Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BOLEH PERCAYA ATAU TIDAK! Tempat Melukat Umat Hindu Bali Ini Dijaga Tuyul: Dipercaya Bisa Bikin Bahagia jika Lakukan Ritual Ini.

Nyoman Suarna • Rabu, 5 Juni 2024 | 17:18 WIB
BAHAGIA: Tempat melukat umat Hindu Bali ini diyakini dijaga makhluk halus seperti tuyul hingga wong samar. Konon bisa membuat bahagia jika lakukan ritual ini.
BAHAGIA: Tempat melukat umat Hindu Bali ini diyakini dijaga makhluk halus seperti tuyul hingga wong samar. Konon bisa membuat bahagia jika lakukan ritual ini.

BALI EXPRESS – Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba Punggul menjadi tempat melukat bagi umat Hindu Bali dan luar Bali.

Dengan kekuatan spiritual yang dimiliki, Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba Punggul patut dikunjungi bagi siapa saja yang ingin mencari ketenangan dan kesucian dengan melukat.

Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba Punggul terletak di Banjar Trinadi, Desa Punggul, Abiansemal, Badung, Bali.

Tempat ini memiliki sembilan mata air dan dua air terjun.

Pura Taman Beji Griya Gede Manuaba Punggul tidak hanya indah, tetapi juga memiliki lokasi yang cukup menantang di tengah tebing.

Sebelumnya, tempat ini sulit dijangkau dan dianggap angker karena banyak dihuni oleh makhluk halus seperti Tonya, Tuyul, dan Wong Samar.

Namun, setelah dibersihkan dan dibuka untuk umum, pura ini mulai menarik minat umat Hindu Bali maupun di luar Bali untuk melukat.

Menurut Ida Bagus Eka Giri Artha, pengelola sekaligus pangempon pura, tempat ini awalnya digunakan untuk prosesi Melasti, Dewa Yadnya, dan Pitra Yadnya.

Wilayah pura dijaga secara turun-temurun oleh Griya Gede Manuaba Punggul. Dulu, area ini penuh dengan semak belukar, dan air terjunnya tidak terlihat karena tertutup oleh tumbuhan dan gundukan tanah.

Namun, pawisik yang diterima oleh Ida Bagus Eka Giri Artha, dia diminta membersihkan area tersebut dari semak belukar.

Ida Bagus Eka Giri Artha juga menerima bhisama dari leluhurnya untuk tidak menjual atau menyerahkan wilayah Pura Taman Beji kepada siapapun.

Bhisama ini merupakan kewajiban yang harus dijaga oleh keluarganya.

Pura ini terdiri dari Padmasari, Lingga Yoni, Piasan, dan Pelangkiran yang terletak di bawah pohon beringin.

Dikatakan bahwa Ida Bhatari Ratu Niang Sakti berstana di sini, menguasai ketiga wilayah patirtaan yang ada.

Pura Taman Beji memiliki tiga wilayah niskala: tempat tinggal para Tuyul atau Tonya di bagian depan, Mandala Suci Ida Bhatari Ratu Niang Sakti di tengah, dan wilayah bawah untuk Wong Samar atau Rencang Ratu Niang.

Meskipun jarang terlihat, kehadiran makhluk halus di sini sering dirasakan oleh masyarakat sekitar dan pengunjung.

Untuk melukat di Pura Taman Beji, pengunjung disarankan membawa dua buah Pajati dan beberapa canang.

Tidak ada pantangan khusus, namun mereka yang cuntaka tidak diperbolehkan datang.

Proses melukat dimulai dengan sembahyang di area palinggih di atas air terjun, diikuti dengan matur piuning untuk menyampaikan permohonan.

Melukat dilakukan di pancoran yang terletak di dalam goa atau Hidden Canyon.

Air ditepuk tiga kali di ubun-ubun, tiga kali di tengkuk, kemudian cuci muka tiga kali dan minum tujuh kali.

Di bawah air terjun, pamedek disarankan berteriak untuk mengeluarkan mala dalam diri.

Di tirta Bedawang Nala, tepuk ubun-ubun 11 kali, tiga kali di tengkuk, berkumur tiga kali, dan minum tujuh kali. Prosesi diakhiri dengan nunas tirta di depan Patung Ratu Niang dan Patung Lingga.

Air terjun pertama berfungsi untuk melebur mala, rasa iri, dengki, dan amarah.

Pengunjung dianjurkan berdiri di bawah air terjun sambil berteriak sekeras mungkin untuk melepaskan emosi negatif.

Air terjun kedua, yang dikenal sebagai air kebahagiaan, mengharuskan pengunjung membayangkan hal-hal yang membahagiakan karena dipercaya dapat mewujudkan bayangan tersebut menjadi nyata.

Editor : Nyoman Suarna
#melukat #bali #tuyul #bahagia #hindu bali #hindu