Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Berhati-hatilah di Pura Ratu Gede Sambangan Buleleng: Tirukan Suara Kijang Langsung Gangguan Jiwa Lalu Meninggal

I Putu Mardika • Jumat, 14 Juni 2024 | 18:40 WIB

Pura Ratu Gede Sambangan, Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali
Pura Ratu Gede Sambangan, Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali

BALIEXPRESS.ID – Bermain-main di Pura Ratu Gede Sambangan, Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali dapat berakibat fatal.

I Made Mudana, seorang tokoh adat Tejakula, mengingatkan bahwa pernah ada seseorang yang menirukan suara kijang untuk menakut-nakuti warga.

Akibat perbuatannya, orang tersebut akhirnya mengalami gangguan jiwa dan meninggal dunia beberapa waktu kemudian.

Paruman dan Ritual Maayu-ayu sebagai Langkah Antisipasi

Setiap kali suara gaib terdengar, desa adat Tejakula segera mengadakan paruman (pertemuan adat) yang diawali dengan memukul kentongan.

Pertemuan ini membahas langkah-langkah untuk mencegah terjadinya bencana.

"Sembahyang bersama yang diistilahkan dengan maayu-ayu atau memohon keselamatan dilaksanakan," kata Mudana.

Langkah ini terbukti efektif, karena sejak dilakukan, bencana besar seperti tanah longsor jarang terjadi, dan jika terjadi, dampaknya tidak sebesar puluhan tahun lalu.

Keajaiban Pura Ratu Gede Sambangan

Pura yang terletak di punggung bukit ini tidak pernah tergerus longsor, meskipun tanah di kiri dan kanannya sering tergerus.

Hal ini dianggap sebagai bukti keagungan Ida Sanghyang Widhi, Tuhan Yang Maha Esa. Jro Mangku Taman, pemangku Pura Ratu Gede Sambangan, terus melakukan makemit dan maayu-ayu untuk memohon keselamatan warga Bali.

Misteri Tanda Gaib di Pura Ratu Gede Sambangan

Meskipun hingga kini belum ada tanda gaib seperti suara rintihan kijang di malam hari, Jro Mangku Taman tetap waspada.

"Semuanya misteri Ida Sanghyang Widhi, kita sebagai umat hanya bisa memohon agar tidak terjadi bencana besar di Bali. Kalaupun akhirnya Gunung Agung meletus, bencana yang ditimbulkan tidak besar," ungkapnya.

Dengan memperhatikan tanda-tanda gaib dan menjalankan ritual adat, masyarakat Tejakula berharap bisa terhindar dari bencana besar dan terus hidup dalam kedamaian dan keselamatan. *** 

 
 
 
 
 
 
 
Editor : I Putu Suyatra
#gangguan jiwa #bali #Pura Ratu Gede Sambangan #hindu #meninggal #buleleng