BALI EXPRESS – Pura Taman Sari merupakan salah satu tempat melukat bagi umat Hindu Bali, khususnya di Buleleng.
Terletak di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng, Pura Taman Sari bukan hanya tempat peribadatan bagi umat Hindu tetapi juga kerap dikunjungi umat non Hindu.
Dikenal juga sebagai Pura Pancasila atau Pura Nusantara, pura ini menarik umat dari berbagai latar belakang agama dan daerah di Indonesia.
Drs. Anak Agung Gede Ngurah, M.Si yang kala itu menjabat sebagai kelian Adat Pura Taman Sari, saat diwawancarai Bali Express Jawa Pos Group tahun 2018 silam, mengatakan, pemedek tidak hanya umat Hindu Bali tetapi juga non Hindu dari Lombok, Kalimantan, Jawa, hingga Sumatera.
Biasanya banyak yang datang saat Purnama Tilem dan Pujawali yang bertepatan dengan Purnama Sasih Kelima atau sekitar bulan November.
Alasan mereka datang beragam, mulai dari memohon keturunan, ingin kaya, jodoh untuk para jomblo, hingga kesehatan.
Semua permohonan ini biasanya dilakukan melalui prosesi melukat.
Menariknya, banyak pemedek yang datang setelah mendapatkan pawisik.
Prosesi melukat dimulai di mata air yang terletak di madya mandala pura, tepatnya di bawah Pohon Juwet.
Mata air ini terkenal jernih dan sejuk, meskipun dekat dengan pantai, airnya tetap tawar dan segar, tidak terpengaruh kadar garam.
Setelah melukat di bawah Pohon Juwet, pemedek melanjutkan prosesi ke Palinggih Dalem Salukat.
Palinggih ini menyerupai seorang pendeta tua sakti, sering diasosiasikan dengan sosok suci Pendeta Dang Hyang Nirartha.
Di sini, pemedek melakukan prosesi melukat untuk membersihkan segala kekotoran spiritual, sebelum melanjutkan ke utama mandala pura untuk memohon wara nugraha dari Ratu Dewa Ayu Sarining Amertha.
“Melukat di Pura Taman Sari sangat lengkap. Ada tirta penglukatan, penyucian hingga wara nugraha. Cukup membawa dua pejati, satu untuk areal penglukatan dan satu lagi untuk utama mandala,” jelas Agung Ngurah.
Di areal penglukatan juga terdapat pancaka tirta, simbol dari Panca Dewata: Dewa Wisnu, Iswara, Brahma, Mahadewa, dan Siwa.
Bahkan terdapat patung Lingga Yoni yang melengkapi keagungan tempat ini.
Pancaka tirta ini sering diminta oleh pemedek untuk diambil tirta (air suci) yang akan digunakan dalam upacara di rumah tangga sehari-hari.
“Pancaka tirta ini juga sering dimohon oleh para pemedek untuk digunakan dalam setiap upacara sehari-hari di rumah tangga,” tambah Agung Ngurah.
Editor : Nyoman Suarna