BALI EXPRESS - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, umat Hindu Bali masih menyimpan tradisi dan kepercayaan yang kental.
Salah satunya adalah tentang pengobatan non-medis untuk penyakit akibat ilmu hitam.
Salah satu tempat yang dipercaya umat Hindu di Bali mampu menyembuhkan penyakit-penyakit adalah Pura Dalem Sinunggal Samar Sari di Desa Mengwi, Badung.
Bagi mereka yang mencari kesembuhan dari penyakit non-medis, tempat ini menawarkan ritual melukat yang diyakini mampu membersihkan diri dari pengaruh ilmu hitam.
Pura Dalem Sinunggal Samar Sari, terdiri dari tiga pura yang saling berkaitan.
Salah satu area yang dipercaya paling angker adalah pelataran beringin di bagian utara, tempat memuja Ratu Gede Mas Mecaling, Ratu Gede Dalem Ped, dan Ratu Niang Sakti.
Di sinilah, Jero Mangku Ketut Tapa, pemangku pura, melayani umat Hindu Bali untuk melukat guna menyembuhkan sakit akibat diguna-guna atau ilmu hitam.
Prosesi melukat diawali dengan memohon di pesimpangan Dalem Nusa, kemudian pemedek diarahkan ke bawah pohon beringin, tepatnya di bawah "bun selimpet", tanaman berambat yang tak ada ujung pangkalnya.
Di bawah "bun selimpet" ini, pemedek diyakini akan merasakan panas, gelisah, bahkan sampai teriak.
Hal ini diyakini sebagai tanda bahwa pelaku ilmu hitam yang menyakiti mereka sedang merasakan kepanasan.
Beberapa pemedek bahkan mengalami kejang atau muntah angin dan ulat.
Konon, mereka adalah korban ilmu hitam seperti tumbal, cetik, pepasangan, bebai, dan penyakit non-medis lainnya.
Setelah proses pembersihan awal di bawah "bun selimpet", pemedek kemudian melakukan prosesi melukat.
Pertama, umat Hindu melukat di dahan sebelah utara, di mana bentuk dahan menyerupai rongga perut manusia.
Secara filosofis, pemedek diyakini masuk ke rongga perut ibu pertiwi, memohon kepada leluhur agar bersih lahir batin sebelum menjalani kehidupan di dunia.
Melukat dilakukan dengan air suci yang diperoleh dari pesimpangan Dalem Nusa.
Pembersihan berikutnya dilakukan di sisi selatan pohon, dekat jurang setinggi 5 meter. Sarana yang digunakan adalah "bungkak nyuh gading".
Konon, area ini merupakan lautan secara niskala, di mana air laut diyakini dapat menghilangkan hal negatif dalam tubuh.
Pelataran Pura Dalem Sinunggal Samar Sari tak hanya dikunjungi mereka yang mencari kesembuhan, tetapi juga para penekun ilmu kebatinan yang ingin menguji kekuatan dan memohon taksu.
Para pebisnis dan orang yang ingin naik jabatan pun tak jarang datang untuk memohon di tempat ini.
"Penunggu di sini terkenal bares (pemurah)," ujar Mangku Tapa, "Tapi dengan catatan, niat harus tulus."
Pada Sabtu atau Saniscara Kliwon Wuku Wayang, pemedek yang datang ke pura ini cukup banyak.
Mereka berasal dari berbagai wilayah di Bali, dan tak sedikit yang datang dari luar Badung.
Sejak berobat di Pura Dalem Sinunggal Samar Sari, banyak pemedek yang kembali untuk menghaturkan sesaji sebagai wujud terima kasih.
Namun, perlu diingat bahwa semua kembali pada kepercayaan masing-masing. Kuasa tetap ada di tangan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Editor : Nyoman Suarna