Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rekomendasi Tempat Melukat di Bali yang Tawarkan Khasiat Awet Muda dan Tingkatkan Kesuburan: Tapi Ada Tantangannya

I Putu Suyatra • Senin, 13 Mei 2024 | 20:34 WIB
Pura Pasiraman Kasuma Dewi di Banjar Tegal, Bebalang, Bangli
Pura Pasiraman Kasuma Dewi di Banjar Tegal, Bebalang, Bangli

BANGLI, BALI EXPRESS - Pura Pasiraman Kasuma Dewi di Banjar Tegal, Bebalang, Bangli, memiliki tradisi Hindu Bali yang unik dan menawarkan daya tarik tersendiri serta merupakan tantangan bagi para pamedek yang datang untuk melaksanakan sembahyang dan ritual khusus.

Pamedek, baik perempuan maupun laki-laki, yang ingin melakukan malukat di sana harus telanjang bulat di pancuran tanpa adanya sekat.

Melukat di tempat ini, diyakini bisa membuat orang awet muda dan meningkatkan kesuburan.

Seperti apa ceritanya?

Asal Usul Pura Pasiraman Kasuma Dewi: Legenda Raja dan Sumber Mata Air

Menurut Gusti Mangku Gede, Pemangku Pura Pasiraman Kasuma Dewi memiliki legenda tersendiri.

Konon, pada masa penjajahan, Raja Tamanbali sedang diburu musuh. Warga bernama Pasek Dawan menyembunyikan Raja Tamanbali di bawah bukit, dekat Desa Tambahan Bangli.

Raja kemudian diajak masuk ke sebuah goa yang memiliki sumber mata air (klebutan).

Cerita ini diyakini sebagai asal mula keberadaan Pura Pasiraman Kasuma Dewi. Nama "Kasuma Dewi" sendiri belum diketahui pasti artinya, namun tempat tersebut kini menjadi area pemandian suci (pasiraman) yang dilengkapi dengan pura di atasnya.

Petunjuk Arah ke Pura Pasiraman Kasuma Dewi

Jika ingin mengunjungi Pura Pasiraman Kasuma Dewi, dapat mengikuti petunjuk berikut.

Arahkan perjalanan menuju Kota Bangli, kemudian menuju lapangan Kapten Mudita Bangli.

Setelah sampai di lapangan tersebut, beloklah ke kanan dan carilah Lembaga Permasyaraktan (LP) Bangli.

Di sebelah selatan LP, akan menemukan gerbang besar di sebelah timur jalan dengan tertera nama Banjar Tegal, Bebalang, Bangli.

Masuklah ke arah timur dari gerbang tersebut, dan teruslah lurus sekitar satu kilometer hingga sampai di depan Balai Banjar Tegal.

Dari sana, lanjutkan perjalanan ke timur hingga tiba di Pura Pasiraman Kasuma Dewi.

Tantangan utamanya adalah saat melukat di tempat ini tidak boleh mengenakan pakaian alias tanpa busana.

Gusti Mangku Gede mengakui bahwa dia belum mengetahui secara pasti asal mula aturan tersebut.

Namun, dia menjelaskan bahwa warga sekitar sangat mematuhi aturan yang telah diturunkan dari leluhur. Hal ini dikarenakan pernah terjadi kejadian di mana seorang anak SD mandi menggunakan pakaian, yang menyebabkan sumber mata air di pasiraman tersebut menjadi kering secara tiba-tiba.

Kejadian ini dianggap sebagai kabrebehan (masalah) oleh warga, sehingga mereka mengadakan upacara untuk memohon pengampunan (guru piduka) kepada dewa di pasiraman tersebut.

Setelah upacara tersebut dilakukan, air kembali mengalir deras seperti semula.

Sejak saat itu, ada aturan adat yang mengatur bahwa siapa pun yang malukat sambil mengenakan pakaian, mencari air sedang cuntaka, atau meletakkan pakaian di area pancuran akan dikenai sanksi adat.

Sanksi tersebut berupa menghaturkan banten guru piduka dan didenda sejumlah uang yang akan digunakan untuk mengadakan upacara.

Berdasarkan aturan adat tersebut, Gusti Mangku Gede menegaskan bahwa malukat di Pura Pasiraman Kasuma Dewi harus dilakukan dengan telanjang bulat.

"Meskipun boleh menggunakan kain saat berada di depan pasiraman, namun saat akan malukat di pancuran, kain harus dilepas. Di sini, baik pria maupun wanita melakukan malukat secara sama-sama. Wanita biasanya menutup bagian vitalnya dengan tangan dan jongkok di bawah pancuran, sementara pria bisa berdiri atau jongkok," jelasnya.

Menariknya, meski selama proses malukat berlangsung, tidak pernah ada yang melakukan perbuatan yang tidak senonoh.

Hal ini karena ketika memasuki area pasiraman, secara otomatis semua fokus hanya pada proses malukat.

Di dalam pasiraman terdapat tiga pancuran, termasuk dua pancuran pasiraman yang dipercaya dapat menjaga agar tetap awet muda, dan satu pancuran lainnya diyakini dapat meningkatkan kesuburan.

Bahkan, pancuran yang terletak di bagian paling selatan diyakini dapat menyembuhkan penyakit kencing batu. ***

Editor : I Putu Suyatra
#melukat #bali #unik #kesuburan #bangli #hindu #tradisi #Pura Pasiraman Kasuma Dewi #Awet Muda