi bagi umat Hindu dalam menjalani proses Ngarorasin.
Sama seperti Pandawa yang harus melepaskan keterikatan duniawi dan menghadapi rintangan, keluarga yang ditinggalkan juga harus mengikhlaskan kepergian orang yang dicintai dan melanjutkan hidup.
Dengan begitu, Ngarorasin bukan hanya sebuah ritual, tetapi juga pelajaran hidup yang berharga.
Upacara ini mengingatkan kita tentang kegigihan dan kemampuan manusia untuk melepas ikatan duniawi dan menghadapi rintangan, seperti yang ditunjukkan oleh Panca Pandawa. ***
Editor : I Putu Suyatra