Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Di Tempat ini Melukat BIsa Sambil Teriak Sekuat Tenaga, Hanyutkan Segala Kesedihan dan Kekecewaan

I Putu Mardika • Selasa, 4 Juni 2024 | 05:22 WIB

Pura Taman Beji Griya Punggul di Banjar Trinadi, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali yang menjadi tempat melukat favorit di Bali
Pura Taman Beji Griya Punggul di Banjar Trinadi, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali yang menjadi tempat melukat favorit di Bali
ABIAN SEMAL, BALI EXPRESS-Salah satu keunikan dari melukat di Pura Taman Beji Griya Punggul adalah berteriak sekencang mungkin saat melukat di bawah air terjun dewi gangga. Teriakan ini sebagai bentuk membuang segala kekecewaan, kesedihan yang pernah dialami untuk dibuang dan dihanyutkan.

Ada sejumlah tahapan melukat di areal ini yang harus diketahui pemedek saat nangkil ke Pura Taman Beji Griya Punggul, Banjar Trinadi, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali.

Prosesi diawali dengan mempersembahkan pejati di Pelinggih Ratu Niang Sakti di Beji Geria Punggul.

Dijelaskan Penanggungjawab Taman Beji, Ida Bagus Eka Giri Arta setelah sembahyang, pemedek bisa mulai melukat. Pertama melukat dimulai dengan masuk ke dalam goa. 

Nantinya akan dipandu oleh pemandu yang telah disiapkan, untuk mengantar dan membantu foto foto dan menjelaskan masing-masing dari makna setiap penglukatan.

Pertama pemedek melewati penglukatan Tamba Sunia. Tamba itu obat dan sunia itu kosong. Artinya memohon obat kepada alam.

“Fungsi penglukatan tamba sunia adalah pengobatan secara sekala dan niskala, kemudian memohon kesuburan atau keturunan. Kemudian bisa untuk merukunkan keluarga agar tetap harmonis,” katanya.

Baca Juga: Tempat Penglukatan paling KOMPLIT!! Mulai dari Memohon Jodoh, Rejeki hingga Keturunan Coba datang Kesini

Sedangkan bagi yang belum berkeluarga bisa memohon jodoh agar sesuai dengan yang bisa diharapkan.

Prosesi kedua penglukatan dilakukan di areal bulakan rambut sedana, persis di depan goa. Disana bisa melukat dan linggih Ida Bhatara Sedana dan Dewi Laksmi.

Pemedek bisa memohon agar rejeki dilancarkan. “Jadi apapun usahanya bisa memohon agar dilancarkan, baik untuk bisnis, dagang, karir. Apapun yang berhubungan dengan uang bisa memohon disana,” jelasnya.

Caranya dengan memohon air suci, kemudian ditempatkan ke dalam jirigen. Lalu air suci tersebut dibawa ke tempat usaha dan dipakai tirta. Air itu bisa dipercikkan di areal usaha untuk menangkal energi negatif dan membuat usaha menjadi lancar

Ketiga penglukatan dilanjutkan dengan menuju ke air terun. Air terjun ada dua. Pertama merupaka air terjun untuk mengeluarkan unek-unek.

Ia menyebut, misalkan jika pernah dikecewakan oleh orang, dibuat marah, sedih, dibuat sangat dendam oleh orang, masih terpendam di dalam hati, maka itu dikumpulkan dan dikeluarkan untuk berteriak dan menangis sekuatnya saat melukat.

“Jangan heran, karena di air terjun ini pemedek bisa berteriak sekuat tenaga. Tujuannya untuk bisa mengeluarkan semua unek unek agar dihanyutkan oleh air terjun Dewi Gangga ini,” jelasnya

Kemudian air terjun kedua adalah tempat untuk meluapkan kebahagiaan. Lihat kembali apa yang pernah membuat pemedek sangat bahagia dan senang dalam hidup ini.

Baca Juga: Rejeki Seret, Minta Agar Awet Muda, Cocok Nangkil ke Tempat Melukat ini

Semua itu dikumpulkan semua, lalu diluapkan dengan cara tertawa bersama, bernyanyi bersama

“Maksudnya ini agar energi positif dalam tubuh kita bangkit dan menyerap energi positif dalam alam,” imbuhnya.

Setelah di air terjun, kemudian bergeser naik ke atas, ada kolam. Di dalam kolam ada dua pancoran. Pancoran ini berasal dari mulut bedawang nala, yang diduduki oleh ratu peranda lanang dan istri

Ini adalah simbol orang tua kita atau leluhur kita. “Apapun permohonan yang kita mohonkan, pemedek missal memohon obat, keturuan, kesuburan, jodoh, kelanggengan keluarga, rejeki, disini kita memohon secara simbolis, sebagai restu dari orang tua dan leluhur agar berjalan lancar.

Setelah di kolam, barulah naik ke ajeng pelinggih di Ida Bhatari Ratu Niang Sakti, untuk nunas penglukatan bungkak gadang atau Penglukatan Wisnu Gangga Amerta. Ini untuk mengelurkan toksin atau racun di dalam tubuh.

Pada penglukatan ini sudah disiapkan sarana kelapa gading untuk penglukatan Siwa Maha Dewa Amerta.

Penglukatan ini berfungsi untuk mengganti ion-ion tubuh yang telah rusak. Setelah itu barulah nunas tirta wangsuhpada dari Ida Bhatari Ratu Niang Sakti.

Selanjutnya pemedek bisa sungkem tiga kali di depan patung Ida Bhatrai Ratu Niang Sakti, kemudian meminta pamor untuk dioleskan di antara alis dan kening.

Tujuannya agar kita setelah melukat diberikan kesucian pikiran

Barulah mengunakan bija agar diberikan pikiran, yang baik, perkataan yang baik dan perbuatan yang baik. Terakhir barulah diberikan benang tridatu. Benang dimaknai agar beneng atau lurus. 

Tujuannya agar diberikan pikiran yang lurus, perbuatan yang lurus dan perkataan yang lurus“Setekah itu barulah mepamit, proses penglukatan sudah selesai,” tutupnya. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#melukat #bali #kekecewaan #Pura Taman Beji #Griya Punggul #tridatu #hindu #badung