DENPASAR, BALI EXPRESS - Masayarakat Hindu di Bali mengenal istilah bebai untuk penyakit akibat ilmu hitam. Artikel ini membahas soal bebai dan rekomendasi tempat melukat atau nunas tamba bagi yang terkena ilmu hitam itu.
Bebai: Penyakit Niskala yang Mengancam Jiwa dan Raga
Bebai, penyakit akibat ilmu hitam yang menyerang psikis dan fisik, menjadi momok menakutkan di masyarakat Bali.
Dibuat dari darah dan otak manusia, Bebai dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari sakit perut, ngilu, hingga kejang-kejang dan bahkan kematian.
Apa itu Bebai?
Bebai merupakan produk ilmu kawisesan atau pangleakan yang diyakini dibuat dengan campuran darah dan otak manusia yang telah meninggal.
Penyakit ini menyerang korban secara psikis dan fisik, menimbulkan berbagai gejala seperti:
- Sakit perut seperti ditusuk-tusuk.
- Ngilu di sekujur tubuh.
- Pingsan.
- Berteriak-teriak seperti orang gila.
- Kejang-kejang.
- Hilang ingatan.
- Kematian.
Siapa yang Rentan Terkena Bebai?
Bebai dapat menyerang siapa saja, namun yang paling rentan adalah:
- Remaja.
- Orang yang akan menikah.
- Orang yang memiliki banyak musuh atau pesaing.
Cara Pencegahan Bebai:
- Rajin sembahyang dan nunas keselamatan pada Tuhan dan leluhur.
- Menghindari permusuhan dan menjaga hubungan baik dengan orang lain.
- Meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah percaya dengan orang lain.
Tips Jika Mengalami Gejala Bebai:
- Segera mencari pertolongan medis dan spiritual.
- Jangan panik dan tetap tenang.
- Yakinlah bahwa dengan pertolongan Tuhan dan leluhur, penyakit ini dapat disembuhkan.
Selain itu, bisa juga memohon kesembuhan dengan cara melukat atau nunas tamba di beberapa tempat yang diyakini.
Berikut tiga tempat yang bisa menjadi rujukan bagi umat Hindu di Bali yang terkena bebai:
1. Pura Dalem Sinunggal Samar Sari: Melawan Guna-guna dan Ilmu Hitam dengan Kekuatan Alam Semesta
Di Bali, banyak masyarakat yang percaya bahwa penyakit non-medis, seperti akibat guna-guna, santet, cetik, dan bebai, dapat disembuhkan melalui ritual di tempat-tempat suci.
Salah satu pura yang terkenal dengan kekuatan penyembuhannya adalah Pura Dalem Sinunggal Samar Sari di Desa Mengwi, Badung.
Kompleks Pura yang Unik
Pura Dalem Sinunggal Samar Sari terdiri dari tiga pura yang saling berkaitan:
- Pesimpangan Dalem Nusa: Tempat memohon izin untuk memulai prosesi.
- Pura Taman Beji: Tempat berdoa dan memohon kesembuhan.
- Pura Dalem Sinunggal Samar Sari: Tempat melukat (pembersihan diri) dan memohon perlindungan.
Pohon Beringin yang Angker dan Bun Selimpet yang Sakti
Di area Pura Dalem Sinunggal Samar Sari, terdapat pohon beringin besar yang dipercaya sebagai tempat memohon kesembuhan dari penyakit non-medis.
Di bawah pohon ini, terdapat bun selimpet, tanaman berambat yang dipercaya dapat mendeteksi keberadaan ilmu hitam.
Para pemedek (peziarah) yang dihadapkan pada bun selimpet akan merasakan panas, gelisah, bahkan kejang. Ini menunjukkan bahwa mereka sedang dirundung ilmu hitam.
Ritual Melukat untuk Pembersihan Diri
Setelah merasakan efek bun selimpet, pemedek akan melakukan ritual melukat di dua tempat:
- Dahan Utara: Melambangkan kembali ke asal mula manusia sebelum dilahirkan.
- Sisi Selatan: Dipercaya sebagai lautan niskala yang dapat menghilangkan hal negatif dalam tubuh.
Tempat Semadi dan Memohon Taksu
Pura Dalem Sinunggal Samar Sari juga menjadi tempat semadi bagi para penekun ilmu kebatinan dan memohon taksu (kekuatan spiritual).
Para pebisnis dan orang yang hendak naik jabatan juga sering datang ke pura ini untuk memohon kelancaran.
Pujawali dan Pengalaman Para Pemedek
Pujawali di Pura Dalem Sinunggal Samar Sari diadakan pada Sabtu atau Saniscara Kliwon Wuku Wayang, dan banyak pemedek yang datang dari berbagai daerah di Bali.
Banyak pemedek yang merasakan manfaat dari ritual di pura ini dan kembali untuk menghaturkan sesaji sebagai wujud terima kasih.
2. Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari: Melawan Santet dan Ilmu Hitam dengan Air Suci di Bali
Bagi masyarakat Bali yang percaya pada kekuatan niskala, Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari di Pura Taman Sari, Desa Jehem, Bangli, menawarkan solusi spiritual untuk menyembuhkan penyakit non-medis seperti santet dan bebai.
Pura Taman Sari: Keindahan Alam dan Kesaktian Air Suci
Terletak di tengah hutan belantara yang asri, Pura Taman Sari memancarkan aura ketenangan dan kedamaian.
