Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ritual Hindu Bali Makelud: Pembebasan Cuntaka dan Rasa Syukur dalam Ngarorasin

I Putu Suyatra • Senin, 6 Mei 2024 | 20:16 WIB

Ngarorasin adalah salah satu ritual Hindu Bali setelah ngaben.
Ngarorasin adalah salah satu ritual Hindu Bali setelah ngaben.

BALI EXPRESS - Upacara Ngarorasin yang dilakukan umat Hindu di Bali tak hanya tentang pembersihan niskala, tetapi juga mengandung makna mendalam.

Salah satu bagian penting dari Ngarorasin itu adalah upacara Makelud.

"Ini bertujuan untuk membebaskan cuntaka atau sebel semua keluarga," ungkap Ida Pedanda Gde Menara Putra Kekeran.

Cuntaka, atau kotoran niskala, adalah ikatan kesedihan dan keterikatan duniawi yang menempel pada keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga: Ritual Hindu Bali Ngarorasin: Meneladani Kegigihan Pandawa dan Melepas Ikatan Duniawi, Kenapa 12 Hari Setelah Ngaben? Ini Penjelasannya

"Upacara Makelud melambangkan proses pelepasan ikatan tersebut dan membantu keluarga untuk mengikhlaskan kepergian orang yang dicintai," lanjutnya.

Lebih dari Sekedar Pembersihan

Ngarorasin bukan hanya tentang membersihkan cuntaka, tetapi juga menegaskan rasa terima kasih dan balas jasa kepada leluhur yang telah membesarkan kita.

Upacara ini menjadi wujud doa agar leluhur dapat bersatu dengan Sanghyang Widhi Wasa atau menitis dan lahir kembali ke dunia.

Masyarakat Hindu Bali meyakini bahwa Ngarorasin merupakan cara untuk menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada leluhur.

Baca Juga: Ngarorasin: Memisahkan Dua Dunia, Mengantar Roh Menuju Surga - Tradisi Hindu Bali yang Penuh Makna

Namun, kasih sayang ini bukan hanya tentang kesedihan, tetapi juga tentang mengikhlaskan mereka agar mendapatkan tempat terbaik di alam baka.

Ngarorasin: Membantu Arwah Menuju Surga Setelah Upacara Ngaben

Upacara Ngarorasin dalam tradisi Hindu Bali tidak dilakukan sembarangan.

Upacara ini dilaksanakan setelah upacara Ngaben yang bertujuan untuk membersihkan semua yang terlibat kesebelan atau cuntaka.

Konsep Jiwa Abadi dalam Hindu

Menurut ajaran Hindu, jiwa atau sang Pitara bersifat kekal. Api, senjata, maupun air tidak bisa menghancurkannya.

Ketika jasad manusia telah hancur dan kembali ke asalnya, atma atau roh akan tetap hidup di alam akhirat.

Tujuan Upacara Ngarorasin

Upacara Ngarorasin yang dilakukan oleh anak, cucu, dan keluarga yang ditinggalkan bertujuan untuk:

Dengan dilaksanakannya Ngarorasin, roh diharapkan dapat melepaskan ikatan duniawi dan melanjutkan perjalanannya menuju surga.

Kesimpulannya, Ngarorasin merupakan upacara penting setelah Ngaben. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan cuntaka dan membantu arwah yang meninggal dunia menuju surga.

Baca Juga: Uang dalam Ritual Hindu Bali: Mengapa Bisa Digunakan Berkali-kali atau Tak Kenal Sebel?

Konsep jiwa yang kekal dalam ajaran Hindu menjadi dasar dilaksanakannya upacara ini. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #makelud #Ida Pedanda Gde Manara Putra Kekeran #Cuntaka #ngaben #hindu #ngarorasin #pitara