Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dulu Terkenal Angker, Kini Jadi Tempat Melukat Favorit, Dari Memohon Kesembuhan hingga Keturunan

I Putu Mardika • Senin, 27 Mei 2024 | 22:46 WIB

Pancoran di Penglukatan Pura Kedatuan Raksa Sidhi sebagai tempat melukat.
Pancoran di Penglukatan Pura Kedatuan Raksa Sidhi sebagai tempat melukat.
TABANAN, BALI EXPRESS-Tempat melukat yang layak direkomendasikan ada di Pura Kahyangan Kedatuan Raksa Sidhi. Pura ini terletak di Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali.

Dahulu tempat ini dikenal begitu angker sampai tidak ada orang yang berani mendatangi areal tersebut. Namun, saat ini lokasi ini begitu bertuah untuk tempat melukat, dengan segala ceritanya.

Tempat melukat ini ramai dikunjungi pemedek dari pelosok Bali. Bahkan, ada pula pemedek yang nangkil dari luar Bali, seperti Jawa Timur dan Jogjakarta. Tidak sedikit dari pemedek yang nangkil karena pawisik.

Baca Juga: Tempat Melukat Umat Hindu Bali Ini Diyakini Bisa Bikin Awet Muda: Lokasinya Tersembunyi, Jarang Ada yang Berani Masuk

Terbukti, yang nangkil tidak hanya umat Hindu saja. Bahkan datang dari umat lain yang non Hindu.

Berlokasi dekat objek wisata Jatiluwih, tempat melukat ini memiliki pesona keindahan alam yang memanjakan mata.

Airnya yang jernih yang muncul dari balik bebatuan memiliki khasiat beragam. Dipercaya, melukat di pura ini mampu menyembuhkan beragam penyakit. Mulai dari stres hingga untuk mendapatkan keturunan.

Suasana yang hening, sejuk dan rimbun benar-benar memberikan vibrasi positif untuk melakukan penglukatan. Selain itu, penataan areal melukat ini begitu rapi dan indah.

Pemedek tidak usah khawatir akan barang bawaannya. Sebab, di areal nistaning mandala terdapat loker untuk tempat menyimpan barang dan baju, sehingga aman saat melukat.

Mangku Taman, pemangku Taman Beji Tirta Sudhamala menjelaskan tempat ini memang dulunya terkenal begitu angker.

Bahkan warga lokal saja tidak berani untuk datang ke areal tersebut, karena masih rimbun dengan pepohonan.

Kemudian karena ditemukan sumber mata air yang begitu besar dan jernih, tahun 2022 tempat ini ditata. Kemudian pada Februari tahun 2023 pura Kedatuan ini dibuatkan prosesi Upacara Ngenteg Linggih.

Ada belasan pancoran yang airnya keluar dari tebing-tebing bebatuan. Inilah menjadi sumber air untuk mekukat.

Uniknya, belasan pancoran ini memiliki Khasiat masing-masing. Bahkan, proses melukatnya pun harus memperhatikan urutan.

Setelah Penglukatan Dukuh Sakti dilanjutkan dengan Penglukatan Sanghyang Pewenang Tapa (Ibu Pertiwi untuk memohon keturunan atau Pratisentana.

Kemudian Penglukatan Bunda Kanjeng Ratu (mohon Kharisma atau wibawa); Penglukatan Ratu Niang Sakti (memohon usada atau pengobatan); Penglukatan Arca Buddha (mohon kebijaksanaan-Tatagata);

Selanjutnya Penglukatan Sanghyang Semara-Ratih (memohon jodoh bagi yang belum dapat jodoh); Penglukatan Bathari Gangga (mohon keberlimpahan); Penglukatan Sanghyang Brahma/Bathara Brahma (untuk menghilangkan mala, terhindar dari mara bahaya atau penyakit);

Penglukatan Leluhur (mencegah terkena kutukan leluhur); Penglukatan Bethari Melanting (mohon keberlimpahan rejeki); Penglukatan Bethara Wisnu dengan 3 Arca Naga (mohon agar terhindarkan dari musuh (satru);

Kemudian Penglukatan Sang Hyang Wismaya/Semar (Tualen) untuk memohon kesidhian; Penglukatan Sanghyang Aji Saraswati (untuk memohon ilmu pengetahuan (Jnana); Penglukatan Bethari Danu (memohon keharmonisan dengan semua ciptaan Tuhan (sarwa prani); Selanjutnya Penglukatan Sanghyang Siwa juntuk memohon kekuatan lahir – bathin.

Baca Juga: Berawal dari Danau yang Dibuat Raja Mengwi, Kini Jadi Tempat Melukat Umat Hindu Bali: Pancoran Solas Dipercaya untuk Pengobatan

Dikatakan Mangku Taman, ada sejumlah sarana yang perlu dibawa jika ingin melukat ke Pura Pura Kahyangan Kedatuan Raksa Sidhi. Sarana utamanya adalah pejati sebanyak tiga buah.

Sarana ini dihaturkan di pelinggih Dukuh Sakti, kemudian di beji sembari lanjut melukat setelah dilanjutkan barulah di luhur (utamaning Madya) untuk melaksanakan persembahyangan. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#melukat #bali #Kedatuan #Pawisik #hindu bali #hindu #pura #penebel #Non medis #tabanan