Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ciri-ciri Bebai dan 3 Rekomendasi Tempat untuk Mohon Kesembuhan di Bali: Lengkap dengan Petunjuk Pelaksanaannya

I Putu Suyatra • Jumat, 10 Mei 2024 | 20:17 WIB
Salah satu proses penyembuhan penyakit bebai atau ilmu hitam.
Salah satu proses penyembuhan penyakit bebai atau ilmu hitam.

DENPASAR, BALI EXPRESS - Masayarakat Hindu di Bali mengenal istilah bebai untuk penyakit akibat ilmu hitam. Artikel ini membahas soal bebai dan rekomendasi tempat melukat atau nunas tamba bagi yang terkena ilmu hitam itu.

Bebai: Penyakit Niskala yang Mengancam Jiwa dan Raga

Bebai, penyakit akibat ilmu hitam yang menyerang psikis dan fisik, menjadi momok menakutkan di masyarakat Bali.

Dibuat dari darah dan otak manusia, Bebai dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari sakit perut, ngilu, hingga kejang-kejang dan bahkan kematian.

Apa itu Bebai?

Bebai merupakan produk ilmu kawisesan atau pangleakan yang diyakini dibuat dengan campuran darah dan otak manusia yang telah meninggal.

Penyakit ini menyerang korban secara psikis dan fisik, menimbulkan berbagai gejala seperti:

Siapa yang Rentan Terkena Bebai?

Bebai dapat menyerang siapa saja, namun yang paling rentan adalah:

Baca Juga: JARANG DIKETAHUI! Rekomendasi 5 Tempat Memohon Jodoh bagi Para Jomblo di Bali: Lengkap dengan Doa yang Dipanjatkan

Cara Pencegahan Bebai:

Tips Jika Mengalami Gejala Bebai:

Selain itu, bisa juga memohon kesembuhan dengan cara melukat atau nunas tamba di beberapa tempat yang diyakini.

Berikut tiga tempat yang bisa menjadi rujukan bagi umat Hindu di Bali yang terkena bebai:

1.  Pura Dalem Sinunggal Samar Sari: Melawan Guna-guna dan Ilmu Hitam dengan Kekuatan Alam Semesta

Pura Dalem Sinunggal Samar Sari di Desa Mengwi, Badung.
Pura Dalem Sinunggal Samar Sari di Desa Mengwi, Badung.

Di Bali, banyak masyarakat yang percaya bahwa penyakit non-medis, seperti akibat guna-guna, santet, cetik, dan bebai, dapat disembuhkan melalui ritual di tempat-tempat suci.

Salah satu pura yang terkenal dengan kekuatan penyembuhannya adalah Pura Dalem Sinunggal Samar Sari di Desa Mengwi, Badung.

Kompleks Pura yang Unik

Pura Dalem Sinunggal Samar Sari terdiri dari tiga pura yang saling berkaitan:

Pohon Beringin yang Angker dan Bun Selimpet yang Sakti

Di area Pura Dalem Sinunggal Samar Sari, terdapat pohon beringin besar yang dipercaya sebagai tempat memohon kesembuhan dari penyakit non-medis.

Di bawah pohon ini, terdapat bun selimpet, tanaman berambat yang dipercaya dapat mendeteksi keberadaan ilmu hitam.

Para pemedek (peziarah) yang dihadapkan pada bun selimpet akan merasakan panas, gelisah, bahkan kejang. Ini menunjukkan bahwa mereka sedang dirundung ilmu hitam.

Ritual Melukat untuk Pembersihan Diri

Setelah merasakan efek bun selimpet, pemedek akan melakukan ritual melukat di dua tempat:

Tempat Semadi dan Memohon Taksu

Pura Dalem Sinunggal Samar Sari juga menjadi tempat semadi bagi para penekun ilmu kebatinan dan memohon taksu (kekuatan spiritual).

Para pebisnis dan orang yang hendak naik jabatan juga sering datang ke pura ini untuk memohon kelancaran.

Pujawali dan Pengalaman Para Pemedek

Pujawali di Pura Dalem Sinunggal Samar Sari diadakan pada Sabtu atau Saniscara Kliwon Wuku Wayang, dan banyak pemedek yang datang dari berbagai daerah di Bali.

Banyak pemedek yang merasakan manfaat dari ritual di pura ini dan kembali untuk menghaturkan sesaji sebagai wujud terima kasih.

