BANGLI, BALI EXPRESS - Penyakit yang bersumber dari dimensi nonmedis, sering disebut sebagai niskala, telah menjadi hal yang tak asing bagi masyarakat Hindu Bali.
Dalam menghadapi kondisi ini, banyak yang memilih jalur pengobatan spiritual atau nonmedis, mencari tempat-tempat yang dipercaya memiliki kekuatan bertuah untuk menyembuhkan penyakit yang sulit dijelaskan secara rasional.
Salah satu lokasi yang dikenal mampu memberikan kesembuhan atas penyakit nonmedis ini adalah Pancuran Pangelukatan Dasamala dan Widyadari di Pura Taman Sari, Banjar Sama Griya, Desa Jehem, Tembuku, Kabupaten Bangli, Bali.
Pura ini terkenal karena memiliki 12 pancuran, di antaranya 10 berbentuk patung dewi yang berfungsi untuk membersihkan diri dan menyucikan pikiran, serta dua pancuran khusus untuk pengobatan medis dan nonmedis.
Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Pancuran Naga Basuki merupakan dua pancuran yang diyakini mampu menyembuhkan sakit akibat bebai atau santet.
"Efek pengobatan ini sering kali ditandai dengan reaksi fisik seperti kesurupan, kejang-kejang, atau teriakan histeris, terutama pada mereka yang merasa terkena ilmu hitam," ungkap Pemangku Pura Taman Sari, Jro Mangku Ida Bagus Mangku Suabawa.
Pengalaman pemangku menunjukkan bahwa pasien yang sakit akibat santet atau guna-guna bisa langsung sembuh setelah melakukan pengobatan di tempat tersebut.
Proses penyembuhan ini melibatkan ritual minum air suci dari dua pancuran tersebut setelah melakukan pembersihan diri di 10 pancuran lainnya.
Pengunjung yang ingin melakukan malukat akan didampingi oleh pemangku, dan prosesi ini biasanya dilakukan pada hari-hari suci seperti tilem, purnama, kajeng kliwon, Galungan, atau Kuningan.
"Selain dua pancuran utama, terdapat juga 10 pancuran lainnya yang masing-masing memiliki kegunaan tersendiri, seperti untuk kesuksesan, awet muda, atau meminta restu dalam berbagai usaha," ungkapnya.
Pura Taman Sari merupakan tempat yang mudah diakses, berjarak sekitar lima kilometer dari Kota Bangli, dengan akses jalan yang sudah diaspal.
Begitu tiba di lokasi, pengunjung akan disambut oleh suasana asri pepohonan besar di lembah Taman Sari, menciptakan suasana yang mendukung untuk melakukan ritual penyembuhan dan malukat.
10 Pancuran Widyadari: Memenuhi Berbagai Kebutuhan Spiritual
Di Pura Taman Sari, terdapat 10 pancuran suci yang dinamai Pancuran Widyadari. Setiap pancuran memiliki fungsi dan tujuan yang berbeda, sehingga pengunjung dapat memilih pancuran yang sesuai dengan kebutuhan spiritualnya.
Pancuran Pangeleburan Mala (5 pancuran):
- Digunakan untuk membersihkan diri dari kotoran fisik dan spiritual.
- Membantu meringankan beban pikiran dan perasaan.
- Membawa ketenangan dan kedamaian jiwa.
Pancuran Pangeleburan Bala (1 pancuran):
- Dipercaya dapat menangkal energi negatif dan pengaruh buruk.
- Membantu meningkatkan ketahanan mental dan spiritual.
- Memberikan kekuatan dan keberanian dalam menghadapi rintangan.
Pancuran Tirta Awet Muda (1 pancuran):
- Dipercaya dapat memancarkan aura awet muda dan kesehatan.
- Meningkatkan vitalitas dan stamina tubuh.
- Membantu menjaga penampilan dan kesehatan kulit.
Pancuran Kesuksesan (1 pancuran):
- Dipercaya dapat melancarkan usaha dan karir.
- Meningkatkan peluang meraih kesuksesan dan keberuntungan.
- Membantu menumbuhkan semangat dan motivasi dalam bekerja.
Pancuran Taksu (1 pancuran):
- Dipercaya dapat meningkatkan kemampuan dan potensi diri.
- Membantu membuka cakrawala baru dan mengembangkan bakat.
- Memberikan inspirasi dan ide-ide kreatif.
Tirta Spiritual (1 pancuran):
- Diperuntukkan bagi para penekun ilmu spiritual.
- Membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi dalam meditasi.
- Memperkuat koneksi dengan alam semesta dan diri sendiri.
2 Pancuran khusus untuk pengobatan:
Bagi pemedek yang mau melakukan pengobatan disarankan untuk melukat di dua pancuran ini.
- Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Pancuran Naga Basuki dipercaya mampu menyembuhkan penyakit akibat bebai atau santet.
Baca Juga: Keajaiban dan Keunikan Hindu Bali di Pura Pusering Jagat: Dari Telaga Maya hingga Batu Kemong
Ritual Malukat
Pamedek (pengunjung) yang ingin berobat akan didampingi pemangku dan melakukan ritual malukat dengan urutan tertentu.
- Memulai dari Pancuran Pangeleburan Mala.
- Minum air tirta tiga kali dan membasuh diri.
- Melanjutkan ke tirta lain sesuai urutan.
- Bagi yang sakit akibat bebai, biasanya akan menunjukkan gelagat aneh seperti muntah-muntah, kejang, atau histeris.
- Penanganannya bisa satu jam, tergantung tingkat kesaktian orang yang menyakiti.
Cara Menuju Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari:
- Jarak: Sekitar 200 meter dari pemukiman warga di Banjar Sama Griya, Desa Jehem.
- Akses: Mudah dijangkau, akses menuju pura sudah diaspal.
- Rute: Dari Denpasar melalui Kota Bangli, bisa menempuh jalur Tembuku menuju Besakih, Karangasem. Dari Kota Bangli menuju lokasi berjarak sekitar lima kilometer.
Tips Berkunjung:
- Hari Baik: Kunjungi pura pada hari-hari suci seperti tilem, purnama, kajeng kliwon, Galungan-Kuningan.
- Pakaian: Kenakan kain atau kamben saat membasuh diri. Wanita wajib menutupi dada.
- Sarana Upacara: Pamedek yang berobat membawa dua pajati untuk dihaturkan di utama mandala pura dan palinggih Ratu Dewi Gangga.
- Pemandu: Pamedek yang ingin berobat akan didampingi pemangku.
Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari bukan hanya tempat wisata religi, tetapi juga menawarkan solusi spiritual untuk menyembuhkan penyakit nonmedis.
Bagi yang ingin merasakan kekuatan penyembuhannya, kunjungi pura ini dan ikuti ritual malukat dengan penuh keyakinan. ***
Editor : I Putu Suyatra