Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Healing Sambil Melukat: Penglukatan Jaga Satru di Desa Duda Timur Solusinya

I Putu Mardika • Kamis, 30 Mei 2024 | 04:56 WIB

Melukat di Penglukatan Jaga Satru Dusun Pateh, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat Karangasem
Melukat di Penglukatan Jaga Satru Dusun Pateh, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat Karangasem
BALI EXPRESS-Jalan-jalan ke pegunungan dengan vibes healing, sembari berwisata dan melukat tentu bukan hal yang mustahil dilakukan.

Bagi penekun spiritual, Penglukatan yang berada di air Terjun Jaga Satru Dusun Pateh, Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem, Bali layak direkomendasikan.

Sebagai ikon, di areal ini juga berdiri patung Dewa Dewa Brahma dalam posisi bersila. Patung Dewa Brahma dicat dengan warna kuning keemasan yang berkilau.

Patung ini memiliki ketinggian sekitar 31meter dari area parkir. 

Pengunjung yang hendak melukat bisa memilih menyucikan tubuh di bagian pangelukatan Sudamala. Saat hendak mencapai lokasi ini, pengunjung wajib memperhatikan petunjuk arah  di jalan Desa Duda Timur. 

Jika ditelusuri, Kawasan Air Terjun terletak di Dusun Pateh yang berjarak sekitar 2,5 km dari jalan raya. Akses masuk relatif terbatas dan cukup terjal.

Walaupun badan jalan sudah beraspal, namun ada beberapa titik yang mengalami kerusakan karena faktor cuaca dan umur.

Begitu dekat dengan lokasi, pengunjung akan bertemu dengan jalan setapak yang dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi jalan masih berupa tanah, namun sudah mengarah ke rabat beton.

Dari jarak akses masuk ke kawasan, pengunjung langsung disambut dengan pemandangan patung Dewa Brahma yang berada menjulang menghadap akses masuk ke air terjun.

Parkir kendaraan di kawasan juga cukup luas, sehingga memudahkan Anda bermanuver walaupun masih berupa tanah keras.

Untuk sampai di Air Terjun Jagasatru, pengunjung harus menuruni sekitar 87 anak tangga. Sejauh ini, pengunjung masih tidak dipatok harga tiket.

Pengelola mempersilakan pengunjung membayar tiket masuk secara sukarela.

Air Terjun Jaga Satru memiliki ketinggian lebih dari 15 meter. Air terjun ini layaknya pancuran besar yang jatuh dari ketinggian, dengan pemandangan hijau di sekelilingnya.

Sumber mata air dari air terjun ini berasal dari 3 perpaduan mata air di Duda Timur yaitu mata air Pateh, mata air Ket-ket dan mata air Teben Belong.

Kawasan air terjun ini masih sangat alami, dengan pemandangan hijau tanaman tropis di Bali.

Kepala Desa Duda Timur, Gede Pawana mengatakan, areal pelukatan ini memang sudah ada sejak lama. Ia menjelaskan, dulu air terjun ini menjadi satu kesatuan, yakni bernama Air Terjun Sogsogan.

Sekitar tahun 2012 pihaknya mencoba mengembangkan Air Terjun Jaga Satru. Pemberian nama Jaga Satru juga dilakukan di tanggal 12, bulan 12 dan tahun 2012.

Tepat bersamaan dengan peresmian kantor Desa Duda Timur dan kita beri nama Air Terjun Jaga Satru

“Alasannya karena sumber mata air untuk pelukatan dari arah yang berbeda. Ada dari timur dan arah barat. Dan menyatu menjadi satu. Kita tampung dan buatkan pelukatan Jaga Satru,” kata Mekel Pawana.

Terdapat sebuah palinggih bagi pengunjung untuk menghaturkan Banten dan bersembahyang. Sumber mata air (kelebutan) dari pangelukatan itu juga cukup unik, karena terdiri dari 2 buah mata air yang saling berhadapan.

Antusias pengunjung yang berwisata spiritual tergolong tinggi. Pihaknya pun terus melakukan penataan. Mulai dari aksesnya, dibantu warga secara bergotong royong.

Pawana menyebut, ada alasan penting kenapa ada ide membangun Patung Dewa Brahma, setinggi 31 meter di areal pelukatan. Pihkanya ingin agar patung Dewa Brahma Ini bisa menjadi ikon pariwisata baru di Desa Duda Timur.

“Pertimbangannya karena melihat patung siwa sudah ada di Tabanan, kemudian Patung Wisnu (GWK) sudah ada di Badung. Nah kalau begitu kenapa tidak kita buat saja Patung Dewa Brahma di Karangasem?” ungkapnya.

Bagi umat Hindu yang merasa lelah sehabis malukat atau berkunjung ke air terjun, Anda dapat beristirahat sejenak di sebuah warung yang ada di dekat area parkir.

Warung tersebut cukup sederhana, namun memiliki pemandangan yang indah.

Pemandangan warung ini menghadap langsung ke kawasan pegunungan yang seolah menjadi dinding dari perairan selatan Bali dari kejauhan.

Udara di tempat ini juga sangat sejuk, sehingga pengunjung akan cukup betah berlama-lama di sana sembari mendengar kicauan burung ataupun hewan khas hutan tropis di sekitarnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#melukat #bali #dewa brahma #hindu #karangasem #selat #Non medis