BALI EXPRESS - Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Karangasem tak hanya memiliki tradisi Usaba Sumbu. Namun, Desa Bungaya juga memiliki tradisi unik yaitu Ngusaba Memedi.
Ngusaba Memedi di Desa Bungaya dilaksanakan setahun sekali.
Ngusaba Memedi merupakan tradisi yang sudah berlangsung secara turun-temurun.
Ngusaba Memedi ini diyakini merupakan bhisama Maha Rsi Markandeya.
Saat datang ke Bali, Rsi Markandeya menghimbau masyarakat agar melaksanakan upacara muhun-muhun yang kemudian lebih dikenal dengan istilah Ngusaba Memedi.
Saat melaksanakan upacara muhun-muhun atau Ngusaba Memedi, masyarakat Desa Bungaya memuja Ida Bhatara Jawa.
Menurut kepercayaan masyarakat Desa Bungaya, jika ritual ini tidak dilakukan, diyakini akan memberikan efek negatif dari sisi niskala.
Ritual ini bertujuan untuk menghindari masyarakat dari serangan penyakit, gangguan bhuta kala, dan pengaruh negatif lainnya.
Selain itu, upacara Ngusaba Memedi merupakan salah satu upaya untuk menjaga keharmonisan dan keseimbangan alam.
Ngusaba memedi di Desa Bungaya dilaksanakan setiap satu tahun sekali.
Puncak Ngusaba Memedi digelar pada Sasih Kapitu nemonin (bertepatan) Kajeng Kliwon.
“Pelaksanaan Ngusaba Memedi di Desa Bungaya, merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap alam,” kata Tabeng Wijang Desa Adat Bungaya, De Kubayan Wayan.
Hal ini, terangnya, tidak terlepas dari konsep kepercayaan masyarakat Desa Bungaya.
Editor : Nyoman Suarna