Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Di Balik Restorasi Pura Pucak Mangu di Desa Pelaga Badung, Ada Berbagai Kejadian Alam hingga Kehancuran Kerajaan Mengwi

I Putu Mardika • Selasa, 7 Mei 2024 | 17:31 WIB
RESTORASI: Pura Pucak Mangu Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung sudah beberapa kali direstorasi akibat kejadian alam hingga kehancuran Kerajaan Mengwi.
RESTORASI: Pura Pucak Mangu Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung sudah beberapa kali direstorasi akibat kejadian alam hingga kehancuran Kerajaan Mengwi.

BALI EXPRESS – Menurut sejarah versi Puri Mengwi, Pura Pucak Mangu di Desa Pelaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung adalah hasil pemugaran I Gusti Agung Putu setelah menjadi Raja Mengwi.

Sejak itulah Pura Pucak Mangu mengalami perkembangan pesat.

Dijelaskan Pemangku Pura Pucak Mangu, Jero Mangku Gede, tidak ada catatan tertulis tentang restorasi Pura Pucak Mangu sampai runtuhnya Kerajaan Mengwi pada tahun 1896.

Akan tetapi Pura Pucak Mangu sempat runtuh karena kejadian alam berupa gempa besar pada tahun 1917.

Pura Pucak Mangu baru direstorasi pada tahun 1934-1935.

Selanjutnya, Pura Pucak Mangu kembali direstorasi pada tahun 1978, karena kejadian alam angin ribut yang merusak beberapa bangunan pura tersebut.

“Dulu ada penelitian dari Bagian Purbakala. Hasilnya, para ahli purbakala menduga bahwa sampai dengan abad kedelapan belas palinggih utama Pura Pucak Mangu berupa Lingga-Yoni,” katanya.

Setelah pemerintahan I Gusti Agung Nyoman Mayun, yang bergelar Cokorda Nyoman Mayun, Pura Pucak Mangu dilengkapi beberapa buah palinggih.

Palinggih tersebut di antaranya Meru Tumpang Lima sebagai sthana Bhaṭara Pucak Mangu, Meru Tumpang Tiga sthana Bhaṭara Taratai Bang, Tepasana tempat Lingga, Padma Capah sebagai pangubengan, Palinggih Panca Ṛṣi, yang mempunyai lima buah ruangan.

Selain itu ada empat ruangan menghadap ke keempat arah mata angin, dan sebuah ruang terletak di tengah palinggih.

Pujawali di Pura Pucak Mangu dilaksanakan saat Purnama Sasih Kelima, berdasarkan perhitungan sasih.

Seperti diketahui, Pura Pucak Mangu yang terletak di  Desa Pelaga, Kecamatan Petang Kabupaten Badung adalah salah satu pura kuna.

Pura ini erat kaitannya dengan pendiri Kerajaan Mengwi, I Gusti Agung Putu.

Menurut sejarah, konon di Pura Pucak Mangu ini I Gusti Agung Putu, sang pendiri Kerajaan Mengwi, bertapa untuk menenangkan diri setelah kalah dalam perang tanding melawan I Gusti Ngurah Batu Tumpeng dari Puri Kakeran. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#restorasi #Pura Pucak Mangu #kerajaan mengwi #kejadian alam #badung #desa pelaga