2.  Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari: Melawan Santet dan Ilmu Hitam dengan Air Suci di Bali

Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari di Pura Taman Sari, Desa Jehem, Bangli
Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari di Pura Taman Sari, Desa Jehem, Bangli

Bagi masyarakat Bali yang percaya pada kekuatan niskala, Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari di Pura Taman Sari, Desa Jehem, Bangli, menawarkan solusi spiritual untuk menyembuhkan penyakit non-medis seperti santet dan bebai.

Pura Taman Sari: Keindahan Alam dan Kesaktian Air Suci

Terletak di tengah hutan belantara yang asri, Pura Taman Sari memancarkan aura ketenangan dan kedamaian.

Di sini, terdapat 12 pancuran dengan fungsi berbeda, termasuk 10 Pancuran Widyadari untuk membersihkan diri dan dua Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Naga Basuki untuk penyembuhan penyakit non-medis.

Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Naga Basuki: Melawan Santet dan Ilmu Hitam

Air suci dari Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Naga Basuki dipercaya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit akibat santet dan ilmu hitam.

Para pemedek yang berobat di sini akan merasakan efek panas, kejang-kejang, dan bahkan ketakutan saat meminum air suci ini, menandakan adanya ilmu hitam yang berusaha melawan.

Ritual Melukat dan Tahapan-tahapannya

Proses malukat di Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari memiliki tahapan yang harus diikuti:

  1. Memulai dari pancuran paling barat dan bergerak ke timur.
  2. Membasuh diri di 10 Pancuran Widyadari.
  3. Minum air suci dari Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Naga Basuki.
  4. Menyatakan rasa syukur dan terima kasih.

Baca Juga: Temukan Keajaiban Tersembunyi Bali di Pura Tirta Celempung dan Tempat Malukat: Lokasi Klungkung

Pancuran Widyadari untuk Pembersihan Diri dan Harapan Baru

Selain Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Naga Basuki, terdapat 10 Pancuran Widyadari yang memiliki fungsi berbeda:

Tips Berkunjung dan Akses Menuju Pura Taman Sari

Bagi masyarakat Bali yang mencari solusi spiritual untuk menyembuhkan penyakit non-medis, Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari di Pura Taman Sari menawarkan harapan dan kekuatan air suci untuk melawan ilmu hitam dan mendapatkan kesembuhan.

3.  Menemukan Keajaiban Tirta Suci di Pura Pemuteran: Menyembuhkan Penyakit dan Memutar Usaha

Pura Pemuteran, salah satu Pura Dang Kahyangan di Gerokgak, Buleleng, Bali.
Pura Pemuteran, salah satu Pura Dang Kahyangan di Gerokgak, Buleleng, Bali.

Di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, terdapat sebuah pura suci yang tak hanya memancarkan aura spiritualitas tetapi juga menyimpan legenda dan khasiat air suci yang luar biasa.

Pura Pemuteran, salah satu Pura Dang Kahyangan, menawarkan solusi spiritual untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan melancarkan usaha.

Sejarah dan Legenda Pura Pemuteran

Pura Pemuteran, yang diyakini sudah ada sejak zaman dahulu kala, merupakan patilasan Dang Hyang Nirartha, seorang pendeta Hindu yang terkenal di Bali.

Menurut cerita, Dang Hyang Nirartha singgah di pura ini dan dengan kesaktiannya, beliau mampu memutar Bajra, menciptakan empat sumber mata air suci yang hingga kini diyakini memiliki kekuatan penyembuhan.

Keempat Mata Air Suci dan Khasiatnya

Empat mata air suci di Pura Pemuteran, yang diselimuti kain putih, merah, hitam, dan kuning, memiliki khasiat yang berbeda:

Ritual Melukat dan Memutar Usaha

Pamedek (peziarah) yang ingin memohon kesembuhan dan kelancaran usaha dapat melakukan ritual melukat dengan air suci dari keempat mata air ini.

Selain itu, pangempon pura juga menyediakan ritual "memutar usaha" dengan mencampurkan keempat tirta dan mantra untuk melancarkan usaha.

Pujawali dan Tips Berkunjung

Pura Pemuteran mengadakan pujawali pada Purnama Kapat bersamaan dengan Pura Pulaki. Bagi pamedek yang ingin menghaturkan bakti dan melukat di pura ini, tidak diperlukan sarana khusus, cukup membawa banten pajati, ketulusan, dan keikhlasan.

Informasi Tambahan:

 ***

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#kematian #bali #mengwi #ciri-ciri #bangli #hindu #pura taman sari #Pura Dalem Sinunggal Samar Sari #bebai #pura pemuteran #badung #Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari #rekomendasi #buleleng