Di sini, terdapat 12 pancuran dengan fungsi berbeda, termasuk 10 Pancuran Widyadari untuk membersihkan diri dan dua Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Naga Basuki untuk penyembuhan penyakit non-medis.
Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Naga Basuki: Melawan Santet dan Ilmu Hitam
Air suci dari Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Naga Basuki dipercaya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit akibat santet dan ilmu hitam.
Para pemedek yang berobat di sini akan merasakan efek panas, kejang-kejang, dan bahkan ketakutan saat meminum air suci ini, menandakan adanya ilmu hitam yang berusaha melawan.
Ritual Melukat dan Tahapan-tahapannya
Proses malukat di Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari memiliki tahapan yang harus diikuti:
- Memulai dari pancuran paling barat dan bergerak ke timur.
- Membasuh diri di 10 Pancuran Widyadari.
- Minum air suci dari Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Naga Basuki.
- Menyatakan rasa syukur dan terima kasih.
Baca Juga: Temukan Keajaiban Tersembunyi Bali di Pura Tirta Celempung dan Tempat Malukat: Lokasi Klungkung
Pancuran Widyadari untuk Pembersihan Diri dan Harapan Baru
Selain Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Naga Basuki, terdapat 10 Pancuran Widyadari yang memiliki fungsi berbeda:
- 5 Pancuran Pangeleburan Mala: Membersihkan diri dari kesialan dan karma buruk.
- 1 Pancuran Pangeleburan Bala: Melindungi diri dari bahaya.
- 1 Pancuran Tirta Awet Muda: Memperpanjang usia dan kesehatan.
- 1 Pancuran Kesuksesan: Mendukung kesuksesan dalam usaha dan karier.
- 1 Pancuran Taksu: Meningkatkan kekuatan spiritual.
- 1 Tirta Spiritual: Bagi penekun ilmu spiritual.
Tips Berkunjung dan Akses Menuju Pura Taman Sari
- Hari-hari baik untuk berkunjung: Tilem, purnama, kajeng kliwon, Galungan-Kuningan.
- Pakaian: Gunakan kain atau kamben saat membasuh diri.
- Akses: Pura Taman Sari mudah dijangkau dengan jarak 200 meter dari pemukiman warga dan akses jalan yang sudah diaspal.
- Jarak dari Denpasar: 45 km, melalui Kota Bangli dan Tembuku.
Bagi masyarakat Bali yang mencari solusi spiritual untuk menyembuhkan penyakit non-medis, Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari di Pura Taman Sari menawarkan harapan dan kekuatan air suci untuk melawan ilmu hitam dan mendapatkan kesembuhan.
3. Menemukan Keajaiban Tirta Suci di Pura Pemuteran: Menyembuhkan Penyakit dan Memutar Usaha
Di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, terdapat sebuah pura suci yang tak hanya memancarkan aura spiritualitas tetapi juga menyimpan legenda dan khasiat air suci yang luar biasa.
Pura Pemuteran, salah satu Pura Dang Kahyangan, menawarkan solusi spiritual untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan melancarkan usaha.
Sejarah dan Legenda Pura Pemuteran
Pura Pemuteran, yang diyakini sudah ada sejak zaman dahulu kala, merupakan patilasan Dang Hyang Nirartha, seorang pendeta Hindu yang terkenal di Bali.
Menurut cerita, Dang Hyang Nirartha singgah di pura ini dan dengan kesaktiannya, beliau mampu memutar Bajra, menciptakan empat sumber mata air suci yang hingga kini diyakini memiliki kekuatan penyembuhan.
Keempat Mata Air Suci dan Khasiatnya
Empat mata air suci di Pura Pemuteran, yang diselimuti kain putih, merah, hitam, dan kuning, memiliki khasiat yang berbeda:
- Mata Air Putih: Bersih dan tidak berbau, digunakan untuk mengobati dosa dan memohon kesucian jiwa.
- Mata Air Merah: Panas dan berbau belerang, digunakan untuk melukat pekarangan pemalinan.
- Mata Air Hitam: Panas dan berbau belerang menyengat, digunakan untuk mengobati penyakit akibat ilmu hitam, kesurupan, dan roh jahat.
- Mata Air Kuning: Panas dan berbau belerang, digunakan untuk mengobati segala jenis penyakit kulit.
Ritual Melukat dan Memutar Usaha
Pamedek (peziarah) yang ingin memohon kesembuhan dan kelancaran usaha dapat melakukan ritual melukat dengan air suci dari keempat mata air ini.
Selain itu, pangempon pura juga menyediakan ritual "memutar usaha" dengan mencampurkan keempat tirta dan mantra untuk melancarkan usaha.
Pujawali dan Tips Berkunjung
Pura Pemuteran mengadakan pujawali pada Purnama Kapat bersamaan dengan Pura Pulaki. Bagi pamedek yang ingin menghaturkan bakti dan melukat di pura ini, tidak diperlukan sarana khusus, cukup membawa banten pajati, ketulusan, dan keikhlasan.
Informasi Tambahan:
- Lokasi: Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali
- Akses:
- Dari Denpasar: Sekitar 2,5 jam perjalanan
- Dari Singaraja: Sekitar 1 jam perjalanan
- Tips:
- Gunakan pakaian yang sopan saat berkunjung.
- Bawalah banten pajati jika ingin menghaturkan bakti.
- Patuhi aturan dan tata krama yang berlaku di pura.
***
Editor : I Putu Suyatra