BALI EXPRESS - Tepung tawar merupakan salah satu sarana upakara yang selalu ada dalam pelaksanaan yadnya umat Hindu di Bali. Fungsinya sebagai penawar bala dan penunjang kemakmuran.
Menurut Ketut Agus Nova, S.Fil.H, M.Ag (Jro Anom), penggunaan tepung tawar dalam yadnya adalah keharusan, baik dalam manusa yadnya, dewa yadnya, bhuta yadnya, Rsi Yadnya maupun pitra yadnya.
Bahan dan Makna Tepung Tawar
Bahan tepung tawar umumnya berbeda-beda di tiap daerah, namun tujuannya sama.
"Sebagai alat pembersih dan penolak bala," ungkap Jro Anom.
Bahan yang umum digunakan antara lain beras, kunyit, daun dapdap, dan kelapa parut.
Jro Anom menjelaskan, daun dapdap adalah bahan utama yang wajib ada karena mengandung asta sastra yang disamakan dengan Asta Aiswarya, sehingga dapat melenyapkan sebel kandel (ketidaksucian).
Lebih lanjut, Jro Anom menjelaskan bahwa Tepung Tawar ditempatkan bersama dengan bahan-bahan lainnya seperti segau, kekosok, sesarik, dan benang tukelan.
Semua bahan tersebut memiliki fungsi pembersihan yang penting dalam ritual ini.
Mantra yang diucapkan saat menggunakan Tepung Tawar mencerminkan tujuan pembersihan dan perlindungan.
Baca Juga: Ritual Hindu Bali Makelud: Pembebasan Cuntaka dan Rasa Syukur dalam Ngarorasin
Dalam konteks ini, daun dapdap memiliki peran khusus sebagai bahan utama dalam pembuatan Tepung Tawar.
Daun dapdap dianggap mengandung kekuatan spiritual yang dapat membersihkan sebel kandel, kondisi yang dianggap tidak suci dalam pandangan Agama Hindu.
Jro Anom juga menyoroti konsep "Taru Pramana" yang menghubungkan pohon dapdap dengan kekuatan spiritual.
Pohon dapdap dianggap sebagai simbol kesucian dan bahkan dijadikan sebagai senjata oleh para Dewa.
"Penggunaan Tepung Tawar bertujuan untuk menyucikan tidak hanya alam semesta tetapi juga tubuh manusia. Ini adalah bagian penting dari upacara yadnya, di mana pembersihan dengan Tepung Tawar dilakukan dengan menggunakan lis," jelasnya.
Filosofi Tepung Tawar
Melalui analisis etimologis, Tepung Tawar mengandung simbolisme mendalam.
Beras, sebagai bahan utama, melambangkan Dewi Sri dan keseimbangan hidup manusia.
Daun dapdap, di sisi lain, mencerminkan prinsip Tri Hita Karana dan rwa bhineda.
"Dengan demikian, penggunaan Tepung Tawar dalam setiap upakara yadnya bertujuan untuk meruwat sifat-sifat negatif menjadi lebih baik. Hal ini menggambarkan aspirasi untuk kemajuan baik dalam aspek dunia maupun spiritual," tambahnya.
Ritual Tepung Tawar menegaskan pentingnya pembersihan spiritual dalam menjaga keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan manusia, sebuah pesan yang relevan dalam konteks budaya Hindu.
Fungsi Tepung Tawar
Tepung tawar digunakan untuk:
- Membersihkan diri dari dasa mala (10 kotoran) dan tri mala (3 kotoran)
- Menyucikan bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (badan manusia)
- Meruwat sifat buruk menjadi baik
- Menunjang kemakmuran
***