Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Bukit Sinunggal: Pura Dang Kahyangan di Bali Utara dengan Sejarah dan Keajaiban Hindu Bali serta Sinyal Bencana

I Putu Mardika • Kamis, 23 Mei 2024 | 14:14 WIB

Pura Bukit Sinunggal, terletak di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali
Pura Bukit Sinunggal, terletak di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali

BALI EXPRESS – Pura Bukit Sinunggal, terletak di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng adalah salah satu Pura Dang Kahyangan di Bali Utara.

Pura Hindu Bali ini dikenal sebagai tempat yang sering memberikan sinyal jika ada bencana. Hal itu diungkapkan Jro Nyoman Sukrai, pengempon Pura Bukit Sinunggal.

Sejarah Pura Bukit Sinunggal

Jero Mangku Made Kerta, penjaga Pura Bukit Sinunggal, mengungkapkan sejarah Pura ini yang berkaitan erat dengan Kerajaan Bedahulu pada abad ke-8 hingga abad ke-14.

Menurut prasasti Raja Sri Kesari Warmadewa tertanggal 19 Agustus 914, Pura ini dahulu dikenal sebagai Hyang Bukit Tunggal di Desa Air Tabar, kini Desa Depaha.

Empat tokoh bersejarah, Mpu Danghyang Agenisarma, Sri Naga, Bajra, dan Tri, diberi tugas untuk mempersatukan masyarakat dan melaporkan kondisi sekitar Pura kepada Sri Paduka Raja Kesari Warmadewa di Istana Singhamandawa.

Keunikan dan Keajaiban Pura Bukit Sinunggal

Pura Bukit Sinunggal memiliki pelinggih utama Meru Tumpang Pitu, stana Ida Ratu Pucak Sinunggal, dengan patung Batara Ganesha.

Di sini juga terdapat Pelinggih Ida Sang Hyang Pasupati dan berbagai pelinggih lainnya seperti Pasimpangan Ratu Ayu Melanting dan Ratu Gede Dalem Peed.

Fakta Menarik:

1. Besakihnya Buleleng

Pura ini sering disebut sebagai "Besakihnya Buleleng" karena lengkapnya pelinggih yang ada di sini, mirip dengan yang ada di Pura Besakih.

Baca Juga: Patut Dicoba!!Sensasi Melukat di Pura Sumur Kembar di tengah Hutan Cekik Gilimanuk

2.  Keajaiban Mistis

Pura ini dikenal memberikan sinyal bencana melalui sinar merah terang dari Meru.

Juga, pernah ada kejadian mistis ketika seorang pemedek dikepung ribuan lebah saat mencoba menghaturkan babi guling di pelinggih utama.

3.  Kisah Panji Sakti

Pendiri Kota Singaraja, Ki Barak Panji Sakti, pernah mengucapkan kaul di Pura ini saat tersesat di lautan dalam perjalanannya menyerang Blambangan.

Lokasi dan Akses

Pura Bukit Sinunggal terletak di ketinggian sekitar 650 meter di atas permukaan laut.

Pengunjung harus berjalan kaki menyusuri ratusan anak tangga sejauh lebih dari 250 meter.

Di sepanjang perjalanan, terdapat berbagai pelinggih seperti Palinggih Empulawang dan Palinggih Lebuh.

Ritual dan Perayaan

Pujawali di Pura Bukit Sinunggal diadakan pada Rahina Purnama Kapat, dikenal sebagai Bhatara Turun Kabeh.

Ritual ini diikuti oleh krama pangempon dari 11 desa di Kecamatan Kubutambahan.

Selain itu, pemedek yang datang pada hari-hari penting seperti Purnama-Tilem, Kajeng Kliwon, Saraswati, dan Siwaratri juga akan dilayani oleh para pemangku pura.

Batasan untuk Wisatawan

Karena kesakralan Pura Bukit Sinunggal, kunjungan dari wisatawan sangat dibatasi dan hanya diizinkan bagi yang berniat untuk bersembahyang.

Ini untuk menjaga kesucian dan ketenangan pura yang juga sering dikunjungi oleh pejabat dan masyarakat untuk memohon anugrah rejeki, jodoh, dan jabatan.

Pura Bukit Sinunggal, dengan sejarah panjang dan keajaiban mistisnya, tetap menjadi salah satu tempat suci yang dihormati dan dilestarikan oleh masyarakat Bali. ***  

Editor : I Putu Suyatra
#bali #bencana #sinyal #hindu #Pura Bukit Sinunggal #Dang Kahyangan #buleleng