BALI EXPRESS - Melukat memang merupakan tradisi Hindu Bali. Tapi, tradisi ini sudah mendunia dan sangat cocok untuk healing bagi warga Bali maupun wisatawan yang sedang liburan di Bali.
Bali sendiri menawarkan banyak tempat melukat yang diyakini memiliki khasiat berbeda-beda.
Mulai dari penyakit Bali (non medis) atau serangan ilmu hitam, kelancaran usaha, karir hingga awet muda.
Tempat-tempat melukat di Bali itu pun menawarkan pesona yang menakjubakan dengan pemandangan indah dan suasana yang menyejukkan hati dan pikiran.
Nah, berikut ini adalah 4 tempat yang direkomendasikan untuk ibu-ibu. Sebab, salah satunya diyakini bisa membuat awet muda.
1. Taman Tirta Penglukatan Campuhan: Pesona Malukat dan Pesiraman Dedari di Bangli
Masyarakat Bali saat ini ramai melakukan kegiatan malukat (menyucikan diri) di Taman Tirta Penglukatan Campuhan, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.
Tempat ini menawarkan pengalaman malukat yang unik dengan adanya Pesiraman Dedari, sebuah spot tersembunyi dengan aura mistis dan dipercaya memiliki khasiat awet muda.
Keunikan Taman Tirta Penglukatan Campuhan:
- Pertemuan Dua Aliran Sungai: Taman Tirta Penglukatan Campuhan terletak di pertemuan dua aliran sungai, yang dipercaya memiliki kekuatan untuk menyembuhkan penyakit secara niskala.
- Pasiraman Dedari: Tempat malukat tersembunyi dengan medan yang menantang dan aura mistis. Dipercaya mampu membuat awet muda bagi yang melukat di sana.
- Suasana Alam yang Asri: Dikelilingi oleh pepohonan rindang dan suara gemericik air sungai, menciptakan suasana yang tenang dan damai.
Kisah Pengalaman Malukat di Pesiraman Dedari
Ni Ketut Suci, seorang pamedek yang baru pertama kali melukat di Pesiraman Dedari merasakan sensasi seperti berada di alam mimpi dan sangat hening.
Ia mengaku merasakan aura mistis dan percaya bahwa tempat ini memiliki kekuatan untuk awet muda.
Tips Berkunjung:
- Medan yang Licin: Berhati-hatilah saat memasuki Pesiraman Dedari karena medannya yang licin dan berbatu.
- Pakaian yang Tepat: Kenakan pakaian yang sopan dan nyaman untuk memudahkan pergerakan.
- Pemandu: Disarankan untuk didampingi oleh pemandu lokal yang mengetahui medan dan tata cara malukat di Pesiraman Dedari.
Cara Menuju Taman Tirta Penglukatan Campuhan:
- Jarak: Sekitar 40 menit dari Denpasar.
- Rute: Lewati Jalan Bypass Ida Bagus Mantra menuju Desa Abuan, Susut, Bangli. Ikuti petunjuk arah menuju Taman Tirta Penglukatan Campuhan.
Taman Tirta Penglukatan Campuhan bukan hanya tempat wisata religi, tetapi juga menawarkan solusi spiritual untuk berbagai kebutuhan.
Bagi yang ingin merasakan kekuatan penyembuhannya dan pengalaman malukat yang unik, kunjungi tempat ini dan ikuti ritual malukat dengan penuh keyakinan.
2. Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari: Solusi Spiritual untuk Berbagai Kebutuhan di Bali
Bagi masyarakat Hindu Bali, penyakit nonmedis atau serangan ilmu hitam seperti cetik dan bebai adalah hal yang umum.
Untuk mengatasinya, banyak yang memilih jalur pengobatan spiritual dengan mencari tempat malukat yang dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan.
Salah satu tempat malukat yang terkenal di Bali adalah Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari di Pura Taman Sari, Desa Jehem, Bangli.
Pura ini menawarkan 12 pancuran dengan fungsi berbeda untuk mengatasi berbagai masalah, mulai dari kesehatan, karir, hingga awet muda.
12 Pancuran dengan Fungsi Berbeda:
- Pancuran Pangeleburan Mala (5 pancuran) untuk membersihkan diri dari kotoran fisik dan spiritual.
