Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ada Tujuh Petirtan untuk Melukat, Bisa memohon Awet Muda hingga Keturunan, Begini Kisah Pura Meru Narmada di Lombok

I Putu Mardika • Kamis, 4 Juli 2024 | 13:21 WIB

 

Pura Meru Narmada di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dijadikan sebagai tempat melukat memohon tamba dan keturunan
Pura Meru Narmada di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dijadikan sebagai tempat melukat memohon tamba dan keturunan
BALIEXPRESS.ID-Pura Meru Narmada atau yang lebih dikenal sebagai Pura Narmada berlokasi di Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pura ini didirikan Raja Karangasem Anak Agung Ngurah Karangasem dan menjadi satu kesatuan dengan Taman Narmada.

Saat ini Pura Meru Narmada dijadikan sebagai cagar budaya. Pembangunan Taman Narmada dibuat menyerupai susunan Gunung Rinjani, termasuk replika Telaga Segara Anak

Di bagian luar pura terdapat Patirtan Padma Wangi. Air di patirtan sangat disucikan dan dipercaya berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit serta untuk awet muda.

Pemangku Pura Meru Narmada, Jro Mangku Komang Sudiarsana menjelaskan, Pura Meru Narmada erat dengan kaitan Kerajaan Karangasem yang dibangun pada tahun 1727. 

Pura ini didirikan oleh Anak Agung Ketut Ngurah Karangasem yang mengawali menjadi raja di Mayura, Narmada dan Lingsar.

Baca Juga: Banyak Artis Pop Bali Nangkil ke Pura ini, Air untuk melukat Mengandung Belerang, Tempat Memohon Tamba dan Keturunan

Pura ini dibangun saat Kerajaan Karangasem menguasai Lombok yang digunakan sebagai tempat suci dan untuk memuja Dewa Siwa.

Pura Meru Narmada juga diberi julukan Pura Kelasa. Penamaan tersebut diambil dari salah satu puncak gunung yang ada di India yang digunakan sebagai tempat untuk memuja Dewa Siwa.

Kemudian Raja Karangasem melakukan semedi yang didampingi oleh Pedanda hingga munculnya tirta Padma Wangi.

Lalu airnya menyembur menjadi tirta Dwari, Narmada, Gandari, Kaweri, Carmawati, Mahendra dan disebut Sapta Tirta.

“Artinya Pura Meru Narmada disebut juga Pura Kelasa Narmada. Artinya Gunung yang berstana di antara Gunung Agung, Semeru dan Rinjani, serta pelinggih Panglurah. Itu dibangun  oleh Anak Agung Ketut Ngurah Karangasem,” paparnya.

Jro Mangku Komang Sudiarsana menyebut, sejak adanya tirta yang muncul itulah kemudian diitutup katena dianggap sakral. Hingga akhirnya menjadi tempat pemujaan yang dibuka untuk umum.

Lambat laun pura ini semakin ramai dikunjungi oleh pemedek. Karena di tempat ini terdapat proses pelukatan dari sapta tirta. Mulai dari proses pelukatan, kesembuhan dan rejeki.

Sudah banyak yang membuktikan, dari Lombok, Bali, dari banyak wilayah nangkil kesini untuk sembahyang, melukat sekaligus memohon kesembuhan.

Pujawali di Pura Meru narmada dilaksanakan pada Purnama Sasih Kelima. Piodalan nyejer selama tiga hari.

Baca Juga: Melukat di Pura Suranadi Lombok, Wajib Gunakan Kain Putih, Begini Tahapannya

Pada saat piodalan atau pujawali tersebut para pengamong/pengambe terdiri dari tiga banjar, yaitu BanjarKarya Dharma Bhakti Gondawari, Banjar Taruna Jaya Peresak, dan Banjar Gondari.

Ketiga banjar tersebut dalam melakukan kegiatan piodalan atau pujawali bersama-sama untuk menyukseskan kegiatan supaya berjalan dengan baik dan lancar

“Di pura ini berstana Dewi Gangga di petirtan. Karena di Gunung Rinjani, Dewi Gangga dikenal dengan Putri Anjani,” paparnya.

Umat Hindu yang nangkil dari Bali juga banyak mereka naik Bus sembari melakukan wisata religi. Banyak mereka memohon keselamatan, Kesehatan, rejeki, kelancaran usaha dan lainnya. Bahkan tidak jarang ada memohon keturunan.

“Banyak yang sudah terbukti memohon kesembuhan, keturunan dengan melukat di pura ini,” imbuhnya.

Selain sebagai tempat melukat, di areal ini juga terdapat Kolam Baleq /Gede (miniaturnya gunung rinjani dan segara anak). Kolam Renang (Tempat permandian)

Bale Terang (Tempat Kamar sang Raja) berada di sebelah utara, Merajan (Sanggah) tempat persembahyangan raja yang berada di sebelah timur.

Bale Terang (Bangunan tempat pertemuan atau rapat raja) di sebelah selatan, Bale Terang (Tempat kamar tidur raja) di sebelah barat dan Balai Bencingah atau tempat peristirahatan raja di sebelah selatan. (dik)

Editor : I Putu Mardika
#bali #keturunan #hindu bali #Penyakit #hindu #pura #narmada #karangasem #raja #Awet Muda #lombok