"Upacara Makelud melambangkan proses pelepasan ikatan tersebut dan membantu keluarga untuk mengikhlaskan kepergian orang yang dicintai," lanjutnya.
Lebih dari Sekedar Pembersihan
Ngarorasin bukan hanya tentang membersihkan cuntaka, tetapi juga menegaskan rasa terima kasih dan balas jasa kepada leluhur yang telah membesarkan kita.
Upacara ini menjadi wujud doa agar leluhur dapat bersatu dengan Sanghyang Widhi Wasa atau menitis dan lahir kembali ke dunia.
Masyarakat Hindu Bali meyakini bahwa Ngarorasin merupakan cara untuk menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada leluhur.
Namun, kasih sayang ini bukan hanya tentang kesedihan, tetapi juga tentang mengikhlaskan mereka agar mendapatkan tempat terbaik di alam baka.
Ngarorasin: Membantu Arwah Menuju Surga Setelah Upacara Ngaben
Upacara Ngarorasin dalam tradisi Hindu Bali tidak dilakukan sembarangan.
Upacara ini dilaksanakan setelah upacara Ngaben yang bertujuan untuk membersihkan semua yang terlibat kesebelan atau cuntaka.
Konsep Jiwa Abadi dalam Hindu
Menurut ajaran Hindu, jiwa atau sang Pitara bersifat kekal. Api, senjata, maupun air tidak bisa menghancurkannya.
Ketika jasad manusia telah hancur dan kembali ke asalnya, atma atau roh akan tetap hidup di alam akhirat.
Tujuan Upacara Ngarorasin
Upacara Ngarorasin yang dilakukan oleh anak, cucu, dan keluarga yang ditinggalkan bertujuan untuk:
Membantu atma atau roh yang meninggal dunia terlepas dari dosa yang pernah diperbuat semasa hidup.
Mendapatkan pengampunan dari Tuhan Yang Maha Esa.
Mencapai tempat yang baik di surga.
Dengan dilaksanakannya Ngarorasin, roh diharapkan dapat melepaskan ikatan duniawi dan melanjutkan perjalanannya menuju surga.
Kesimpulannya, Ngarorasin merupakan upacara penting setelah Ngaben. Upacara ini bertujuan untuk membersihkan cuntaka dan membantu arwah yang meninggal dunia menuju surga.