- Pancuran Pangeleburan Bala (1 pancuran) untuk menangkal energi negatif dan pengaruh buruk.
- Pancuran Tirta Awet Muda (1 pancuran) untuk memancarkan aura awet muda dan kesehatan.
- Pancuran Kesuksesan (1 pancuran) untuk melancarkan usaha dan karir.
- Pancuran Taksu (1 pancuran) untuk meningkatkan kemampuan dan potensi diri.
- Pancuran Spiritual (1 pancuran) untuk para penekun ilmu spiritual.
- Pancuran Tirta Ratu Niang Sakti dan Pancuran Naga Basuki dipercaya mampu menyembuhkan penyakit akibat bebai atau santet.
Ritual Malukat yang Unik
Pamedek (pengunjung) yang ingin berobat akan didampingi pemangku dan melakukan ritual malukat dengan urutan tertentu, dimulai dari Pancuran Pangeleburan Mala, minum air tirta tiga kali dan membasuh diri, kemudian dilanjutkan ke tirta lain sesuai urutan.
Suasana Asri dan Tenang
Dikelilingi oleh pepohonan besar di lembah Taman Sari, menciptakan suasana yang damai dan kondusif untuk melakukan ritual malukat.
Manfaat Melukat di Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari:
- Menyembuhkan penyakit nonmedis seperti cetik dan bebai.
- Meningkatkan kesehatan dan kebugaran.
- Menyucikan diri dan pikiran.
- Mendapatkan kesuksesan dalam karir dan usaha.
- Mendapat awet muda.
- Meningkatkan kemampuan dan potensi diri.
- Mendapatkan ketenangan dan kedamaian jiwa.
Cara Menuju Pancuran Pangelukatan Dasamala lan Widyadari:
- Jarak: Sekitar 200 meter dari pemukiman warga di Banjar Sama Griya, Desa Jehem.
- Akses: Mudah dijangkau, akses menuju pura sudah diaspal.
- Rute: Dari Denpasar melalui Kota Bangli, bisa menempuh jalur Tembuku menuju Besakih, Karangasem. Dari Kota Bangli menuju lokasi berjarak sekitar lima kilometer.
3. Pasiraman Manik Tirtha: Tempat Melukat Unik di Bali untuk Awet Muda, Keselamatan, dan Pembersihan Diri
Di timur Desa Tamanbali, Bangli, terdapat sebuah tempat suci bernama Pasiraman Manik Tirtha yang menawarkan pengalaman malukat unik. Tempat ini tidak hanya digunakan untuk membersihkan diri secara sekala dan niskala, tetapi juga dipercaya memiliki khasiat awet muda, keselamatan, dan pembersihan diri bagi bayi dan jenazah.
Sejarah dan Keunikan Pasiraman Manik Tirtha:
Sejarah pasiraman ini berawal dari Raja Tamanbali, Jero Nengah, yang menggunakan tongkatnya untuk membelah tanah dan menciptakan jurang untuk melindungi wilayahnya.
Bekas seretan tongkatnya menghasilkan sumber mata air suci yang disebut Klebutan Pura Pasiraman Manik Tirtha.
11 Pancuran dengan Fungsi Berbeda
Terdapat 11 pancuran di pura ini, dengan fungsi berbeda:
- 5 Pancuran Pelinggih Jaba Pura: Digunakan untuk pasiraman biasa.
- Tirtha Selikan: Digunakan untuk memandikan bayi berusia 42 hari dan membersihkan jenazah sebelum upacara ngaben.
- Pancuran Tirtha Daha: Pancuran paling tinggi yang dipercaya dapat membuat awet muda.
- Pancuran Lainnya: Digunakan untuk berbagai keperluan spiritual, seperti memohon keselamatan dan kesembuhan.
Manfaat Melukat di Pasiraman Manik Tirtha:
- Awet muda: Pancuran Tirtha Daha dipercaya dapat membuat awet muda.
- Keselamatan: Tirtha Selikan dipercaya dapat membawa keselamatan bagi bayi dan kelancaran pembersihan atma bagi jenazah.
- Pembersihan diri: Melukat di Pasiraman Manik Tirtha dipercaya dapat membersihkan diri secara sekala dan niskala.
