Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tempat Melukat Ini Diyakini Bisa Sembuhkan Penyakit Non Medis dan Mohon Kelancaran Usaha

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 20 Juni 2024 | 23:15 WIB

Pura Dalem Pengembak Mertasari di Sanur, Denpasasr, Bali.
Pura Dalem Pengembak Mertasari di Sanur, Denpasasr, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Umat Hindu di Bali sering kali melakukan ritual melukat untuk membersihkan diri secara niskala, menghilangkan aura negatif, dan memohon penyembuhan.

Salah satu tempat yang terkenal untuk melakukan melukat adalah Pura Dalem Pengembak Mertasari di Sanur, Denpasasr, Bali.

Lokasi dan Akses Pura Dalem Pengembak

Pura Dalem Pengembak terletak di Jalan Pengembak-Mertasari, Sanur, dan lebih mudah diakses melalui Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai.

Menurut Jero Mangku I Made Ranten, pemangku generasi ketiga Pura Dalem Pengembak, pura ini telah berfungsi sebagai tempat untuk pembersihan diri secara niskala sejak tahun 1920.

Sejarah dan Asal Usul Pura Dalem Pengembak

Mangku Ranten menjelaskan bahwa pura ini pertama kali ditemukan oleh kakeknya, Almarhum I Wayan Netep.

Pada saat itu, lokasi pura masih berupa hutan belantara yang sering digunakan masyarakat Sanur untuk menggembalakan sapi.

Suatu hari, Almarhum Wayan Netep menemukan batang pohon kelapa yang dipahat menjadi patung perempuan cantik.

Setelah beberapa bulan, patung tersebut mengeluarkan air dan Almarhum Wayan Netep tidak sadarkan diri selama beberapa hari.

Dalam kondisi tidak sadar, ia mendapatkan petunjuk dari Sang Penunggu Hutan bahwa air dari patung tersebut bisa digunakan untuk melukat dan menyembuhkan penyakit non-medis.

Setelah menerima petunjuk tersebut, Almarhum Wayan Netep mulai mengajak umat Hindu untuk melukat di pura ini.

Namun, saat itu areal pura dan palinggih belum melalui upacara pemelaspas dan mendem pedagingan.

Ketika sakit parah, Wayan Netep didatangi oleh Ida Ratu Ayu Manik Mas Meketel yang ingin bersemayam di Pura Dalem Pengembak.

Setelah memohon petunjuk di Griya Delod Pasar Sanur, ritual dilakukan sesuai petunjuk dan diyakini bahwa Ida Ratu Ayu Manik Mas Meketel berstana di pura ini. Almarhum Netep menjadi pemangku hingga akhir hayatnya.

Upacara dan Banten di Pura Dalem Pengembak

Setiap Purnama Kedasa, upacara banten dibuat oleh dua pihak: Mangku Ranten dan Griya Delod Pasar Sanur.

Banten dari Griya Delod Pasar juga berfungsi membuka jalan bagi umat dari kalangan Tri Wangsa untuk bersembahyang di pura ini.

Pura Dalem Pengembak menjadi tempat semua golongan bisa bersembahyang.

Fungsi dan Manfaat Melukat di Pura Dalem Pengembak

Umat Hindu datang ke Pura Dalem Pengembak terutama untuk melukat dan memohon kesembuhan dari penyakit non-medis, serta menghilangkan aura negatif.

Selain itu, pura ini diyakini dapat memperlancar usaha karena terdapat palinggih Ratu Sahbandar, Dewi kemakmuran, dan nama Pengembak yang berarti pembuka.

Proses Melukat dan Persembahyangan

Untuk melukat di Pura Dalem Pengembak, umat membawa dua buah banten pejati dan dua buah bungkak (kelapa muda) gading.

Sebelum melakukan persembahyangan di pura, umat diwajibkan melukat di Campuhan, muara sungai Pengembak yang bertemu dengan laut.

Setelah mandi di muara sungai, umat melanjutkan ritual melukat di pura dan kemudian melakukan persembahyangan sesuai permohonan mereka.

Dengan sejarah dan manfaatnya, Pura Dalem Pengembak Mertasari Sanur tetap menjadi tempat penting bagi umat Hindu di Bali untuk melukat, memohon kesembuhan, dan memperlancar usaha. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#pura dalem pengembak #melukat #bali #sanur #Kelancaran usaha #Penyakit #hindu #denpasar #Non medis #kesembuhan