Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Apakah Ngarorasin, Sebuah Ritual Hindu Bali, Harus Dilaksanakan 12 Hari Setelah Ngaben? Begini Penjelasan Ida Pedanda Gde Manara Putra Kekeran

I Putu Suyatra • Senin, 6 Mei 2024 | 20:32 WIB

Prosesi Hindu Bali ngarorasin di Desa Gulingan, Mengwi, Badung, Bali
Prosesi Hindu Bali ngarorasin di Desa Gulingan, Mengwi, Badung, Bali
 

DENPASAR, BALI EXPRESS - Hindu di Bali dikenal sebagai agama yang fleksibel, namun bukan berarti tidak memiliki aturan atau tata cara yang tegas. Salah satunya soal waktu ngarorasin yang dilaksanakan setelah ngaben. 

Hal ini penting untuk diperhatikan agar ritual keagamaan, seperti Yadnya, dapat berjalan dengan maksimal dan memberikan manfaat yang optimal.

Ngarorasin: Melepaskan Cinta Kasih dan Mengantar Roh Menuju Surga

Dalam tradisi Hindu Bali, Ngarorasin umumnya dilakukan 12 hari setelah upacara Ngaben.

Baca Juga: Ritual Hindu Bali Makelud: Pembebasan Cuntaka dan Rasa Syukur dalam Ngarorasin

Ritual ini melambangkan pelepasan cinta kasih yang berlebihan antara keluarga yang masih hidup dengan yang telah meninggal.

Tujuannya adalah agar atma atau roh yang meninggal dapat segera menemukan tempat terbaik di surga.

"Setelah sekah dihanyutkan ke laut, atma manusia akan menuju sorga. Keikhlasan keluarga akan membuka jalan menuju surga. Namun, jika keluarga belum ikhlas, hal ini justru akan menghambat perjalanan atma," jelas Ida Pedanda Gde Manara Putra Kekeran.

Fleksibelitas Ngarorasin: Kapanpun Siap, Kapanpun Boleh

Lebih lanjut, Ida Pedanda menjelaskan bahwa upacara Ngarorasin tidak harus terikat pada patokan 12 hari.

Hal ini sesuai dengan makna filosofis Ngarorasin yang berasal dari kata "Ro" (dua) dan "Ras" (pisah).

Baca Juga: Ritual Hindu Bali Ngarorasin: Meneladani Kegigihan Pandawa dan Melepas Ikatan Duniawi, Kenapa 12 Hari Setelah Ngaben? Ini Penjelasannya

Artinya, Ngarorasin secara filosofis bertujuan untuk memisahkan dua hal: yang meninggal dengan keluarga atau sentananya.

Jadi, kapan pun keluarga merasa siap dan ikhlas untuk melepaskan dan mengantarkan roh menuju surga, upacara Ngarorasin dapat dilaksanakan.

Pengecualian dan Penyesuaian

Namun, patokan 12 hari umumnya dianggap sebagai waktu yang cukup bagi manusia untuk mengikhlaskan kepergian orang yang dicintai.

Selain 12 hari, Ngarorasin juga lazim dilakukan setelah tiga hari, tujuh hari, atau beberapa saat setelah Ngaben.

Contohnya, jika seseorang langsung melaksanakan Ngaben dan Ngelanus (memukur), mereka tidak perlu menunggu 12 hari untuk Ngarorasin.

Upacara ini dapat dilakukan beberapa saat setelah Ngaben.

Baca Juga: Ngarorasin: Memisahkan Dua Dunia, Mengantar Roh Menuju Surga - Tradisi Hindu Bali yang Penuh Makna

Dari penjelasan tersebut, diketahui  bahwa fleksibelitas dalam pelaksanaan Ngarorasin menunjukkan bahwa Hindu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Upacara ini bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang proses pengikhlasan dan pelepasan agar arwah yang meninggal dapat mencapai ketenangan abadi di surga. ***

Editor : I Putu Suyatra
#ritual #bali #Ida Pedanda Gde Manara Putra Kekeran #ngaben #hindu #Memukur #ngelanus #ngarorasin