- Pembersihan bayi: Tirtha Selikan digunakan untuk memandikan bayi berusia 42 hari.
- Pembersihan jenazah: Tirtha Selikan digunakan untuk membersihkan jenazah sebelum upacara ngaben.
Tips Berkunjung:
- Hari Ramai: Sehari menjelang Hari Raya Galungan adalah momen paling ramai untuk melukat di Pancoran Daha.
- Sarana: Cukup membawa canang saat hari biasa dan pejati saat rerainan.
- Pemuput: Upacara dipuput oleh Mangku Dalem Banjar Kuning, Ngakan Ketut Mangku.
- Akses: Mudah dijangkau, terletak di Banjar Kuning, Desa Tamanbali, Bangli.
- Rute: Dari Denpasar, ikuti Jalan Baypass Ida Bagus Mantra menuju Desa Tulikup Gianyar. Belok kanan menuju Banjar Kuning dan ikuti petunjuk arah.
Pasiraman Manik Tirtha bukan hanya tempat wisata religi, tetapi juga menawarkan solusi spiritual untuk berbagai kebutuhan.
Bagi yang ingin merasakan kekuatan penyembuhannya, kunjungi pura ini dan ikuti ritual malukat dengan penuh keyakinan.
4. Pura Mengening Tampaksiring: Surga Tersembunyi dengan 10 Pancuran Suci dan Khasiat Ajaib
Tak jauh dari Istana Kepresidenan RI di Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali, terdapat sebuah pura tersembunyi bernama Pura Mengening.
Pura ini menawarkan 10 pancuran suci dengan nama dan khasiat berbeda, menjadikannya surga tersembunyi bagi mereka yang mencari ketenangan, pembersihan diri, dan solusi spiritual.
Keunikan Pura Mengening:
10 Pancuran Suci
Pura Mengening memiliki 10 pancuran air suci yang berasal dari klebutan (mata air) alami.
Nama dan Khasiat Berbeda
Setiap pancuran memiliki nama dan khasiat unik, seperti Pancuran Sudamala untuk menghilangkan susah tidur, Pancuran Gelung untuk kewibawaan, Pancuran Tirta Dedari dan Tirta Malela untuk awet muda, Pancuran Tirta Keben untuk kelancaran usaha, dan Pancuran Tirta Telaga Waja untuk pembersihan diri.
Suasana Damai dan Hening
Pura Mengening dikelilingi alam yang asri, menciptakan suasana damai dan hening yang ideal untuk meditasi dan refleksi diri.
Sejarah Panjang
Pura Mengening telah berdiri sejak kerajaan Warmadewa ketiga dan diyakini memiliki hubungan erat dengan Pura Tirta Empul yang terkenal.
Akses Mudah
Pura Mengening mudah dijangkau, terletak sekitar 500 meter dari Pasar Tampaksiring.
Tips Berkunjung:
- Pakaian: Gunakan pakaian adat madya (kain/kamen) saat malukat.
- Sarana: Bawa canang atau pajati sesuai kemampuan.
- Pemuput: Pemangku dan pamedek (pengunjung) dapat menghaturkan sarana bersama-sama.
- Piodalan: Pura Mengening piodalan setiap Soma Ribek (7 hari) dan ngusaba setahun sekali pada Purnama Kasa.
- Biaya: Tidak ada pungutan biaya, namun boleh berdana punia seiklasnya.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Tempat Melukat di Bali yang Cocok untuk Healing di Dekat Istana Kepresidenan
Kisah Pengalaman
Tokoh Desa Pakraman Saraseda, I Nyoman Weda, mengaku sering malukat di Pancuran Sudamala dan merasakan manfaatnya untuk membantu tidur lebih nyenyak.
Salah satu pamedek dari Singaraja mengaku datang ke Pura Mengening atas petunjuk mimpi dan setelah malukat di Pancuran Sudamala, ia bisa tidur nyenyak setelah dua tahun susah tidur.
Pura Mengening bukan hanya tempat wisata religi, tetapi juga menawarkan solusi spiritual untuk berbagai kebutuhan.
Bagi yang ingin merasakan kekuatan penyembuhannya, kunjungi pura ini dan ikuti ritual malukat dengan penuh keyakinan. ***