BALI EXPRESS - Tradisi bebantenan umat Hindu Bali kaya akan istilah dan simbolisme yang seringkali menjadi sumber kebingungan atau keambiguan.
Penting untuk menekankan hal ini guna mencegah kesalahan yang dapat berkembang menjadi kebiasaan.
Salah satu aspek penting dari bebantenan adalah konsep tiga tamas dalam banten suci yang melambangkan Tri Murti, yakni Utpeti, Stiti, dan Pralina.
Tamas pertama mewakili Utpeti, atau penciptaan alam semesta.
"Pada tamas pertama, kita menemukan Nasi Penek dan Rerasmen sebagai simbol penciptaan alam semesta," kata Ida Pedanda Gde Manara Putra Kekeran dalam wawancara dengan Bali Express (Jawa Pos Group).
Tamas kedua melambangkan Stiti, atau pemeliharaan.
Setelah penciptaan alam semesta, proses dilanjutkan dengan penciptaan isi alam, baik Bhuwana Agung maupun Bhuwana Alit.
Simbol senjata Ista Dewata hadir dalam tamas kedua sebagai representasi dari Stiti.
Tak kalah pentingnya adalah kehadiran dua jajan Suci pada setiap celemek di tamas kedua yang melambangkan Kemahasucian Sang Hyang Widi.
Kekuatan pemeliharaan diwakili oleh Pala Bungkah dan Pala Gantung.
Selain itu, dalam konteks penciptaan alam semesta dan isinya, Sang Hyang Widi menjalankan Hukum Rta melalui kekuatan pralinanya, menandakan kemahakuasaannya sebagai Siwa Rudra.
Simbolisme ini tercermin dalam Jajan Saraswati yang berbentuk binatang cecek (cicak).
Namun, fokus bukan pada binatang itu sendiri, melainkan pada makna kata 'cecek' dalam bahasa Bali yang berarti 'titik'.
"Titik tersebut melambangkan Windhu Ameteng, alamnya Sang Hyang Siwa atau Siwa Loka," tambahnya.
Memahami Makna Simbol Tri Murti dalam Banten Suci
- Tamas Pertama: Utpeti (Penciptaan)
Simbol Utpeti pada Tamas pertama diwujudkan dalam Nasi Penek dan Rerasmen. Kedua jajanan ini melambangkan penciptaan alam semesta.
- Tamas Kedua: Stiti (Pemeliharaan)
Tamas kedua melambangkan Stiti atau pemeliharaan alam semesta dan isinya. Di sini, terdapat jajan yang merepresentasikan senjata Ista Dewata dan dua jajan Suci yang melambangkan Kemahasucian Sang Hyang Widhi.
Kekuatan pemeliharaan alam semesta digambarkan melalui Pala Bungkah dan Pala Gantung.
- Tamas Ketiga: Pralina (Peleburan)
Tamas ketiga melambangkan Pralina, yaitu peleburan alam semesta di akhir zaman. Simbol kekuatan Pralina diwakili oleh Jajan Saraswati yang berbentuk binatang cecek (cicak).
Kata "cecek" dalam bahasa Bali berarti "titik", yang melambangkan Windhu Ameteng, alamnya Sang Hyang Siwa atau Siwa Loka.
Memahami Banten Suci dengan Benar untuk Kesempurnaan Upacara
Dengan memahami makna simbol Tri Murti dalam Banten Suci, umat Hindu di Bali dapat mempersiapkan dan mempersembahkan Banten Suci dengan lebih tepat dan penuh makna.
Hal ini penting untuk mencapai kesempurnaan upacara dan mendapatkan anugerah dari Sang Hyang Widhi. ***
Editor : I Putu Suyatra