Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kebiasaan Membakar Uang Saat Ngaben Umat Hindu Bali: Tradisi atau Pemborosan?

I Putu Suyatra • Selasa, 7 Mei 2024 | 21:02 WIB

Ada sejumlah tradisi di Bali saat ngaben disertai dengan membakar uang.
Ada sejumlah tradisi di Bali saat ngaben disertai dengan membakar uang.

BALI EXPRESS - Tradisi ngaben umat Hindu di Bali identik dengan ritual pembakaran jenazah. Selain mengantarkan sang roh menuju alam baka, ritual ini juga sebagian ada yang diwarnai dengan tradisi membakar uang bersama jenazah.

Kebiasaan ini masih banyak dilakukan hingga saat ini, namun muncul pro dan kontra terkait tradisi ini.

Makna Tradisi Membakar Uang

Masyarakat Bali meyakini bahwa atma (roh) orang yang meninggal akan menjalani kehidupan di alam baka seperti saat di dunia.

Dengan membakar uang, diharapkan atma tersebut dapat menggunakannya untuk memenuhi kebutuhannya di alam baka.

Baca Juga: Di Balik Restorasi Pura Pucak Mangu di Desa Pelaga Badung, Ada Berbagai Kejadian Alam hingga Kehancuran Kerajaan Mengwi

Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan dan kasih sayang kepada orang yang telah tiada.

Pandangan Berbeda dari Dosen Filsafat

Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag., M.Fil.H, Dosen Filsafat UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, memiliki pandangan berbeda.

Ia tidak menyalahkan tradisi ini, tetapi menyarankan agar dilakukan secara simbolis.

Baca Juga: Pura Pucak Mangu di Desa Pelaga Badung: Stana Dewa Sangkhara, Bagian dari Catur Loka Pala dan Padma Bhuwana

"Uang yang seharusnya dibakar dapat dikumpulkan dan diwariskan kepada keluarga yang ditinggalkan," ungkapnya.

Alasan Mengapa Membakar Uang Tidak Bijak

1.  Membakar Uang Kertas Tidak Menguntungkan

Uang zaman dahulu terbuat dari logam dan dapat diambil kembali setelah dibakar. Namun, uang kertas akan menjadi abu.

2.  Memberikan Manfaat Bagi Keluarga

Uang warisan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga yang ditinggalkan dan menjadi pengingat kasih sayang orang yang telah tiada.

3.  Uang Merupakan Anugrah dari Tuhan

Membakar uang diibaratkan membakar amrita (anugrah) dari Tuhan.

Baca Juga: Pura Pucak Mangu di Desa Pelaga Badung: Ungkap Kisah Mistis Lidah Raja Mengwi Dirajah hingga Nama Pangelengan

4.  Melanggar Undang-Undang

Merusak uang termasuk dalam pelanggaran Undang-Undang.

Alternatif Tradisi Membakar Uang

1.  Donasi

Uang yang akan dibakar dapat didonasikan kepada yang membutuhkan.

2.  Simbolis

Membakar uang secara simbolis, seperti hanya beberapa lembar, dan menyimpan sisanya.

3.  Pendidikan

Mengedukasi masyarakat tentang nilai dan manfaat uang.

Dari penjelasan tersebut, tradisi membakar uang saat ngaben merupakan bentuk penghormatan dan kasih sayang kepada orang yang meninggal.

Baca Juga: Pura Pucak Mangu di Desa Pelaga Badung: Ungkap Kisah Mistis Lidah Raja Mengwi Dirajah hingga Nama Pangelengan

Namun, tradisi ini perlu dikaji ulang dan dicari alternatif yang lebih bijak dan bermanfaat.

Uang adalah anugrah dari Tuhan dan harus digunakan dengan bertanggung jawab. ***

Editor : I Putu Suyatra
#uang #bali #ngaben #hindu #tradisi