BALI EXPRESS - Kayehan Dedari yang terletak di Desa Nagasepaha, Kabupaten Buleleng, Bali, telah menjadi pusat perhatian bagi banyak orang yang mencari kesembuhan dari berbagai penyakit.
Menurut Made Agus Doni Ariawan, atau yang lebih dikenal sebagai Jro Alit, seorang penekun spiritual setempat, banyak orang sakit melukat di pancoran tersebut.
"Sudah banyak pasien yang diajak melukat atau melakukan pembersihan diri di pancoran tersebut. Tidak saja dari masyarakat desa, namun juga luar desa hingga luar provinsi," kata Jro Alit.
Menurutnya, air pancoran yang keluar dari bawah kayu Jelema berusia ratusan tahun di sana memiliki khasiat penyembuhan yang luar biasa.
"Banyak yang datang ke sini untuk memohon kesembuhan. Tiang (saya) ajak ke sana dan astungkara sembuh. Bukan tiang yang menyembuhkan, tapi Beliau yang berkenan memberikan anugerahnya," tambahnya.
Meskipun aura magis terasa kuat di Kayehan Dedari, Jro Alit sendiri tidak pernah melihat sosok gaib atau kejadian aneh lainnya selama menjalani pengobatan di tempat tersebut.
"Biar tiang tidak salah, tiang sama sekali tidak pernah melihat hal-hal seperti itu. Tugas tiang hanya mengantarkan saja," ungkapnya.
Tempat melukat ini diyakini dihuni oleh sosok wanita cantik yang memberikan anugerah kesembuhan bagi para orang yang datang untuk melukat atau melakukan pembersihan diri.
Sosok wanita ini dikenal dengan sebutan Dewa Ayu Wulandari yang berstana di palinggih Taksu.
“Di sana berstana seorang istri (wanita). Beliau yang membantu untuk memberikan kesembuhan. Beliau meparab (bernama) Dewa Ayu Wulandari. Di sana ada dua palinggih, yakni palinggih Taksu dan Dewa Ayu. Beliau salah satunya,” ujar Jro Alit.
"Konon wanita tersebutlah yang memberikan anugerah kesembuhan bagi pasien-pasiennya yang datang untuk melukat atau melakukan pembersihan diri," lanjutnya.
Kini Kayehan Dedari di Desa Nagasepaha, Bali, menjadi tempat melukat untuk kesembuhan spiritual dan penyucian diri yang dikujungi ribuan orang sakit setiap tahunnya.